Gorontalo -
Perkedel nike adalah kuliner khas Gorontalo berbahan utama ikan nike yang dicampur tepung, telur, bawang, dan daun kemangi, lalu digoreng hingga garing.
Citarasanya gurih dan paling nikmat disantap dengan nasi panas atau dabu-dabu manta saat berbuka puasa. Ikan kecil khas perairan Gorontalo memang jadi primadona warga, terutama saat bulan Puasa.
Perkedel yang ada di Indonesia sendiri diadaptasi dari frikadel pada masa kolonial Belanda. Frikadel awalnya berasal dari kuliner Prancis yang dikenal dengan nama fricandeau.
Aslinya, fricandeau adalah irisan tipis daging sapi muda, yang berevolusi menjadi frikadelle atau bola daging cincang goreng.
Ketika Prancis pada masa Napoleon Bonaparte menguasai Belanda, fricandeau mulai dikenal di Belanda. Orang Belanda menyebutnya frikadel.
Pada akhirnya, orang-orang Belanda mengenalkan makanan ini di daerah koloninya termasuk Indonesia. Frikadel Belanda berbahan kentang tumbuk halus dengan sedikit daging, dibumbui merica serta daun seledri lalu digoreng.
Kesulitan mengucapkan huruf 'f' oleh orang-orang Indonesia menyebabkan kata frikadel berubah pelafalannya menjadi perkedel.
Setelah masuk sebagai salah satu hidangan Indonesia, oleh orang Indonesia, frikadel mulai proses modifikasi disesuaikan dengan selera dan bahan lokal seperti tempe, tahu, jagung manis, dan ikan tuna, cakalang, atau tenggiri yang dihaluskan.
Termasuk di Gorontalo, perkedel dikreasikan dengan ikan nike yang banyak dijumpai di perairan Gorontalo saat musimnya. Ikan nike yang digunakan adalah ikan segar dan tidak dihaluskan, karena ukurannya sudah kecil sekali.
Penggunaan ikan nike ternyata memberikan rasa gurih dan tekstur yang unik. Inilah yang membedakan perkedel ikan nike dengan perkedel lainnya, dalam pembuatan perkedel nike wajib ditambahkan rempah daun kemangi untuk aroma khas.