TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Ditangkapnya pelaku penikaman terhadap Ahmad Hidayat (25) tukang roti di Jalan Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat membawa sedikit rasa lega bagi rekan kerja korban.
Pelaku dibekuk oleh tim gabungan Jatanras Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat di kawasan Bogor, Jawa Barat pada Senin (4/5/2026) malam atau beberapa jam setelah kejadian.
Bayu, salah satu rekan kerja korban di toko roti, mengungkapkan dirinya maupun warga sekitar tidak mengenali sosok pelaku.
"Nggak kenal sama sekali. Warga sini juga nggak ada yang kenal sosok pelakunya," ujar Bayu saat ditemui di toko roti tempat korban bekerja yang tak jauh dari lokasi pembacokan, Jumat (8/5/2026).
Sebagai rekan korban, Bayu berharap agar pelaku dijerat dengan hukukam seberat-beratnya.
Pasalnya, ia menilai tindakan pelaku sangat keji, terlebih pemicu keributan dikabarkan hanya karena masalah sepele yakni senggolan di jalan.
"Harapannya sih pengen seberat-beratnya, hukuman mati. Karena almarhum orang baik," kata Bayu.
Ia pun menyayangkan nyawa rekannya melayang hanya karena perselisihan di jalan.
"Masalahnya sepele kan, senggolan terus ribut. Masa sampai kayak gitu (membunuh)?" tambahnya.
Meski informasi awal menyebutkan peristiwa ini dipicu aksi senggolan di jalan, Bayu meragukan jika kejadian tersebut murni spontanitas.
Ia menduga pelaku sudah mempersiapkan diri karena membawa senjata tajam ke lokasi kejadian.
"Kayaknya sih bukan sekadar senggolan ya, karena di lokasi kejadian pelaku seperti membawa senjata tajam, kayak sudah persiapan," tuturnya.
Selain itu, pelaku diduga kuat melakukan aksinya di bawah pengaruh minuman keras.
"Katanya mungkin dia ada yang lain yang dikejar, terus pengaruh juga kan sama minuman keras gitu," ungkap Bayu.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
"Sudah dimakamin di kampungnya di Pandeglang," pungkasnya.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulkan Sipayung menjelaskan pelaku naik pitam setelah sepeda motornya tidak sengaja tersenggol oleh korban yang saat itu sedang berjalan kaki.
Cekcok mulut pun tak terhindarkan hingga berujung pada pembacokan.
"Karena satu sisi korban tidak sengaja nyenggol pas jalan kaki. Jadi ada selisih paham tau tahunya langsung dibacok," kata Arfan.
Namun, polisi masih menelusuri keterangan pelaku sebab yang bersangkutan telah membawa senjata tajam di motornya.
"Ya satu sisi belum tahu, tapi memang selalu ada di tubuhnya itu," kata Arfan.
Pembacokan yang dialami Ahmad menggegerkan warga Jalan Pedongkelan Dalam, RT 04 RW 13, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (4/5/2026) siang.
Pasalnya, aksi tersebut terjadi di pinggir jalan dan pada siang hari.
Menurut keterangan rekannya, korban ternyata baru satu hari bekerja di toko roti tak jauh dari lokasi kejadian.
"Baru semalam datang ke sini. Siangnya udah ada kejadian ini," ujar Rizky (19) rekan kerja korban ditemui di toko roti, Senin petang.
Diceritakan Rizky, peristiwa berdarah itu bermula ketika korban pamit keluar sebentar untuk membeli pulsa.
"Katanya habis makan mau beli pulsa. Pas di jalan itu kejadiannya (pembacokan)," lanjut Rizky.
Adapun jarak lokasi pembacokan dan toko roti tempat korban bekerja hanya sekira 50 meter.
Namun, Rizky mengaku tidak mengetahui pasti detik-detik penyerangan tersebut.
Ia baru mengetahui kondisi rekannya setelah warga berteriak histeris melihat korban sudah tersungkur bersimbah darah.
"Saya tahunya pas udah ramai. Korban udah tergeletak," kata dia.
Rizky mengatakan, meski menjadi korban kekerasan jalanan, tak ada satupun barang milik rekannya yang diambil.
"Kalau barang yang hilang nggak ada. HP juga masih ada di lokasi," ungkapnya.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Rumah Haerul Saleh di Jagakarsa: Berawal Teriakan, Korban Tak Sadarkan Diri
Baca juga: Tata Kelola Dinsos Disorot Publik, Pemprov DKI Diminta Perkuat Evaluasi Internal
Baca juga: Kecelakaan Hari Ini di Jalan Daan Mogot, Pemotor Tewas Tertabrak Bus saat Putar Balik, Istri Selamat
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.