TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemilihan Putra Putri Lingkungan Hidup Sulawesi Utara (Sulut) 2026 kembali digelar. 

Ajang ini merupakan ajang pemilihan duta remaja yang berfokus pada kepedulian dan kontribusi terhadap lingkungan hidup di Sulut.

Berjumlah 25 finalis sedang bersaing untuk merebut juara.

Salah satunya cewek Manado, Anastasia Angel Supit ikut berpatisipasi dalam kegiatan tahunan ini.

Anastasia menjelaskan keinginan mengikuti kegiatan ini karena ingin berdampak bagi lingkungan sekitar terutama terkait sampah.

"Saya memilih ikut pemilihan ini karena saya ingin dampak yang lebih besar bagi lingkungan. Saya ingin tentang sampah ini tidak hanya menjadi kesadaran pribadi, tetapi menjadi gerakan bersama. Ketika kita sudah melihat urgensinya secara langsung, rasanya tanggung jawab kita juga menjadi lebih besar," tuturnya.

Cewek yang Kuliah di Universitas Kristen Tomohon mengatakan setiap finalis yang mengikuti pemilihan ini memiliki kemampuan masing-masing.

"Jujur saya melihat setiap finalis di sini memiliki kepedulian yang kuat terhadap isu lingkungan. Masing-masing membawa gagasan dan komitmen yang patut dihargai," tuturnya.

Cewek yang memiliki talenta main biola ini mengungkapkan dirinya terus bekerja keras dan mempersiapkan diri dengan matang untuk mengikuti kegiatan ini.

"Saya mempersiapkan diri dalam tiga aspek utama. Pertama, pemahaman isu, saya memperdalam isu lingkungan di Sulawesi Utara, khususnya terkait pengelolaan limbah dan dampaknya terhadap ekosistem pesisir. 

Kedua, kesiapan komunikasi, karena advokasi yang baik bukan hanya benar secara substansi, tetapi juga bisa dipahami dan diterima oleh masyarakat.

Ketiga, konsistensi. Saya memastikan bahwa apa yang saya bawa di sini bukan sekadar konsep untuk kompetisi, tetapi sesuatu yang bisa dijalankan secara berkelanjutan," jelasnya.

Dia pun berharap ketika terpilih menjadi putri lingkungan hidup 2026 dirinya akan menjalankan setiap program bersama finalis yang lain.

"Jika saya terpilih, saya akan menjalankan program berbasis circular economy dan pemberdayaan pesisir, seperti pengolahan limbah perikanan menjadi produk bernilai ekonomi, pilot project akses air bersih di desa pesisir, serta standarisasi eco-tourism bagi pelaku wisata," sebutnya.

Saya juga ingin mendorong pengurangan sampah melalui sistem ‘One Boat One Responsibility’, edukasi mikroplastik berbasis data, dan kolaborasi dengan kampus serta UMKM untuk menciptakan praktik berkelanjutan yang terukur.

Bagi saya, program lingkungan harus memiliki dampak nyata, indikator keberhasilan yang jelas, dan berkelanjutan, bukan sekadar kampanye sesaat.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.