TRIBUNSTYLE.COM - Wangi gurih santan langsung menyeruak begitu seporsi Nasi Liwet tersaji hangat di depan mata.
Di balik tampilannya yang sederhana, kuliner khas Kota Solo ini menyimpan daya pikat yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
Tak sekadar lezat, nasi liwet seperti menghadirkan cerita lama yang hidup kembali.
Dalam Filosofi Kuliner Nasi Liwet Khas Solo, disebutkan bahwa nasi liwet merupakan hasil perpaduan rasa, budaya, dan kreativitas warga Solo.
Namun perjalanan hidangan ini tidak selalu semeriah sekarang.
Di masa lalu, nasi liwet justru dikenal sebagai sajian yang sakral.
Ia hanya dihidangkan pada momen-momen tertentu, mulai dari selamatan hingga upacara adat yang kental dengan nilai spiritual.
Penyajiannya pun sederhana.
Baca juga: Jinju Korean Eatery: Kuliner Korea Autentik dan Instagramable di Solo, Harganya Ramah di Kantong
Nasi liwet biasanya disajikan di atas daun pisang dalam satu wadah besar.
Kemudian disantap bersama-sama oleh banyak orang.
Momen ini menjadi simbol kebersamaan dan kehangatan keluarga.
Seiring waktu, wajah nasi liwet perlahan berubah.
Dari hidangan eksklusif, kini ia menjelma menjadi kuliner rakyat yang merakyat.
Transformasi ini justru membuatnya semakin dicintai.
Kini, nasi liwet bisa ditemukan dengan mudah di berbagai sudut kota.
Terutama saat malam tiba, pesona nasi liwet justru semakin terasa.
Aroma santan yang menguar di udara malam menciptakan suasana yang khas.
Lampu jalan yang redup menambah sentuhan romantis yang sulit dilupakan.
Bagi banyak orang, menikmati nasi liwet di malam hari adalah pengalaman yang penuh nostalgia.
Penjual Nasi Liwet ini cukup mudah ditemukan di mana-mana, bahkan ada yang berjualan di kaki lima.
(TribunStyle.com/Putri Asti)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.