TRIBUNKALTIM.CO - Sebuah video yang memperlihatkan momen menegangkan saat naik sepeda motor melintasi jembatan kayu panjang di tengah danau pasang dengan viral di media sosial.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @kanalinfobalikpapan, Minggu (15/2/2026), dan diberi keterangan “ngeri-ngeri sedap”, menggambarkan sensasi berjalan di atas jembatan kayu sempit yang membelah hamparan air luas.
Dalam video itu terlihat jembatan kayu memanjang lurus dengan tiang listrik di sisi kanan-kiri, sementara air danau menggenang tinggi hingga menyerupai lautan.
Banyak warganet mengaku merinding, namun tak sedikit pula yang menyebut pemandangannya indah dan unik, khas pedalaman Kalimantan Timur.
Baca juga: Viral! Kaltim Calon Tuan Rumah Piala AFF U-17, Ini Penampakan 3 Stadion yang Dicek PSSI
Salah satu komentar menyebut, “Melewati danau seperti berasa melewati laut,” yang langsung dibalas oleh pengelola akun dengan singkat, “Iya lagi,” seolah membenarkan sensasi ekstrem tersebut.
Ada pula yang menanggapinya santai dengan komentar, “A normal day in Kalimantan.”
Menjawab rasa penasaran warganet soal lokasi, pengelola akun memastikan bahwa jembatan kayu tersebut berada di Desa Melintang, kawasan Danau Melintang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.
Secara geografis, Danau Melintang merupakan danau seluas kurang lebih 11.000 hektare yang menjadi bagian dari ekosistem besar Sungai Mahakam.
Danau ini dikenal sebagai salah satu danau terbesar di Kalimantan Timur dan berdampingan langsung dengan Danau Semayang.
Di kawasan ini terdapat dua permukiman unik yang kerap disebut desa terapung, yakni Desa Melintang dan Muara Enggelam.
Rumah-rumah warga berdiri di atas tiang kayu, menyesuaikan dengan naik-turunnya permukaan air danau.
Jembatan kayu yang viral tersebut memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer dan menjadi akses darat utama bagi warga.
Saat air danau pasang, kondisi di sekitar jembatan terlihat ekstrem karena air menggenang luas tanpa batas daratan yang jelas.
Dari pusat Kota Tenggarong, ibu kota Kukar, lokasi ini dapat ditempuh sekitar 2,5 jam perjalanan.
Meski terkesan menyeramkan bagi pendatang, jembatan tersebut merupakan jalur aktivitas harian warga, mulai dari berangkat sekolah, bekerja, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Danau Melintang juga menjadi pusat kehidupan ekonomi masyarakat.
Warga setempat mayoritas berprofesi sebagai nelayan ikan air tawar seperti baung, toman, dan patin.
Selain itu, terdapat aktivitas pengolahan ikan kering serta keberadaan kerbau rawa, hewan unik yang mampu berenang dan hidup di lingkungan perairan dangkal.
Transportasi utama masyarakat adalah perahu kecil bermesin atau ketinting, yang digunakan untuk berpindah antardesa maupun menuju daratan utama.
Baca juga: Klarifikasi SPPG Soal Video MBG Kelapa Muda yang Viral di Kukar, Menu Siswa Ternyata Lengkap
Di balik kesan “ngeri-ngeri sedap”, Danau Melintang menyimpan potensi wisata yang besar.
Pemandangan matahari terbit dan terbenam di atas danau sering disebut memukau, ditambah panorama desa terapung yang jarang ditemui di daerah lain.
Kawasan ini juga berpotensi dikembangkan sebagai wisata edukatif dan ekowisata, terutama terkait kehidupan masyarakat perairan, ekosistem danau, serta budaya lokal di bantaran Sungai Mahakam.
Danau Melintang bukan sekadar latar video viral, melainkan bagian penting dari sistem ekologi dan denyut kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara.
Bagi warga setempat, melintasi jembatan kayu di tengah danau pasang bukanlah hal luar biasa, melainkan rutinitas sehari-hari di jantung Kalimantan Timur.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.