Jakarta (ANTARA) - Meningkatnya WNI di luar negeri membuka peluang bisnis restoran Indonesia yang menjanjikan, kata Duta Besar RI untuk Ukraina merangkap Armenia dan Georgia Arief Basalamah.


"Semakin tersebarnya WNI di luar negeri, khususnya di Armenia dan negara sekitarnya, menjadikan bisnis restoran Indonesia sebagai investasi yang menguntungkan," katanya dalam siaran pers Kedutaan Besar RI di Kiev, Ukraina, Selasa (14/4).


Ia mengatakan dengan pengelolaan profesional, restoran Indonesia dapat menarik pelanggan tidak hanya dari WNI, tetapi juga wisatawan dan pecinta kuliner yang tertarik pada cita rasa Nusantara.


Arief menambahkan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan RI dapat memfasilitasi lokakarya tentang peluang bisnis kuliner Indonesia.


Kegiatan tersebut dapat menghadirkan pemilik restoran sukses untuk berbagi pembelajaran dan praktik terbaik kepada para pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta.






Salah satu contoh restoran Indonesia adalah Little Bali yang berlokasi di Yerevan, Armenia.


Restoran bertema alam Indonesia itu berada dekat Taman Cascade, salah satu tujuan wisata populer di kota tersebut.


Didirikan pada 2024 oleh diaspora Indonesia Fugen Chandra, restoran tersebut menawarkan menu seperti nasi goreng, soto ayam Madura, dan nasi Padang.


"Saat ini pelanggan tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga masyarakat lokal, wisatawan mancanegara, dan ekspatriat di Yerevan," katanya.


Berdasarkan data KBRI Kiev dan Kantor Ekstensinya di Tbilisi, terdapat sekitar 30 hingga 50 WNI dan diaspora Indonesia di Armenia.






Sebagian besar merupakan pekerja migran serta WNI yang menikah dengan warga setempat.