TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Hujan deras disertai angin yang mengguyur wilayah Purwokerto, Selasa (14/04/2026) siang mengakibatkan banjir di sejumlah titik.
Salah satu lokasi terdampak berada di Kelurahan Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara. Banjir datang secara tiba-tiba dengan arus deras hingga membuat penghuni kosan panik dan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Penjaga kosan putri Lavender, Wasimin, mengatakan air datang mendadak saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
"Airnya deras sekali, mendadak langsung masuk sampai ke garasi. Anak-anak kos panik, lalu lapor damkar. Ini baru pertama kali terjadi, tiba-tiba air sudah masuk," ujarnya.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut berlangsung sekitar setengah jam dan menyerupai banjir bandang. Bahkan, pintu kos sempat tidak bisa dibuka karena tertahan derasnya air.
"Waktu itu pintu tidak bisa dibuka karena tertahan air. Motor-motor anak kos juga sempat terendam," tambahnya.
Diketahui, terdapat delapan kamar kos di lokasi tersebut dan seluruh penghuni berada di dalam saat kejadian berlangsung. Banjir paling parah dialami oleh rumah milik Eliana Nurul Hidayah (63).
Ia yang tinggal di perumahan Puri Intan menyebut air masuk ke dalam rumah secara tiba-tiba saat hujan deras dan angin terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
"Tiba-tiba air langsung masuk ke rumah setinggi perut. Saya panik, langsung menyelamatkan diri dan minta tolong ke tetangga. Masuk rumah juga sudah susah," ungkapnya kepada TribunJateng.com.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang milik korban rusak, termasuk perabotan dan barang elektronik yang tidak sempat dievakuasi.
"Kursi dan barang elektronik kena semua. Saya hanya berdua dengan dua anak kecil saat itu," katanya.
Tak hanya itu, tembok rumah miliknya juga jebol akibat derasnya aliran air. Ia mengaku sebelumnya telah mengusulkan pembangunan tembok ganda, namun belum terealisasi.
"Padahal saya sudah bangun tembok sendiri. Pernah minta tembok dobel tapi tidak ada realisasi," ujarnya.
Eliana juga mengaku mengalami kerugian cukup besar, termasuk ikan gurame senilai Rp3,1 juta yang hanyut terbawa banjir.
Jebolnya tembok rumahnya itu diduga dipengaruhi di samping rumahnya diketahui terdapat proyek pembangunan kawasan wisata milik swasta yang mencakup wahana air, kafe, dan restoran.
Ia berharap ada penanganan serius dari pihak terkait, khususnya terkait sistem drainase dan pembangunan di sekitar lokasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Lurah Pabuaran, Winarni, membenarkan adanya satu rumah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir tersebut.
"Ada satu rumah yang paling terdampak. Temboknya merupakan tembok pribadi. Memang di sekitar lokasi ada proyek, dan seharusnya tembok dibuat masing-masing. Namun, drainasenya tidak kuat menahan debit air hingga akhirnya jebol," jelasnya.
Ketua RT 5 RW 1 Kelurahan Pabuaran, Yuli Purnomo, menambahkan warga sebelumnya telah mengeluhkan kondisi tersebut.
"Kami sudah komplain karena sebelumnya juga pernah jebol. Sudah beberapa kali dimediasi dan kami minta dibuatkan tembok dobel, tapi belum ada realisasi," katanya.
Ia menambahkan, aliran air yang deras berasal dari irigasi sawah di sekitar lokasi. (Permata Putra Sejati)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.