SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya melakukan inspeksi jalur rel dan sarana keandalan di Stasiun Mojokerto, Jawa Timur (Jatim).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka persiapan menjelang beroperasinya Angkutan Lebaran 2026, yang dimulai pada 11 Maret hingga 1 April 2026.

Hasilnya, operasional di Stasiun Mojokerto dinyatakan telah siap menyambut ribuan pemudik.

Jumlah pemudik pada tahun ini, diprediksi bakal mengalami peningkatan yang signifikan.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono mengatakan pengecekan dilakukan meliputi jalur rel, wesel, persinyalan hingga fasilitas penunjang. Hal ini guna memastikan kesiapan operasional di lapangan stasiun tersebut.

"Kami memastikan perjalanan kereta api aman dan nyaman, terutama menjelang beroperasinya Angkutan Lebaran 2026 di Stasiun Mojokerto," ujar Mahendro saat dihubungi SURYA.co.id melalui seluler, Selasa (3/3/2026).

Pastikan Keamanan Jalur dan Fasilitas

Mahendro menjelaskan, bahwa inspeksi ini dipimpin langsung oleh Executive Vice President Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat.

Jajaran manajemen serta KAI Commuter Wilayah 8 Surabaya turut mendampingi dalam pengecekan tersebut.

Pengecekan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan seluruh operasional berfungsi optimal sesuai standar. Berikut adalah poin-poin utama dalam inspeksi tersebut:

  • Kondisi fisik prasarana jalur kereta api.
  • Fasilitas pelayanan untuk pelanggan di stasiun.
  • Kondisi bangunan stasiun secara umum.
  • Area ruang Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA).
  • Kesiapan Alat Material Untuk Siaga (AMUS).

Pihak manajemen juga berdialog langsung dengan para petugas di lapangan. Selain menyerap masukan, manajemen memberikan arahan serta motivasi kepada seluruh staf yang bertugas.

Daop 8 Surabaya menegaskan, bahwa budaya keselamatan merupakan prioritas utama. Petugas diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan kerja selama bertugas.

"Petugas juga diingatkan untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api maupun kegiatan langsiran. Melaksanakan budaya 5R, memastikan kesiapan AMUS dan segera menindaklanjuti setiap temuan yang diperoleh selama pemeriksaan," beber Mahendro.

Larangan Aktivitas di Jalur Rel

Mahendro juga mengingatkan warga Mojokerto agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur rel kereta api. Hal ini merujuk pada kebiasaan kegiatan ngabuburit maupun aktivitas setelah sahur.

Intensitas perjalanan kereta api dipastikan akan meningkat selama masa Angkutan Lebaran 2026. Tercatat Stasiun Mojokerto akan melayani 36 perjalanan KA jarak jauh, yang terdiri dari 32 perjalanan KA reguler dan 4 perjalanan KA tambahan.

"Kami memahami Ramadan momen kebersamaan, termasuk kegiatan ngabuburit. Namun kami mengingatkan masyarakat di wilayah Mojokerto agar tidak menjadikan jalur rel tempat berkegiatan. Risiko kecelakaan sangat tinggi dan berakibat fatal, baik bagi masyarakat maupun terhadap perjalanan kereta api," tegas Mahendro.

Larangan beraktivitas di jalur rel telah diatur secara resmi dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) ditegaskan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api.

Larangan ini termasuk kegiatan menyeret, menggerakkan, meletakkan atau memindahkan barang di atas rel.

Masyarakat juga dilarang menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain di luar angkutan kereta api.

Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana atau denda sesuai Pasal 199.

KAI Daop 8 Surabaya sendiri telah masif melakukan sosialisasi ke sekolah, komunitas hingga berbagai forum edukasi publik.

Petugas keamanan juga akan meningkatkan patroli intensif di sepanjang jalur rel kereta api. Pengawasan ini difokuskan pada titik-titik rawan selama Ramadan hingga masa Angkutan Lebaran 2026.

"Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama," pungkas Mahendro.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.