TRIBUNNEWS.COM - Tren permainan kartu koleksi atau trading card game (TCG) sedang mengalami lonjakan besar di Korea Selatan. 

Salah satu pemicunya adalah perayaan ulang tahun ke-30 franchise Pokemon yang membuat minat kolektor terhadap kartu Pokemon meningkat drastis.

Menurut laporan Seoul Economic Daily yang dipublikasikan pada 14 Mei 2026, volume transaksi kartu TCG di platform perdagangan edisi terbatas Kream melonjak sangat tinggi dalam setahun terakhir.

Kream menyebut transaksi kategori kartu perdagangan meningkat hingga 5.625 persen dari Januari hingga April 2026 dibanding periode yang sama tahun lalu. 

Bahkan pada April saja, volume transaksi disebut naik 15.325 persen dibanding tahun sebelumnya.

TCG sendiri merupakan permainan kartu koleksi di mana pemain mengumpulkan dan menukar kartu untuk membangun dek dan bertanding melawan pemain lain. 

Namun kini, kartu TCG tidak lagi sekadar permainan, melainkan sudah menjadi bagian dari budaya koleksi karena nilai seni dan kelangkaannya.

Salah satu kartu yang menjadi sorotan adalah kartu promo “Pokemon TCG Pikachu P Munch Exhibition Sun & Moon”. 

Kartu tersebut terkenal karena ilustrasi “Pikachu menjerit” yang terinspirasi dari lukisan terkenal The Scream.

Di platform Kream, kartu itu dilaporkan terjual hingga 23,63 juta won atau sekitar Rp280 juta pada Maret 2026.

Selain itu, kartu “Pokemon TCG Mario Pikachu P XY” juga menarik perhatian kolektor. 

Baca juga: Gara-gara Ribut soal Kartu Pokemon, Pria di AS Jadi Korban Penembakan

Kartu kolaborasi Pokemon dan Super Mario yang dirilis pada 2016 tersebut diperdagangkan hingga 13,9 juta won atau sekitar Rp165 juta bulan lalu.

Tidak hanya kartu lama, kartu promo edisi terbatas Korea juga ikut mengalami kenaikan harga besar.

Contohnya adalah “Pokemon TCG Time Capsule Promo Ditto Card” yang sebelumnya dibagikan dalam jumlah terbatas di sebuah acara di Jamsil, Korea Selatan, tahun lalu.

Karena jumlahnya langka dan hanya tersedia di Korea, kartu tersebut menjadi incaran kolektor internasional. 

Harga jualnya di Kream bahkan naik 2.532 persen dibanding tahun lalu dan mencapai 658 ribu won atau sekitar Rp7,8 juta.

Menurut Kream, meningkatnya transaksi kartu TCG juga didukung sistem verifikasi dan autentikasi yang ketat. 

Hal ini penting karena kondisi kartu sangat memengaruhi harga jual, bahkan goresan kecil bisa membuat nilainya turun drastis.

Tren kartu TCG sendiri juga mulai berkembang di Indonesia. 

Dalam beberapa tahun terakhir, kartu Pokemon hingga One Piece TCG semakin diminati kolektor dan komunitas hobi, terutama lewat marketplace, media sosial, dan turnamen komunitas.

Perusahaan mengatakan tren TCG kini mulai berkembang dari sekadar hobi komunitas kecil menjadi budaya koleksi yang lebih luas.

“Sejalan dengan acara besar seperti ulang tahun ke-30 Pokemon, TCG bergerak melampaui domain eksklusif para penggemar dan memantapkan dirinya sebagai budaya koleksi arus utama,” kata perwakilan Kream dalam laporan tersebut.

Pasar TCG global juga diperkirakan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang. 

Berdasarkan data perusahaan riset Mordor Intelligence, pasar TCG dunia diproyeksikan mencapai 15,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp247 triliun pada 2026.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa kartu koleksi kini tidak hanya diminati penggemar game dan anime, tetapi juga mulai dipandang sebagai barang koleksi bernilai tinggi di pasar global.

(Tribunnews.com/Widya)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.