SERAMBINEWS.COM - Banyak orang mengira rutin berjemur sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian. Padahal, faktanya tidak selalu demikian.
Vitamin D memang dikenal sebagai “vitamin gratis” karena bisa diproduksi tubuh dengan bantuan sinar matahari.
Namun, ada kondisi tertentu yang membuat kadar vitamin D tetap rendah meski seseorang rajin berjemur atau bahkan sudah mengonsumsi suplemen.
Beberapa faktor ternyata memengaruhi proses penyerapan dan penggunaan vitamin D di dalam tubuh.
Berikut lima penyebab yang sering tidak disadari.
1. Tubuh Kekurangan Magnesium
Magnesium punya peran penting dalam membantu mengaktifkan vitamin D di dalam tubuh.
Jika asupan magnesium kurang, proses aktivasi vitamin D bisa terganggu sehingga tubuh tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.
Beberapa makanan yang kaya magnesium di antaranya bayam, alpukat, kacang-kacangan, dan almond.
2. Minum Suplemen Vitamin D di Waktu yang Salah
Vitamin D termasuk vitamin yang larut dalam lemak. Artinya, vitamin ini membutuhkan lemak agar penyerapannya lebih maksimal.
Mengonsumsi suplemen vitamin D saat perut kosong dapat mengurangi penyerapan dan bahkan memicu rasa tidak nyaman di perut, seperti kembung atau mual.
Karena itu, suplemen vitamin D sebaiknya dikonsumsi bersama makanan yang mengandung lemak sehat.
3. Stres Berkepanjangan
Stres yang berlangsung lama ternyata juga bisa memengaruhi kadar vitamin D dalam tubuh.
Kondisi ini dapat meningkatkan peradangan dan mengganggu keseimbangan hormon, sehingga tubuh menjadi kurang efisien dalam memproses vitamin D.
Untuk membantu mengatasinya, cobalah rutin berolahraga, tidur cukup, dan melakukan relaksasi seperti meditasi.
4. Paparan Sinar Matahari Belum Tentu Cukup
Meski sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D, bukan berarti semua orang otomatis mendapat asupan yang cukup.
Ada banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari penggunaan tabir surya, pakaian tertutup, polusi udara, hingga warna kulit.
Selain itu, aktivitas harian yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan juga membuat tubuh minim paparan sinar matahari langsung.
5. Obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas juga dapat memengaruhi kadar vitamin D.
Sel-sel lemak di dalam tubuh bisa “memerangkap” vitamin D, sehingga jumlah yang tersedia untuk digunakan tubuh menjadi lebih sedikit.
Karena itu, orang dengan obesitas kadang tetap mengalami kekurangan vitamin D meski rutin berjemur atau mengonsumsi suplemen.
Ada banyak faktor yang memengaruhi penyerapan dan penggunaan vitamin D dalam tubuh.
Karena itu, sebelum rutin mengonsumsi suplemen vitamin D, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui dosis yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. (TribunHelath.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.