TRIBUNNEWSMAKER.COM - Keluarga korban akhirnya angkat bicara terkait insiden kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk kontainer di Simpang Tugu Wisnu Manahan pada Selasa (21/4/2026) sore.

Peristiwa tersebut merenggut nyawa dua mahasiswa muda berinisial LN (20) dan A (20), yang tengah menempuh pendidikan di Kota Solo.

Meski diliputi duka mendalam, pihak keluarga menunjukkan sikap lapang dada dalam menghadapi musibah tersebut.

Mereka menyatakan telah mengikhlaskan kepergian kedua korban sebagai bagian dari takdir yang harus diterima.

Pihak kepolisian dari Polresta Solo juga telah menjalin komunikasi dengan keluarga korban yang berdomisili di Sulawesi Selatan.

Komunikasi itu difasilitasi melalui perwakilan kampus tempat kedua korban menempuh pendidikan.

Menurut keterangan aparat, keluarga yang hadir melalui perwakilan kampus telah menyampaikan sikap menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Hal ini membuka peluang penyelesaian perkara melalui pendekatan yang lebih humanis.

Kepolisian pun mempertimbangkan opsi keadilan restoratif sebagai jalan penyelesaian kasus.

"Kami tidak bisa memaksa keluarga untuk terus lanjut jika mereka memang menginginkan penyelesaian secara kekeluargaan.

Selama ada kesepakatan damai, kita bisa buatkan RJ-nya sesuai ketentuan yang sah dalam KUHAP," ungkap Yuli Nurus Yani, Rabu (29/4/2026).

Baca juga: Fakta Kecelakaan 2 Mahasiswi di Manahan Solo, Korban Asal Gowa Sedang Magang, Sopir Truk Diperiksa

 

TERLINDAS - Kecelakaan maut terjadi di simpang tugu Wisnu Manahan, Solo, pada Selasa (21/4/2026) sore. Dua perempuan yang mengendarai motor terseret dan terlindas truk boks hingga meninggal dunia.
TERLINDAS - Kecelakaan maut terjadi di simpang tugu Wisnu Manahan, Solo, pada Selasa (21/4/2026) sore. Dua perempuan yang mengendarai motor terseret dan terlindas truk boks hingga meninggal dunia. ((Ist)/TribunSolo.com/Istimewa/Tangkap Layar CCTV Dishub Surakarta)

Diduga Sopir Kurang Konsentrasi

Di sisi lain, Yuli menuturkan pihaknya telah melakukan pendalaman terkait proses hukum atas insiden tersebut.

Dari hasil penyelidikan, Yuli mengatakan bahwa penyebab kecelakaan diduga kuat karena sopir truk kurang konsentrasi saat berkendara sebelum kejadian.

Dalam keterangannya, sopir truk VRI (23) mengatakan bahwa sebelum kejadian ia terlalu fokus memperhatikan lampu lalu lintas (traffic light) karena ingin mengikuti kendaraan besar di depannya.

BARANG BUKTI. Sepeda motor Honda Fazio warna biru muda dengan plat nomor AD 2908 CAA yang dikendarai dua korban kecelakaan lalu lintas di simpang tugu Wisnu Manahan Solo kemarin diamankan di Mapolresta Solo. ((Ist)/TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Baca juga: Korban Kecelakaan Tugu Wisnu Manahan Solo Ternyata Mahasiswa Magang Kadin, Pintar & Mudah Bergaul

"Sopir truk menyatakan konsentrasinya ke lampu. Saat itu ada truk kontainer di depannya yang masih jalan saat lampu kuning, jadi dia ikut membuntuti agar tetap bisa lewat," tambah Yuli.

Tak hanya itu, Yuli meneruskan bahwa ada indikasi truk menerobos lampu merah. Hal itu didasari temuan bahwa sesaat sebelum kejadian, kendaraan yang melaju dari arah selatan sudah mulai bergerak maju.

"Kalau melihat dari sisi selatan sudah jalan, seharusnya dari arah utara sudah lampu merah," urai Yuli.

Saat ini, pihak kepolisian ditegaskan Yuli tengah menunggu keputusan dari kedua pihak terkait kelanjutan kasus insiden kecelakaan tersebut.

(Tribunnewsmaker.com/ TribunSolo)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.