TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mantan Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak dua periode (2011-2015 dan 2015-2019), Prof. Thamrin Usman meninggal dunia pada Selasa 14 April 2026 sekitar pukul 00.07 WIB di usia 63 tahun.

Kepergian salah satu putra terbaik Kalimantan Barat (Kalbar) itu menyimpan duka mendalam bagi sejumlah tokoh.

Sejumlah tokoh mulai dari sivitas akademika hingga pejabat daerah diketahui hadir di prosesi salat jenazah yang digelar di Masjid Al-Muhtadin.

Rektor Untan: Beliau Teladan Bagi Kami

Rektor Untan, Garuda Wiko mengatakan di bawah kepemimpinan Prof. Thamrin Usman, Untan dinilai berhasil meraih berbagai capaian penting dalam pengembangan institusi dan kualitas pendidikan.

“Beliau adalah teladan bagi kami. Semangat kepemimpinan dan pengabdiannya di dunia pendidikan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika Universitas Tanjungpura dan juga masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan Prof. Thamrin Usman dapat terus dilanjutkan oleh seluruh civitas akademika, khususnya dalam memajukan dunia pendidikan di Kalimantan Barat.

• Sutarmidji Kenang Sosok Prof Thamrin Usman, Rektor Visioner yang Tinggalkan Jejak Besar di Untan

Sutarmidji Kenang Sosok Tegas

Mantan Gubernur Kalbar, Sutarmidji turut mengikuti prosesi salat jenazah Prof. Thamrin Usman

Setelah itu, Sutarmidji menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. 

Ia mengenang Prof. Thamrin Usman sebagai pemimpin yang tegas dan penuh dedikasi saat menjabat sebagai Rektor Untan selama dua periode.

“Saya sebagai Ketua Ikatan Alumni Untan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Prof. Dr. Thamrin Usman. Beliau ketika menjadi Rektor Untan sangat banyak karyanya, seperti pengembangan Fakultas MIPA, kemudian Fakultas Kedokteran, dan banyak hal lainnya,” ujar Midji yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Mujahidin Pontianak.  

Menurutnya, di bawah kepemimpinan almarhum, Universitas Tanjungpura mengalami berbagai kemajuan signifikan, baik dari sisi kelembagaan maupun pengembangan akademik. Sosok Prof. Thamrin juga dikenal memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan visioner.

Selain kiprahnya di dunia pendidikan, Sutarmidji juga mengungkapkan bahwa almarhum pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Mujahidin. Keduanya bahkan kerap berdiskusi mengenai berbagai gagasan untuk kemajuan Kalimantan Barat.

“Beliau juga pernah menjadi Ketua Yayasan Mujahidin. Kami sering berdiskusi untuk kemajuan Kalbar. Karya-karya ilmiah beliau sebagai guru besar juga sangat banyak,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejumlah pemikiran almarhum, termasuk di bidang energi seperti pengembangan bahan bakar berbasis nabati, dinilai relevan dengan perkembangan saat ini.

“Sebetulnya kalau kita lihat, gagasan beliau sudah mengarah ke pengembangan seperti diesel B30, B40, hingga B50. Itu pemikiran yang visioner dan bisa ditindaklanjuti untuk kebaikan Kalbar,” katanya.

Sutarmidji pun mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima.

“Mudah-mudahan beliau husnul khatimah, diampuni dosa-dosanya, diterima segala amal ibadahnya, dan mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan duka cita atas nama jajaran pengurus IKA Untan dan Yayasan Mujahidin, serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“Atas nama IKA Untan dan Yayasan Mujahidin, kami turut berduka sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkasnya.

• Profil Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA Wafat Usia 63 Tahun Lengkap Jejak Pencapaian dan Prestasi

Profil Prof. Thamrin Usman

-Nama: Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA

-Lahir: 10 November 1962 (umur 63), Pontianak, Indonesia

-Meninggal: 14 April 2026, Pontianak, Indonesia

-Istri: Hj. Dewi Ayumi, S.E

-Almamater: ENSCT-INP Universitas Gadjah Mada

-Pekerjaan: Akademisi

-Pendidikan:

  • S3 Kimia Agroindustri, ENSCT-INP, Toulouse, France (1997)
  • S2 Kimia Agroindustri, ENSCT-INP, Toulouse, France (1994)
  • S1 Kimia Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia (1987)
  • SMA Negeri 2, Pontianak, Indonesia (1981)

-Karier Akademik:

  • Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untan
  • Rektor Universitas Tanjungpura (2011–2015, 2015–2019)

-Bidang Keahlian: Kimia Agroindustri, riset biodiesel dari limbah kelapa sawit

-Prestasi:

  • Mendirikan FMIPA Untan
  • Memiliki paten inovasi biodiesel berbasis limbah sawit
  • Aktif sebagai peneliti, penulis, dan tokoh pendidikan Kalimantan Barat

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.