Ia sedang menjadi bahan perbincangan karena merazia warung-warung Aceh.

Semua bermula dari penemuan dugaan aliran dana terhadap oknum aparat hingga media sebagai beking dalam praktik jual beli obat terlarang di warung yang dikenal sebagai 'warung Aceh'.

Kemudian ada viral pemudik menjadi korban pemalakan di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pemudik asal Pandeglang itu diberhentikan oleh sejumlah orang.

Mereka meminta uang dengan dalih pengawalan karena mobil berasal dari luar daerah.

Berikut rangkuman berita populer regional selengkapnya selama 24 jam terakhir:

1. Sosok Wali Kota Tegal Dedy Yon Razia Warung Aceh, Ada Buku Tertulis Kodim, Koramil, hingga Media

TEMUAN RAZIA - Wali Kota Tegal, Dedy Yon temukan bukti hasil razia Warumg Aceh di Tegal, selain obat keras seperti Tramadol, ditemukan juga buku catatan diduga setoran aliran dana ke oknum sebagai beking. (Instagram/@pemkot.tegal/@badanperwakilannetizen)

Terungkap penemuan dugaan aliran dana terhadap oknum aparat hingga media sebagai beking dalam praktik jual beli obat terlarang di warung yang dikenal sebagai 'warung aceh'.

Fakta tersebut terungkap setelah Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menggelar dan memimpin jalannya razia terhadap sejumlah warung di Kota Tegal, Kamis (26/3/2026).

Dalam akun Instagram @pemkot.tegal, terlihat Dedy Yon dan tim gabungan dari BNN Kota Tegal, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta aparat Kepolisian melakukan pembongkaran.

Warung tersebut terlihat seperti warung yang menjual kebutuhan sehari-hari, namun disinyalir menjual obat-obatan keras tanpa resep dokter di Jalan AR Hakim, Kapten Sudibyo, Kolonel Sugiono, Dr. Cipto Mangunkusumo, hingga Kapten Ismail. 

“Kita sidak secara langsung bersama Kepolisian dan BNN. Dari tujuh warung, semuanya kita bongkar agar tidak ada lagi praktik berkedok seperti ini,” ujar Dedy Yon.

Adapun dalam penggerebekan, petugas menemukan indikasi penjualan sejumlah obat keras seperti Tramadol, Hexymer 2, dan jenis lainnya yang seharusnya hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Informasi yang beredar, petugas juga mengamankan sebuah buku tebal berwarna hijau yang diduga berisi catatan aliran dana.

Buku tersebut disinyalir merupakan daftar setoran kepada sejumlah oknum yang selama ini menjadi "beking" operasional warung-warung tersebut. 

Terdapat tulisan Kodim, Koramil, hinggga Media yang diduga tercatat dalam buku daftar setoran aliran dana.

Lantas siapa sosok Dedy Yon Wali Kota Tegal?

Dirangkum Tribunnews.com, Dedy Yon merupakan pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah pada 14 Agustus 1980.

Baca selengkapnya.

2. Kisah Efraim Membangun Warung Soto dari Kecintaan Menjelajah Kuliner

SOTO WINONG - Efraim Andhanny Chrisanto Soeyoedi (31), pemilik Soto Winong Mas Bagong di Winong, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah.
SOTO WINONG - Efraim Andhanny Chrisanto Soeyoedi (31), pemilik Soto Winong Mas Bagong di Winong, Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. (Istimewa)

Di tengah geliat kuliner di wilayah Solo Raya, sebuah warung sederhana di Dusun Winong, Kelurahan Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menyimpan kisah tentang keberanian memulai dari nol. 

Warung itu adalah Soto Winong Mas Bagong, yang dirintis oleh Efraim Andhanny Chrisanto Soeyoedi, atau akrab disapa Mas Bagong.

Efraim lahir dan besar di Solo, tepatnya di daerah Banyuanyar.

Lingkungan yang lekat dengan budaya dan kuliner tradisional membentuk kecintaannya terhadap makanan, khususnya soto.

Sejak muda, ia memiliki kebiasaan berkeliling mencicipi berbagai soto, baik di dalam kota maupun luar daerah.

“Saya memang dari dulu suka sekali makan soto. Hampir di setiap kesempatan saya coba warung soto yang berbeda, baik di Solo maupun luar kota,” ujar Efraim, saat diwawancarai Tribunnews di Soto Winong Mas Bagong, Sabtu (28/3/2026).

Dari kebiasaan itu, muncul keinginan untuk memiliki usaha kuliner sendiri.

Kesempatan datang ketika keluarganya memiliki lahan kosong di daerah Jatikuwung.

Meski lokasi tersebut berada di dalam gang dan tidak tergolong strategis, Efraim melihat potensi yang bisa dikembangkan.

“Awalnya memang sederhana, saya hanya ingin punya usaha kuliner. Kebetulan orang tua punya lahan kosong, akhirnya saya coba manfaatkan untuk buka warung soto,” jelasnya.

Nama Soto Winong Mas Bagong sendiri memiliki makna personal.

“Winong” diambil dari nama dusun tempat warung berdiri, sementara “Mas Bagong” adalah panggilan akrab yang sudah melekat sejak masa sekolah.

“Teman-teman dari SMP sampai sekarang panggil saya Bagong, jadi sekalian saya pakai sebagai identitas usaha,” katanya.

Baca selengkapnya.

3. Aniaya Warga, Kasat Binmas Polres Bulukumba Mengaku Khilaf karena Rumah Orang Tuanya Dilempari Batu

Ilustrasi Polisi.
POLISI ANIAYA WARGA - Kolase Tribunnews.com: Ilustrasi polisi tewas. (ISTIMEWA) Kasat Binmas Polres Bulukumba, AKP Abdul Rahman Mubin mengaku khilaf hingga menganiaya seorang warga bernama Karim. Karim dianiaya di tahanan Polsek Kajang, Kamis (26/3/2026) malam. (KOMPAS.com/NURWAHIDAH)

Kasat Binmas Polres Bulukumba, AKP Abdul Rahman Mubin mengaku khilaf hingga menganiaya seorang warga bernama Karim.

Karim dianiaya di tahanan Polsek Kajang, Kamis (26/3/2026) malam.

Penganiayaan itu dilakukan Abdul Rahman Mubin lantaran emosi setelah mendapat kabar bahwa rumah orangtuanya di Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dilempari batu oleh seseorang.

Kabar itu diterimanya melalui sambungan telepon dari keluarganya.

Sementara orang tuanya saat itu dalam keadaan sakit dan baru selesai menjalani perawatan medis.

Setibanya di lokasi, Abdul Rahman Mubin, mendapati rumah panggung milik orang tuanya dalam kondisi berantakan.

Batu berserakan dan beberapa perabot rumah tangga rusak.

Mantan Kapolsek Bulukumpa itu kemudian menuju Polsek Kajang dan menganiaya korban Karim.

Baca selengkapnya.

4. Bule Australia Kaget Harga BBM di Indonesia Rp12.300/Liter, di Negaranya Tembus Rp50 Ribu

POM BENSIN - Bule Australia soroti BBM Lombok Rp12.300/liter saat negaranya krisis energi, harga melonjak akibat konflik Timur Tengah.
POM BENSIN - Bule Australia soroti BBM Lombok Rp12.300/liter saat negaranya krisis energi, harga melonjak akibat konflik Timur Tengah. (HO/IST/dok, Pertamina Patra Niaga)

Seorang pria asal Australia, Yousof Dib, menjadi sorotan setelah mengungkap perbedaan mencolok harga bahan bakar minyak (BBM) antara Indonesia dan negaranya.

Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @traditional_legacies1, ia menunjukkan bahwa harga bensin di Lombok, Nusa Tenggara Barat, hanya sekitar Rp12.300 per liter.

Diketahui, Rp 12.300 per liter adalah harga terbaru untuk BBM jenis Pertamax (RON 92)yang berlaku mulai 1 Maret 2026 di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Kenaikan ini merupakan bagian dari penyesuaian harga BBM non-subsidi yang diumumkan oleh Pertamina.

Sementara itu untuk jenis lainnya, Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter, Dexlite: Rp 14.200 per liter, Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter, Pertalite (Subsidi): Tetap Rp 10.000 per liter, dan Solar (Subsidi): Tetap Rp 6.800 per liter

Dalam video tersebut, Dib tampak mengisi bahan bakar di sebuah SPBU sambil mengungkapkan keterkejutannya terhadap harga yang dinilai sangat murah dibandingkan di Australia. 

Video itu pun langsung menarik perhatian publik, terutama di tengah kekhawatiran krisis pasokan energi global.

“Tidak tahu kenapa kita harus membayar 3 dolar per liter di Australia dan negara lain,” ujar Dib dalam videonya.

Jika mengkalkulasikan menggunakan kurs Dollar Amerika Serikat, maka 3 dollar AS itu setara dengan Rp 50.972,40.

Ia bahkan mengajak masyarakat dunia untuk mempertimbangkan tinggal di Lombok yang menurutnya menawarkan biaya hidup lebih terjangkau, termasuk harga bahan bakar dan makanan.

Baca selengkapnya.

5. Pemudik Kaget Dipalak di Tanah Abang, Tiga Pria Meminta Bayaran ‘Uang Kawal’

PASAR TANAH ABANG - Warga beraktivitas di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (23/3/2026).
PASAR TANAH ABANG - Warga beraktivitas di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (23/3/2026). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Seorang pemudik asal Pandeglang, Arif, kaget ketika tiba-tiba dipalak tiga pria di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dengan dalih meminta “uang kawal” atau “uang wilayah”, para pelaku memaksa Arif menyerahkan uang dan merampas kartu e-money miliknya, disertai ancaman kekerasan.

Aksi pemalakan ini pun viral di media sosial.

Aksi pemalakan terhadap pemudik terjadi di kawasan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dan menjadi viral di media sosial pada Sabtu (28/3/2026).

Korban bernama Arif, pemudik asal Pandeglang, mengaku kaget saat didatangi tiga pria tak dikenal pada Jumat (27/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, ia tengah menepi di pinggir jalan untuk membuka aplikasi penunjuk arah.

Arif menjelaskan, dirinya baru saja pulang mudik dari Pandeglang dan hendak kembali ke Bandung. Namun situasi mendadak berubah ketika tiga pria menghampirinya.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.