TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kinerja ekspor industri kerajinan nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), nilai ekspor kerajinan pada triwulan III 2025 mencapai 305,54 juta dolar AS, melonjak signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 173,5 juta dolar AS.
Capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa produk kerajinan Indonesia kian kompetitif dan diminati pasar global.
Baca juga: Kemenperin Percepat Sertifikasi Halal, 232 IKM di Kalimantan Selatan Difasilitasi Sepanjang 2025
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita menilai, potensi ekspor sektor ini masih sangat besar dan perlu terus didorong melalui penguatan inovasi serta perluasan akses pasar.
”Bahan baku lokal yang dipadu dengan sentuhan seni dan aspek desain menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, kami mendorong pelaku IKM untuk terus menghadirkan produk yang inovatif, kreatif dan memiliki karakter kuat agar dapat meningkatkan daya tarik produk kerajinan Indonesia di mata konsumen nasional maupun internasional," tutur Reni dalam keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).
Peningkatan nilai ekspor tersebut tidak terlepas dari kemampuan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam memadukan kekayaan bahan baku lokal dengan inovasi desain yang sesuai kebutuhan pasar.
Produk kerajinan Indonesia dinilai memiliki kekuatan pada aspek orisinalitas, keberagaman budaya dan nilai tambah berbasis kreativitas.
Sebagai bagian dari strategi memperluas pasar dan memperkuat daya saing, Kemenperin kembali memfasilitasi IKM binaannya untuk mengikuti ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2026.
“Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk semakin memperluas pasarnya. Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, sekaligus upaya membuka peluang promosi yang lebih luas bagi IKM dalam negeri," ucap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Pameran Inacraft 2026 digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 4-8 Februari 2026. Melalui Ditjen IKMA, Kemenperin memfasilitasi delapan IKM untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut.
Menperin optimistis, pameran dan dukungan promosi merupakan salah satu faktor penting untuk peningkatan daya saing IKM nasional.
Tujuannya, yaitu untuk memperluas akses pasar, memperkuat branding dan membuka peluang kemitraan dan transaksi bisnis yang berkelanjutan.
“Para pelaku IKM yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga produk-produk yang ditampilkan tidak hanya mempresentasikan standar kualitas dan inovasi terbaik dari pelaku IKM tetapi juga mencerminkan kekayaan serta keberagaman budaya Nusantara," kata Agus.
Adapun delapan IKM yang difasilitasi pada Inacraft tahun ini yakni Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood dan Dmoroy.
Produk yang ditampilkan meliputi kerajinan tanduk, aksesori, perhiasan mutiara, tas anyaman serat alam dan kulit, produk fesyen dan tenun, hingga kerajinan dari limbah kayu yang mengusung prinsip keberlanjutan.
Selama pameran berlangsung, total transaksi penjualan yang dibukukan delapan IKM binaan tersebut mencapai Rp 338,16 juta.
"Data tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan IKM, sekaligus menegaskan bahwa pameran menjadi sarana efektif untuk meningkatkan eksposur produk dan mengukur respon pasar," imbuh Reni.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.