TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Guru Pembimbing tim Lomba Cerdas Cermat SMAN 1 Sambas Hairuniswi, menceritakan dirinya tak menyangka murid SMAN 1 Sambas menjadi juara 1 LCC Empat Pilar MPR tingkat provinsi Kalimantan Barat, Senin 11 Mei 2026.

Hairuniswi mengaku dirinya sempat tegang dan deg-degan ketika menyaksikan perlombaan berlangsung. Dia bilang anak-anak muridnya berhasil unggul di tahap penyisihan hingga mencapai babak final.

Niswi panggilannya, menjelaskan bahwa ajang lomba ini kembali diadakan usai terhenti ketika pandemi covid-19 pada 2020 lalu. 

Dia mengungkapkan, sebelum berhasil juara pihak sekolah mengikuti proses seleksi di tingkat kabupaten. 

"Saya selaku, pembimbing siswa SMAN 1 Sambas yang ikut LCC Empat Pilar MPR, ini merupakan agenda tahunan setelah lama waktu COVID terhenti dan ini buka kembali. Buka kembali, mulai lombanya di seleksi kabupaten," katanya.

Niswi bilang, pada seleksi kabupaten SMAN 1 Sambas mendapat nilai 95 dan berhasil lolos ke tahap selanjutnya tingkat provinsi.

Dia menyebut terdapat sembilan sekolah menjadi peserta termasuk SMAN 1 Sambas.

"Tingkat kabupaten setelah itu, Alhamdulillah dapat nilai baik. Kami dapat nilai 95, lanjut di tingkat provinsi. Di tingkat provinsi yang diikuti ke sembilan sekolah yang nilai terbaik di tingkat provinsi," ucapnya.

Dia bercerita, sebagai pembimbing dirinya pun mempelajari materi dan juknis yang diberikan oleh pihak penyelenggara lomba itu.

• SMAN 1 Sambas Juara 1 LCC Empat Pilar MPR, Wakili Kalbar ke Nasional

"Jadi pertandingannya memang itu langsung dari badan sosialisasi MPR. Itu ada perubahan memang dari sebelum-sebelumnya. Jadi kami sebagai pembimbing yang betul-betul memahami juknis yang diberikan oleh MPR RI. Jadi tidak keluar dari juknis, jadi betul-betul dipahami karena ada perubahan. Ada tiga sesi dalam perlombaan," katanya.

Dia mengungkapkan, terdapat tiga sesi perlombaan itu yakni wawasan kebangsaan, tematik, dan sesi rebutan. Dia mengaku saat di lokasi lomba, dirinya tak henti berdoa dan berharap siswanya berhasil unggul.

"Jadi sesi pertama itu wawasan kebangsaan, sesi kedua tematik, sesi tiga rebutan. Mudah-mudahan anak-anak bisa, itu yang saya ucapkan, disampaikan memang waktu rebutan memang luar biasa. Saya selaku pembimbing, deg-degan juga ya," tuturnya.

Bukan hanya deg-degan, kata Niswi, sejak sesi penyisihan dia sudah merasakan ketegangan. 

"Tegang luar biasa. Ini harapan saya waktu pertama itu ya. Pertama penyisihan, penyisihan itu saya selalu berdoa. Mudah-mudahan anak ini dapat lawan yang agak mudah," jelasnya.

Dia menjelaskan, muridnya bersaing di babak penyisihan dua bertemu SMAN 1 Seponti dan SMA Santo Paulus Pontianak.

Dia bilang ketika itu sempat khawatirkan karena sekolah yang menjadi lawan cukup memiliki pengalaman.

"Karena untuk yang bersaing kan anak dapat penyisihan kedua. Kalau cabut undinya itu saya bilang mudah-mudahan dapat sekolah ini. Saya pun sudah sering pembimbing. Alhamdulillah saya dari tahun 2007 saya pembimbing anak-anak ikut LCC," jelasnya. 

Dia menambahkan, dirinya juga sadar bahwa lawan-lawan di babak penyisihan itu bukan lawan mudah. Ia tahu sekolah-sekolah yang punya keunggulan.

"Jadi sudah tahu mana anak yang sekolah-sekolah mana yang menjadi unggulan lah di LCC Empat Pilar. Namanya juga lomba cerdas cermat, karena anak itu di betul-betul cerdas cermat teliti," ungkapnya.

Menurut dia, anak-anak SMAN 1 Sambas punya mental cukup baik di atas panggung lomba yang besar saat lomba itu.

"Kemudian mental, karena dalam panggung yang luar biasa, yang latihannya hanya di sekolah, terus anak-anak, mereka di atas panggungnya besar, anak menghadapi panggung itu rawan terkena grogi," katanya.

Dia bercerita, setelah mengetahui hasil cabut undian penyisihan, dirinya tegang karena mengetahui lawan SMAN 1 Sambas yakni SMAN 1 Seponti dan SMA Santo Paulus.

"Jadi dapat undian, kebetulan dapat penyisihan dua itu ya. Penyisihan dua itu lawan SMA Santo Paulus Pontianak, dan SMA 1 Seponti. Saya tahu itu Seponti itu bagus. Pernah dulu itu di Kayong Utara, Seponti itu kan kuat anak-anaknya, istilahnya kan kuat. Santo Paulus Pontianak lagi kan," katanya.

Dia bersyukur ternyata anak muridnya berhasil mengungguli poin dari dua sekolah itu di babak penyisihan sehingga masuk ke semifinal dan final.

"Alhamdulillah mereka dapat nilai tinggi dari yang dua itu. Bisa maju di hingga tingkat final. Itu luar biasa bahagianya saya," tuturnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.