TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG - Satu orang korban selamat dalam kecelakaan bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, akan dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang.

Korban tersebut diketahui bernama Ngadiono (44), warga Desa Tlogoayu, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, yang kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.  

“Untuk proses pemulihan pascaoperasi, korban akan menjalani perawatan secara penuh di RS Bhayangkara sampai sembuh,” ujar Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Rumah Sakit Bhayangkara M Hasan Palembang, Kombes Pol Budi Susanto, saat menggelar konferensi pers, Kamis (7/5/2026). 

Budi menjelaskan, kondisi Ngadiono mengalami luka bakar 50 persen.

Dengan demikian, proses evakuasi pun bisa dilakukan dengan helikopter. 

Berbeda dua korban lain, yakni Jumiatun (35), istri Ngadiono, warga Pati, dan Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal, mereka mengalami luka bakar 90 persen sehingga tak bisa dibawa dengan helikopter. 

“Dua korban lain dibawa menggunakan ambulans, karena kondisi mereka yang tidak dimungkinkan,” kata Budi. 

“Ketiga korban ini akan dievakuasi ke Palembang besok pagi (Sabtu hari ini—Red) dengan jalur darat dan helikopter,” jelasnya. 

Sementara itu, tim DVI dari Polda Sumatera Selatan dan Mabes Polri kesulitan melakukan identifikasi terhadap 16 jenazah korban kecelakaan bus ALS yang terbakar di Muratara.

Sebab, kondisi keseluruh korban mengalami luka bakar 90 persen karena terbakar hangus.

“Kondisi jenazah sudah sangat sulit dikenali karena terbakar hangus. Beberapa tulang sudah hancur dan gigi hancur,” kata Budi. 

Dia menjelaskan, saat ini tim DVI sedang mengumpulkan sampel yang masih bisa dianggap akurat untuk mengidentifikasi jenazah para korban.

Sampel tersebut akan dikirim ke laboratorium Mabes Polri untuk dilakukan pencocokan.

“Kami sedang memilih sampel yang terbaik untuk dikirim,” ujarnya.

Sebelumnya, bus ALS bertabrakan berpelat nomor BK 7778 DL dengan truk tangki minyak BG 8196 QB milik PT Serelaya di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Sumatra Selatan, Rabu (6/5/2026) siang.

Benturan keras menyebabkan kedua kendaraan langsung terbakar dan menewaskan 16 orang. 

Kasatlantas Polres Musi Rawas Utara, AKP M Karim mengatakan, sopir bus ALS bernama Alif (44), asal Jawa Tengah, meninggal dunia dalam kondisi terbakar.

Seorang kernet bus bernama M Fadli, asal Riau, selamat setelah memecahkan kaca bus, sedangkan kernet lainnya, Saf (50), asal Medan, ikut meninggal dunia di dalam bus. 

“Untuk pengemudi mobil tangki bernama Yanto bersama kernetnya, yakni Martini, meninggal dunia. Keduanya merupakan warga Belani, Kabupaten Muratara,” kata Karim, Rabu. (Kompas.com/Tribun Sumsel)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.