Laporan Wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG-Duka mendalam masih dirasakan Darwis, ayah dari wanita muda berusia 25 tahun yang menjadi korban pembunuhan oleh pacarnya di Kabupaten Pandeglang, Banten.

Di tengah kesedihannya, Darwis mengungkap kehidupan putrinya selama menjalin hubungan dengan pelaku yang disebut sudah berlangsung sejak masa Sekolah Menengah Atas (SMA)

Menurut Darwis, putrinya selama ini kerap menjadi korban tekanan hingga dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pelaku.

“Anak saya itu jadi bulan-bulanan, Pak Diperas sama si pelaku,” ujar Darwis saat ditemui, Jumat (8/5/2026).

Ia mengaku, sudah mengetahui hubungan anaknya dengan pelaku sejak lama.

Bahkan, Darwis beberapa kali melarang putrinya melanjutkan hubungan tersebut. Namun, larangan itu tidak dihiraukan korban.

“Saya sudah larang. Sudah capek saya ngelarangnya. Tapi tetap aja dia pergi,” katanya.

Darwis menceritakan, putrinya sempat bekerja di Jakarta bersama pelaku.

Namun, selama bekerja, korban disebut sering mengalami tekanan dari pelaku, termasuk persoalan keuangan.

KASUS PEMBUNUHAN - Ini dia tampak wajah OI (28) terduga pelaku pembunuhan seorang perempuan berinisial DI (27) asal Pandeglang, Banten yang merupakan kekasihnya sendiri, Jumat (8/5/2026).
KASUS PEMBUNUHAN - Ini dia tampak wajah OI (kanan) terduga pelaku pembunuhan seorang perempuan berinisial DI (27) asal Pandeglang, Banten yang merupakan kekasihnya sendiri, Jumat (8/5/2026). (TribunBanten.com/Misbahudin)

“Anak saya bekerja di Jakarta, diikuti. Gajinya diambil. Barangnya digadai. Uangnya diambil sama si pelaku, alasannya macam-macam,” ungkapnya.

Menurut dia, hubungan keduanya sudah berlangsung sekitar enam tahun sejak masih menjadi teman sekolah.

Darwis menyebut pelaku sempat berhenti bekerja, sementara anaknya terus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tak hanya itu, korban juga disebut sempat terlilit pinjaman online karena diminta meminjam uang oleh pelaku.

Akibat persoalan tersebut, korban bahkan sampai kehilangan pekerjaannya di Jakarta.

“Gara-gara dia (pelaku) suruh minjem uang pinjol. Terus dia dikejar-kejar sampai ke tempat bekerja. Bosnya tahu, ya dipecat,” katanya.

Darwis mengaku, sangat terpukul atas kematian putrinya yang merupakan anak bungsu dari empat bersaudara tersebut.

“Hancur, Pak. Hancur. Itu anak saya yang paling bontot,” ucapnya sambil menahan emosi.

Ia juga berharap pelaku mendapat hukuman berat atas perbuatannya.

“Harapan saya dia dihukum mati,” tegasnya.

Baca juga: Pengakuan Pria Bunuh Kekasih di Pandeglang Banten, Jalinan Asmara 8 Tahun Berakhir Tragis

Motif Pembunuhan : Sakit Hati

Pelaku berinisial OI (28) mengaku nekat menghabisi nyawa pacarnya, DI (27), karena tersinggung ucapan korban yang menyinggung kondisi ibunya yang sedang sakit.

Di hadapan petugas, OI mengungkapkan bahwa dirinya membunuh korban dengan cara mencekik menggunakan tangan kosong di dalam kamar.

“Dicekik di kamar, pakai tangan sendiri, dalam kondisi sadar,” ujar OI, Jumat (8/5/2026).

"Dicekik di kamar, pake tangan sendiri saja, dalam kondisi sadar," ujarnya. 

Pelaku mengaku tidak menyangka perbuatannya akan berujung pada kematian sang kekasih. 

Namun, emosi yang memuncak membuatnya kehilangan kendali. 

Menurut OI, konflik bermula dari ucapan korban yang dianggap menyakitkan. 

Korban menyinggung bahwa pelaku lebih mementingkan ibunya yang sedang sakit dan menyebutnya tidak berguna.

“Dia bilang saya lebih mentingin ibu saya yang sakit, tidak tahu diri, tidak berguna,” ungkapnya. 

Hubungan keduanya diketahui telah terjalin cukup lama, yakni sekitar delapan tahun. 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.