SURYA.co.id SURABAYA - Sebuah studi independen oleh Oxford Economics mencatat bahwa operasional McDonald’s Indonesia, yang bernaung dibawah PT Rekso Nasional Food, telah berkembang menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang berdampak bagi perekonomian masyarakat.

Oxford Economics, melakukan analisis terhadap inisiatif ketenagakerjaan, pengadaan, dan kontribusi sosial dari McDonald's Indonesia.

Hasil studi menunjukkan sepanjang April 2024 hingga Maret 2025, untuk setiap 100 karyawan yang dipekerjakan secara langsung oleh McD Indonesia, mendukung 330 lapangan pekerjaan tambahan dari berbagai sektor ekonomi lokal, mulai dari pertanian, distribusi, hingga jasa pendukung.

Selain efek berantai (ripple effect) McDonald’s terhadap pasar tenaga kerja, studi ini juga menyoroti adanya efek pengganda (multiplier effect) terhadap PDB yang signifikan. 

Setiap Rp1 juta nilai ekonomi langsung yang dihasilkan oleh McD Indonesia mendorong tambahan Rp4,9 juta aktivitas ekonomi di sektor-sektor lain, mencerminkan kontribusi berkelanjutan terhadap ekosistem bisnis yang lebih luas.

Baca juga: Alasan Bank Jatim Gelar JConnect Ramadan Vaganza, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

“Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal,” kata Stephen Foreman, Associate Director di Oxford Economics, Minggu (1/3/2026).

Temuan ini menegaskan peran McDonald’s Indonesia lebih dari sekadar jaringan restoran cepat saji. 

Melalui komitmen jangka panjangnya, perusahaan tumbuh bersama masyarakat melalui penciptaan akses kerja, penguatan talenta lokal, serta kemitraan jangka panjang dengan pelaku usaha dalam negeri.

“Selama lebih dari tiga dekade, kami membangun McDonald’s Indonesia sebagai bagian dari keseharian masyarakat. Kami ingin memastikan setiap langkah bisnis yang kami ambil terus menciptakan multiplier effect yang relevan, bermakna, dan berkelanjutan bagi ekonomi daerah maupun nasional,” jelas Michael Hartono, Director of Marketing, Communications, Digital, Strategy & Insight, McDonald’s Indonesia.

Saat ini, McDonald’s Indonesia mengoperasikan lebih dari 300 restoran di 94 kota dan dalam perkembangannya terus mengangkat nilai kekayaan budaya, cita rasa lokal, serta menjunjung tinggi nilai-nilai bangsa seperti kekeluargaan, kepercayaan, gotong royong, dan ketulusan.

Baca juga: Dari Petani hingga Katering Rumahan, UMKM Dipastikan Jadi Pemasok Utama Program MBG

Mitra Pemasok Lokal sebagai Fondasi Ekosistem Berkelanjutan

Penguatan ekonomi lokal juga tercermin dari komitmen McDonald’s Indonesia terhadap  rantai pasok domestik. 

Studi mencatat sebesar Rp3,8 triliun atau setara 86 persen dari total belanja pemasok dialokasikan kepada mitra lokal, mencakup sektor pertanian, peternakan, hingga manufaktur. 

Sekitar 76 persen bahan baku restoran bersumber dari dalam negeri, termasuk bahan utama seperti ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang kini sepenuhnya diproduksi oleh pelaku usaha lokal.

“Selama 33 tahun bermitra, kolaborasi berlandaskan kepercayaan dengan McDonald’s Indonesia memberi kami ruang untuk tumbuh secara berkelanjutan. Dukungan nyata mulai dari peningkatan fasilitas, pembinaan operasional, hingga bantuan pembiayaan diberikan sebagai bagian dari ekosistem yang saling mendukung,” beber Made Gunada, mitra pemasok lokal McDonald’s Indonesia.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.