ILEAGUE.ID


Bhayangkara FC sukses menjadi klub yang paling menakutkan karena mampu meraih empat kemenangan beruntun di Super League 2025/2026

BOLASPORT.COM - Bhayangkara FC menunjukkan performa impresif di Super League 2025/2026.

The Guardian mampu meraih empat kemenangan beruntun yang saat ini tidak bisa diikuti oleh Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Empat kemenangan itu didapatkan saat Bhayangkara FC melawan Dewa United, Semen Padang, Persik Kediri, dan Persebaya Surabaya.

Ini menjadi catatan positif yang mendongkrak posisi Bhayangkara FC di klasemen sementara Super League 2025/2026.

Tim asuhan Paul Munster itu kini duduk di posisi ketujuh dengan mengemas 38 poin.

Bhayangkara FC juga menjadi tim promosi yang tampil bagus ketimbang PSIM Yogyakarta dan Persijap Jepara.

Menurut COO Bhayangkara FC, Sumardji, keberhasilan itu tidak lepas dari peran manajemen dalam memaksimalkan bursa transfer putaran kedua Super League 2025/2026. 

Sumardji  mengungkapkan perekrutan pemain baru dilakukan melalui proses analisa matang bersama tim pelatih dan analis.

Beberapa pemain asing baru didatangkan Bhayangkara FC seperti Ryo Matsumura, Privat Mbarga, Sho Yamamoto, dan Moussa Sidibe.

Mereka langsung cocok dengan gaya bermain Bhayangkara FC.

"Ya Alhamdulillah, jadi memang pembelian pemain baru di putaran kedua itu berdasarkan pengamatan dan analisa yang sudah berulang kali saya dan tim analis lakukan,” ujar Sumardji saat dihubungi BolaSport.com.

Menurut Sumardji, dari empat pemain yang didatangkan pada paruh musim, tiga di antaranya langsung mampu beradaptasi dengan cepat dan menyatu dengan skema permainan tim.

Ia pun senang dengan performa dari para pemain asing tersebut.

Sebut saja Ryo Matsumura, Sho Yamamoto, dan Moussa Sidibe benar-benar menunjukkan kualitasnya.

Pengalamannya di sepak bola Indonesia tidak bisa diragukan lagi.

"Dari empat pemain yang masuk, terutama tiga di antaranya, bisa dikatakan sudah langsung nyetel dengan pemain yang ada."

"Mereka tidak membutuhkan waktu adaptasi yang lama, hanya sekitar dua pertandingan,” kata Sumardji.

Perkembangan tersebut mulai terlihat saat Bhayangkara FC menghadapi Persita Tangeran dan Malut United.

Meski sempat mengalami satu hasil kurang maksimal, Sumardji menilai hal itu lebih karena faktor teknis di lapangan.

"Saat melawan Persita dan Malut United, kita bisa melihat progresnya."

"Memang ada satu pertandingan yang hasilnya kurang maksimal, tetapi itu juga karena kesalahan kita sendiri ketika melakukan pergantian pemain,” ucap Sumardji.

Ia menegaskan bahwa dalam memilih pemain, manajemen selalu berusaha menyesuaikan dengan kebutuhan pelatih agar strategi dan taktik yang diinginkan bisa berjalan optimal.

“Artinya, dalam memilih pemain memang harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan pelatih."

"Apa yang diminta pelatih, manajemen berusaha memenuhinya agar pelatih bisa meramu dan memaksimalkan pemain tersebut sesuai dengan taktik dan strategi yang diinginkan," tutup Sumardji.

 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.