Jakarta -
Demi mengenang momen indah bersama mendiang suami, seorang wanita punya cara tak biasa. Ia justru menginvestasikan uangnya untuk bikin pusat kuliner.
Kehilangan orang yang dicintai bukan perkara mudah, apalagi ditinggal selamanya oleh pasangan. Berbagai cara melalui duka pun dilakukan mereka yang ditinggalkan oleh orang tersayang, termasuk mengenang mereka melalui hal-hal yang disukai.
Salah satunya dilakukan seorang wanita asal Singapura. Dilansir dari The Strait Times, (7/3/2026), wanita tersebut adalah Lena Lee, seorang janda berusia 42 tahun yang mengenang suaminya dengan cara berbeda.
Baca juga: Promosi Aldi's Burger, Aldi Taher Justru Puji Burger Kompetitor!
Sebuah pusat kuliner unik dihadirkan oleh wanita yang secara khusus ingin mengenang mendiang suaminya. Foto: The Strait Times |
Lena memiliki latar belakang sebagai pekerja korporat. Namun kini ia memilih meninggalkan profesinya demi membantu pusat kuliner yang juga menghadirkan budaya hawker di Singapura.
Dalam membangun bisnisnya tersebut ia menggelontorkan dana hingga 800.000 Dolar Singapura atau setara dengan Rp 10,5 Miliar. Ia mendirikan tempat ini sebagai bentuk penghormatan kepada mendiang suaminya, Jeremy Ng.
Bagi pasangan tersebut, makanan bukan sekadar kebutuhan, melainkan juga cara mengekspresikan kasih sayang. Selama tiga tahun pernikahan, makan malam bersama menjadi rutinitas harian yang mereka jaga.
Lena bahkan mengingat hal kecil, seperti cara suaminya memotong daging ayam dengan sangat rapi seperti seorang ahli bedah. Namun kebahagian itu berubah menjadi duka ketika Jeremy Ng meninggal dunia akibat serangan jantung pada Juli 2020.
Ide ini datang dari rutinitas bersama mendiang suami yang selalu makan malam bersama semasa hidupnya. Foto: The Strait Times |
Kenangan tersebut yang mmebuat Lena mendirikan Jiak 99. Sebuah ruang seluas 853 meter persegi yang dirancang sebagai "hawker edutainment".
Konsepnya tak hanya pusat kuliner, tetapi juga pengalaman edukatif sekaligus hiburan tentang budaya makanan kaki lima Singapura. Pengunjung yang datang ke Jiak 99 tidak hanya makan, tetapi juga mengikuti tur berpemandu selama sekitar 45 hingga 60 menit.
Tempat ini dilengkapi dengan kafe dan kedai sungguhan. Area yang bernama Jalan Makan mempersilakan pengunjung untuk mencoba langsung nasi lemak hingga laksa khas Singapura.
Menariknya, sekitar 70 persen pengunjung Jiak 99 berasal dari luar negeri, sementara sisanya adalah warga lokal termasuk rombongan pelajar. Lena tak hanya memikirkan keuntungan finansial, ia puas banyak pelanggan yang kini menyadari pentingnya kehadiran pedagang hawker.

