TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM — Seorang pria lanjut usia berinisial RS (67), warga Desa Tamansari, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, ditemukan tidak bernyawa.

Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh anggota keluarganya sendiri berinisial YA (37), Sabtu (18/4/2026). 

Kronologi kejadian bermula dari Pertemuan di Kebun.

Kapolsek Gunungsari, Iptu Ida Bagus Adnyana Putra, mengungkapkan bahwa peristiwa diawali ketika terduga pelaku mendatangi korban untuk membicarakan persoalan keuangan di antara keduanya.

Pertemuan itu tidak berlangsung damai. 

Ketika terduga pelaku mengajak korban untuk kembali ke rumah, korban menolak. 

Baca juga: Pria di Lombok Barat Diduga Tewas Dianiaya Keluarga Sendidri usai Cekcok soal Uang

Penolakan itulah yang kemudian memicu pertengkaran mulut hingga berujung pada perkelahian fisik.

"Awalnya terduga pelaku datang menemui korban untuk membahas masalah uang. Saat diajak pulang, korban menolak dan terjadi cekcok hingga berujung perkelahian," ujar Iptu Ida Bagus.

Cekcok Berlanjut di Rumah

Pertikaian tidak berhenti di kebun. 

Konflik kembali memanas saat keduanya berselisih di sekitar rumah. 

Pada titik inilah situasi mencapai puncaknya, terduga pelaku diduga kembali melancarkan tindakan kekerasan terhadap korban.

"Terduga pelaku kembali melakukan kekerasan, hingga korban terbentur tembok dan tidak sadarkan diri," jelas Ida Bagus.

Sejumlah saksi yang berada di lokasi berupaya melerai pertikaian. 

Setelah sempat dibersihkan dari darah di bagian wajah, korban kembali jatuh dan kehilangan kesadarannya. 

Warga yang khawatir segera membawa korban ke Puskesmas Gunungsari untuk mendapatkan pertolongan medis, namun nyawa korban RS tidak dapat diselamatkan.

Kerap Berselisih Sebelumnya

Korban dan terduga pelaku diduga memiliki hubungan sebagai ayah dan anak kandung. 

Hubungan keduanya disebut kerap diwarnai perselisihan jauh sebelum insiden maut ini terjadi.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian. 

Sejumlah saksi diperiksa, lokasi kejadian diamankan, dan terduga pelaku YA langsung ditahan guna menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

Jenazah RS turut dibawa untuk menjalani visum guna memastikan penyebab kematian secara medis dan legal.

"Terduga pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut," tegas Ida Bagus.

Kasus ini kini masih ditangani pihak kepolisian secara intensif.

(*)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.