TRIBUNJATIM.COM - Kemacetan lalu lintas pada periode arus mudik Lebaran 2026 menuju Pelabuhan Gilimanuk mencatat antrean kendaraan yang sangat panjang.
Ekor antrean kendaraan dilaporkan telah mencapai wilayah Banjar Tengah, Kecamatan Negara atau sekitar 35 kilometer dari pelabuhan, Minggu (15/3/2026).
Selain kemacetan panjang, sejumlah pemudik juga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.
Sebanyak 16 pemudik dilaporkan pingsan akibat kelelahan dan cuaca panas saat antre menuju pelabuhan.
Seluruh korban telah mendapatkan penanganan dari tim medis dalam Operasi Ketupat 2026.
Berdasarkan data petugas, total 17 pemudik mendapatkan layanan medis, terdiri dari 16 orang mengalami heat syncope atau pingsan akibat kelelahan dan panas.
Baca juga: Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat, Pemkab Sidoarjo Berlakukan Siaga 1
1 orang mengalami vulnus laceratum atau luka robek akibat kecelakaan dan harus mendapatkan tindakan jahit luka.
Antrean diperkirakan masih berpotensi bertambah apabila arus kendaraan di pelabuhan belum sepenuhnya terurai.
Diperkirakan sebanyak 1,691 juta penumpang diperkirakan bakal bermudik dan balik via penyeberangan di Selat Bali selama musim angkutan Lebaran 2026.
Puncak arus mudik diperkirakan berlangsung tiga hari, yakni pada 16-18 Maret.
Untuk mengatasi kepadatan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry telah mengerahkan kemampuan maksimal dengan mengoperasikan 35 unit kapal.
Sebanyak 11 kapal juga menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB), yakni berangkat kosong dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk guna mempercepat proses pengangkutan penumpang.
Kapolres Jembrana Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan seluruh petugas telah dikerahkan untuk mengatur lalu lintas di lapangan.
“Kami juga berkoordinasi lintas Polres untuk menyekat kendaraan besar menuju arah barat (Gilimanuk),” ujarnya.
Ia mengakui volume kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk meningkat signifikan dalam dua hari terakhir.
Polisi juga mengimbau pemudik untuk tetap tertib dan tidak menyerobot jalur lawan karena dapat memperparah kemacetan.
“Kami imbau pemudik untuk tertib dalam antrean dan tidak menyerobot jalur lawan karena bisa memperparah kemacetan,” tambahnya.
"Saat ini seluruh petugas sudah atensi di lapangan untuk mengatur lalu lintas. Kita juga koordinasi lintas Polres untuk menyekat kendaraan besar menuju arah barat (Gilimanuk)," jelas Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat dikonfirmasi, Minggu 15 Maret 2026.
Baca juga: Antisipasi Penumpukan Pemudik, ASDP Kerahkan 8 Kapal Feri Jumbo di Lintas Ketapang-Gilimanuk
Dia mengakui, dalam dua hari belakangan ini, kondisi peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk memang meningkat signifikan.
Meskipun begitu, pemudik diharap untuk tertib aturan alias jangan ngeblonk atau menyerobot ke jalur lawan, yang bisa memperparah kondisi kemacetan total nantinya.
Mengingat saat ini, arus kendaraan dari arah Gilimanuk menuju Denpasar juga masih cukup padat.
"Kami imbau pemudik untuk tertib di antrean dan tidak menyerobot masuk ke jalur lawan karena bisa memperparah kemacetan," imbaunya.
Di sisi lain, personel kepolisian juga memberikan pelayanan kesehatan di sejumlah titik.
Seperti di Pos Pelayanan Kesehatan yang berada di Terminal Kargo Gilimanuk, Simpang Karantina, serta sepanjang antrean sepeda motor di depan kawasan pertokoan Gilimanuk.
Tim Dokkes yang terdiri dari empat personel memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada para pemudik yang membutuhkan penanganan medis.
Petugas melakukan pemeriksaan fisik, pengecekan tanda vital, serta memberikan terapi sesuai dengan indikasi medis.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para pemudik tetap terjaga selama perjalanan menuju kampung halaman.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati melalui Kasi Humas Polres Jembrana Ipda I Putu Budi Arnaya mengatakan bahwa pelayanan kesehatan bagi pemudik merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat selama arus mudik berlangsung.
“Polres Jembrana melalui tim Dokkes terus siaga memberikan pelayanan kesehatan kepada para pemudik yang melintas di wilayah Gilimanuk."
"Kami ingin memastikan para pemudik tetap dalam kondisi sehat dan aman selama perjalanan. Apabila masyarakat merasa lelah atau mengalami gangguan kesehatan, kami mengimbau agar segera memanfaatkan pos pelayanan yang telah disediakan,” ujarnya.
Dia juga mengingatkan para pemudik agar tetap menjaga kondisi fisik selama perjalanan, cukup beristirahat, serta tidak memaksakan diri apabila mengalami kelelahan, mengingat kepadatan arus mudik di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk cukup tinggi.
"Satu pesan lagi agar pemudik tidak menyerobot kendaraan lain saat terjadi antrean. Itu bisa memicu penumpukan kendaraan lebih parah. Kami mohon tertib dan ikuti arahan petugas di lapangan," imbaunya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.