TRIBUNNEWS.COM - Kasus dugaan penganiayaan yang menyeret mantan istri Andre Taulany, Rien Wartia Trigina alias Erin, masih menjadi perhatian publik.
Perselisihan antara Erin dan asisten rumah tangganya (ART), Herawati, kini memasuki ranah hukum setelah laporan resmi dilayangkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.
Dugaan penganiayaan fisik itu disebut terjadi pada 28 April 2026.
Tak lama berselang, laporan tersebut didaftarkan dengan nomor LP/1680/IV/2026/Polres Metro Jakarta Selatan tertanggal 29 April 2026.
Kasus ini pun turut mendapat sorotan dari pengacara kondang, Hotman Paris.
Pemilik nama lengkap Hotman Paris Hutapea ini memberikan pandangan hukum terkait proses pembuktian dalam kasus dugaan kekerasan yang dilaporkan oleh ART tersebut.
Menurut Hotman, dalam perkara dugaan kekerasan, keberadaan visum dan saksi menjadi hal penting dalam proses penyidikan.
"KDRT sudah pasti kalau ada visum ada saksi ya udah itu aja," ujar Hotman, dikutip Tribunnews dalam YouTube Reyben Entertainment, Jumat (8/5/2026).
Ia menegaskan, tanpa adanya hasil visum, proses penyidikan biasanya akan sulit berjalan lebih jauh.
"Pada dasarnya penyidikan tidak berlangsung kalau visum tidak ada," jelasnya.
Hotman juga menjelaskan bahwa pembuktian menjadi poin utama dalam perkara dugaan penganiayaan.
Baca juga: Penyalur ART Bantah Andre Taulany Terlibat soal Laporan ART Terhadap Rien Wartia
Jika bukti kekerasan tidak ditemukan, maka proses penyidikan bisa saja berhenti di tengah jalan.
"Kalau bukti penganiayaan tidak ada proses pembuktiannya tidak ada bisa macet, penyidikannya bisa berhenti."
Tak hanya soal dugaan kekerasan, muncul pula kabar bahwa Erin disebut sempat menahan gaji ART tersebut.
Menanggapi isu itu, Hotman menilai persoalan gaji tidak berkaitan langsung dengan proses hukum dugaan penganiayaan yang sedang berjalan.
"Enggak ada kaitan gaji dengan naik sidik soal penganiayaan, enggak ada kaitan memperberat gitu<" pungkas pria berusia 66 tahun ini.
Sebelumnya, Herawati telah buka suara mengenai adanya dugaan penganiayaan dari Erin.
Ia menceritakan kronologi dianiaya oleh mantan istri komedian Andre Taulany itu.
"Gini ceritanya, itu posisinya kan jam tiga sore emang bersih-bersih rumah Bu Erin itu tuh dua kali. Pagi jam lima, sama jam tiga sore. Pas posisi itu jam tiga sore itu saya udah megang sapu, udah bersihin atas," ungkap ART yang akrab disapa Hera itu mengurai kisah pahitnya, dikutip dari YouTube Cumicumi, Minggu (3/5/2026).
"Saya lagi mukul-mukul kursi, bersihin debu. Dia tuh tiba-tiba ke atas terus lihat kamarnya Mas Dio itu gordennya enggak dibuka, terus kamar mandinya masih kebuka. Kan posisinya paginya kamar mandinya saya bersihin. Menurut saya, nantilah saya tutup," lanjutnya.
Namun, aksi Hera menunda menutup pintu kamar mandi itu membuat Erin murka.
"Terus saya keliling, saya tutup-tutupin semua. Eh itu kan belum jam lima, jam tiga ibunya sudah ke atas, sudah marah-marah," tandasnya.
"Katanya kalau di sini, di rumah saya tuh enggak boleh ada kamar mandi kebuka. Terus ini gorden kenapa ditutup? Buka, cepetan buka," ujar Hera menirukan ucapan Erin saat itu.
"Jangan injak karpet, katanya. Ya saya buka dong. Iya bu, maaf. Saya gitu. Nah terus dia bilang, kamu itu kalo kerja pake otak kalau di sini enggak bisa seenaknya. Ini debu masih ada di atas tong sampah. Terus saya bilang, iya bu nanti saya lap."
Saat itulah Erin mulai memukuli Hera.
"Nah habis itu saya kan megang sapu, dia bilang kamu itu dari tadi kerjanya tol*l, enggak becus kerjanya. Dia ngambil sapu yang saya pegang langsung dia pukul kepalaku. Kamu nih, enggak kepakai di rumah saya. Kamu tuh enggak bisa kerja. Terus saya bilang, Bu jangan main tangan dong Bu, sakit Bu. Dipukul lagi saya pakai sapu itu kedua kalinya," beber Hera.
"Nah, habis kedua kali itu dia tuh bilang, udah kamu kerjakan yang benar. Ganti spreinya ini," kenang Hera.
Baca juga: Tak Hanya Herawati, Ada 2 ART Lain yang Sempat Terima Perlakuan Kasar Mantan Istri Andre Taulany
Setelah mengalami pemukulan, Hera mengadukan tindakan Erin kepada putra kedua Andre, Kenzy.
Namun, aksi itu justru semakin membuat Erin naik pitam.
"Awalnya tuh gini, HP saya dipecahin gara-gara ngehubungin kepala yayasan, minta tolong kak, saya di sini dianiaya Ibu Erin. Bantuin saya keluar dari sini, bagaimana caranya. Nah terus Mas Kenzy pulang sekolah, saya lari ke kamar Mas Kenzy.
"Mas, tolong saya habis dipukul ibu dua kali. Terus Kenzy bilang, Ya Allah Mbak, kenapa? Terus saya dipanggil tuh sama Ibu Erin. Katanya, Herawati sini turun. Saya pun lari. Nah, karena kan saya tadi ngehubungin ibu yayasan, mungkin ibu yayasan nelpon ke Bu Erin, meledaklah dia di situ. Nambah makin marah," tukasnya.
Ia kemudian diminta untuk berjongkok.
"Kata dia gini. Kamu sini jongkok, jangan berdiri. Iya, Bu, saya jongkok kan di depan dia. Dia pakai mukena itu mau salat asar. Nah habis itu dia tendang kepala saya satu kali, ditendang sampai saya terjengkang.
"Ya Allah, Bu, maaf, Bu. Kenapa, sih, Bu. Jangan kasar, Bu. Aku bilang gitu kan," ucap Hera memohon belas kasihan.
"Udah, kamu kerja yang benar, kamu jangan macam-macam sama saya. Kamu enggak bisa kelaur dari sini karena belum ada penggantinya.
"Enggak apa-apa, Bu, saya keluar dari sini aja.
"Bu Erin bilang, enggak saya gaji kamu. Enggak apa-apa enggak digaji, Bu, saya mau keluar, Bu. Tolongin saya. Di cuma ngangguk," katanya.
Alih-alih melunak, Erin justru makin naik pitam.
Ia membanting ponsel milik Hera.
"Udah kamu jangan macam-macam, sana kembali kerja. Kerja yang benar. Pokoknya kamu harus kerja yang benar, pakai otak, ngerti nggak? Sini HP. Terus HP saya kasih dia kan, saya taruhlah di tangga, terus sama dia dibanting dua kali itu dibawa masuk. Kamu kenapa telepon Ibu yayasan, kamu tol*l, yayasan kamu tol*l, saya sudah minta pengganti kamu," seloroh Hera.
Setelah penganiayaan itu, Hera memilih kabur.
"(Semua barang) Masih di rumah Ibu Erin semua. Saya keluar hanya badan saya sendiri, enggak bawa apa-apa," tandasnya.
(Tribunnews.com, Rinanda/Salma)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.