TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Barcelona, Hansi Flick tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Blaugrana tersingkir dari Liga Champions, pada Rabu (15/4/2026) dini hari WIB.
Meski menang 2-1 pada leh kedua babak perempat final melawan Atletico Madrid di Estadio Metropolitano, Barcelona gagal membalikkan defisit 0-2 dari leg pertama.
Agregat 3-2 memastikan Atletico Madrid lolos ke semifinal, sementara Barcelona harus mengubur mimpi lolos ke semifinal.
Flick mengakui timnya tampil dominan di leg kedua, terutama pada babak pertama.
Hal itu terbukti dengan Barcelona yang mampu unggul cepat melalui gol Lamine Yamal (menit ke-4) dan Ferran Torres (menit ke-24).
Namun gol balasan Ademola Lookman (menit ke-31) membuat agregat tetap unggul bagi Atletico.
Setelah itu, segalanya semakin sulit bagi Barca ketika Eric Garcia diganjar kartu merah pada babak kedua, memaksa Barcelona bermain dengan 10 orang.
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Flick menyatakan kekecewaannya secara terbuka.
Ia menyoroti banyaknya peluang yang gagal dimanfaatkan timnya.
"Kami kecewa. Kami memiliki banyak peluang. Kami memiliki kesempatan untuk unggul 3-0 dan kemudian kami kebobolan gol itu. Kami kecewa," ucap Hansi Flick dikutip dari MARCA.
Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi kepada Lamine Yamal dkk.
Flick memuji Barca tetap bermain mendominasi laga meski bermain dengan 10 pemain.
"Kami memainkan pertandingan yang fantastis. Kami bermain dengan satu pemain kurang dan timnya luar biasa," kata Flick.
"Saya sangat menghargai apa yang saya lihat hari ini. Kami kurang beruntung. Begitulah kenyataannya. Kita harus menerimanya," lanjutnya.
Baca juga: Fakta Hasil Liga Champions: Gasak Barcelona, Atletico Madrid Kembali ke Semifinal Sejak 2017 Silam
Lebih lanjut, Flick menekankan bahwa sepak bola sering ditentukan oleh detail kecil, serta mentalitas dan sikap pemain yang sudah maksimal.
"Itulah sepak bola, semuanya tentang detail kecil," tegas pelatih asal Jerman tersebut.
"Kita perlu melakukan hal-hal yang lebih baik, tetapi mentalitas dan sikap tim telah memberikan segalanya."
"Itulah yang ingin kita lihat. Mereka melakukan pekerjaan yang fantastis, tetapi kita tidak mendapatkannya," tutupnya.
Menurut Flick, Barcelona pantas bangga dengan perjuangan mereka. Tim muda Blaugrana berani bermain mendominas penguasaan bola.
Namun, kurangnya ketajaman di depan gawang menjadi penentu kekalahan.
Kekecewaan Flick semakin terasa karena Barcelona gagal melanjutkan tren positif di kompetisi Eropa.
Tersingkirnya Barcelona di perempat final ini menjadi pukulan bagi ambisi mereka musim ini.
Sebelumnya, mereka sudah tersingkir di Copa del Rey setelah juga digasak Atletico Madrid di babak semifinal.
Kini Barcelona hanya tinggal fokus memenangi trofi Liga Spanyol musim ini.
Dengan masih menyisahkan tujuh pertandingan di Liga Spanyol, Barcelona saat ini memimpin puncak klasemen dengan 79 poin unggul sembilan angka dari Real Madrid yang berada di peringkat kedua.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.