TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KONAWE - Curah hujan sedang hingga tinggi masih mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Berdasarkan update terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Selasa (12/5/2026) malam, tercatat sebanyak 223 rumah dan 1.421 jiwa terdampak banjir.

Banjir tersebut merendam enam kecamatan, yakni Wonggeduku, Wawotobi, Lambuya, Kapoiala, Sampara, dan Anggaberi.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Konawe, Alfrida, mengatakan dari 1.421 jiwa terdampak banjir, sebagian dilaporkan mengungsi.

"Update terbaru pukul 22.15 Wita, 186 jiwa pengungsi, di antaranya 19 balita dan 7 lansia," jelas Alfrida kepada TribunnewsSultra.com, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Update Korban Terdampak Banjir di 7 Kecamatan se-Kendari per 11 Mei 2026: 5.445 Jiwa, 1.339 Rumah

Tak hanya itu, seluas 706 hektar sawah dan 488 hektar kebun juga dilaporkan tergenang air.

"Sebagian kecamatan untuk area permukiman sudah tidak terdampak banjir, tapi berdampak pada lahan pertanian," ujarnya.

"Seperti di Kecamatan Abuki, Morosi, Onembute, Konawe, Tongauna Utara, dan Tongauna," katanya menambahkan.

Sementara itu, salah seorang petani asal Anggaberi, PM (50), mengalami kerugian puluhan juta rupiah usai lahan persawahan yang baru ditanami tergenang banjir.

"Sudah tergenang semuanya, dari hari Jumat (8 Mei 2026) kemarin, kalau kerugian ada Rp50 jutaan," jelas PM. 

Baca juga: 7 Sekolah, 2.057 Jiwa dan 586 Rumah Terdampak Banjir 4 Kecamatan di Kolaka Sulawesi Tenggara

Selanjutnya, PM juga mengeluhkan masalah air bersih yang dialami warga akibat musibah banjir.

"Kalau sudah begini (banjir) kita kesulitan air bersih," ujarnya.

Jarak Konawe dengan Kendari, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara sekira 76,2 kilometer (km), waktu tempuh 1 jam 48 menit berkendara. (*)

(TribunnewsSultra.com/Annisa Nurdiassa)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.