TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ratusan driver ojek online (Ojol) dari berbagai komunitas dan aplikasi mengawal prosesi pemakaman Dewa Andika Pratama (26) dan ibunya, Sri Hartini, di TPU Bagan Piayu, Sei Beduk, Batam pada Jumat (15/5/2026) sore.
Jenazah dibawa dari rumah duka menuju ke makam dengan pengawalan dilakukan sekira pukul 16:28 WIB.
Ibu dan anak tersebut meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor dan truk di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning, Batam, pada pagi hari.
Sejak siang, kawasan Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Sei Beduk, dipadati pelayat.
Tidak hanya warga sekitar, rekan sesama driver online roda dua maupun roda empat juga terlihat terus berdatangan ke rumah duka.
Bahkan dari pintu masuk gang perumahan, puluhan driver online tampak sudah bersiap mengawal pemberangkatan jenazah menuju TPU Bagan Piayu.
Beberapa papan bunga ucapan duka cita juga terlihat berjajar di sekitar rumah korban.
Ketua Komando Batam, Feryandi Tarigan, mengatakan kepergian Dika (sapaannya) menjadi duka mendalam bagi komunitas driver online di Kota Batam.
"Ini luka yang dalam untuk seluruh driver online Kota Batam, khususnya keluarga besar Komando. Alhamdulillah kawan-kawan semua mengawal dari awal sampai akhir pemakaman," ujar Feryandi saat ditemui pada Jumat (15/5/2026) sore.
Menurut Feryandi, solidaritas sesama driver online selama ini terjalin tanpa memandang atribut maupun aplikasi yang digunakan.
"Kita tahu dari dulu komunitas ojol tanpa melihat jaket, tanpa melihat komunitas, ketika telah kehilangan nyawa, kita semua kompak dan solid," katanya.
Ia menyebut Dika dikenal sebagai sosok aktif dan peduli terhadap sesama rekan driver.
Korban juga diketahui telah bergabung bersama Komando Batam sejak tahun 2023.
"Beliau cukup aktif, cukup peduli, cukup baiklah. Apalagi beliau anak tunggal yang kerjaannya mengantar jemput almarhum ibunya,"ungkapnya.
Dika diketahui memiliki akun di beberapa aplikasi ojek online seperti Grab, Maxim, dan Gojek untuk mencari nafkah sehari-hari.
Sementara itu, warga sekitar juga mengenal Dewa dan ibunya sebagai sosok ramah dan baik terhadap lingkungan sekitar.
Setelah ayah Dewa meninggal dunia beberapa tahun lalu, ibu dan anak itu tinggal berdua di rumah sederhana mereka.
Sebelumnya, kecelakaan maut itu terjadi saat Dewa tengah mengantarkan ibunya pergi bekerja di kawasan Mukakuning.
Sepeda motor yang mereka kendarai diduga bersenggolan dengan sebuah truk di Jalan S.
Parman arah Panbil hingga menyebabkan keduanya mengalami luka parah dan meninggal dunia.
Baca juga: Ayah Meninggal, Kini Dewa dan Ibunya Tewas Kecelakaan Maut di Batam, Rumah Sepi Tanpa Penghuni
Kepergian Sri Hartini dan anak semata wayangnya, Dewa Andika Pratama, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga di Batam.
Ibu dan anak tersebut meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning, Sei Beduk, Jumat (15/5/2026) pagi.
Bagi pihak keluarga, Sri Hartini bukan hanya seorang ibu, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi menjadi kepala keluarga setelah sang suami meninggal dunia sekitar lima tahun lalu.
"Ya beliau ini orang baik, selalu komunikasi dengan kami, keluarga di kampung juga," ujar Desman, kerabat korban, saat ditemui di pemakaman pada Jumat sore
Menurut Desman, sejak kehilangan suami, Sri Hartini tinggal berdua bersama Dewa di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Sei Beduk.
Dika sendiri diketahui merupakan anak tunggal dan sehari-hari bekerja sebagai driver ojek online untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
"Kadang-kadang memang beliau ada cerita sedih juga semenjak kehilangan suaminya," kata Desman.
Meski begitu, keluarga menyebut Sri Hartini tetap menjalani hidup seperti biasa bersama anaknya.
Suasana rumah duka pun dipenuhi pelayat yang datang silih berganti.
Pihak keluarga mengaku terharu melihat banyaknya rekan driver online dan warga yang ikut membantu proses pemakaman.
"Terima kasih kepada keluarga besar komunitas Komando sebanyak-banyaknya. Apa yang mereka lakukan sangat bermanfaat bagi kami sebagai ahli waris,"
Keluarga berharap proses hukum terkait kecelakaan tersebut dapat berjalan apabila mengarah ke unsur pidana.
Sebelumnya, kecelakaan itu terjadi saat Dewa Andika mengantarkan ibunya pergi bekerja.
Sepeda motor yang mereka gunakan terlibat kecelakaan dengan sebuah truk di Jalan S. Parman arah Panbil hingga menyebabkan keduanya meninggal dunia.
Perjalanan Rutin
Pagi itu, seperti hari-hari biasanya, Dewa Andika Pratama (26), warga Batam bersiap mengantar ibunya pergi bekerja.
Tak ada yang berbeda dari aktivitas warga Perumahan Pesona Bukit Laguna 2, Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk itu Jumat (15/5/2026) pagi.
Dewa yang dikenal sebagai driver ojek online di Batam, menjalankan rutinitasnya mengantar sang ibu, Sri Hartini, ke tempat kerjanya di PT Ghim Li.
Namun siapa sangka, perjalanan singkat itu menjadi perjalanan terakhir bagi ibu dan anak tersebut.
Keduanya meninggal dunia usai mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan S. Parman arah Panbil, tepatnya di Simpang Bagan pintu 4 Mukakuning sekira pukul 08.00 WIB.
Sepeda motor Honda Beat warna hitam yang dikendarai Dewa terlibat kecelakaan dengan sebuah truk.
Kedua korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Camatha Sahidya Panbil. Namun nyawa keduanya tak tertolong akibat luka parah yang dialami.
Di lingkungan tempat tinggalnya, pria kelahiran Tanjung Uban tahun 2000 itu dikenal sebagai sosok pekerja keras dan ramah terhadap warga sekitar.
Ia merupakan anak tunggal dan tinggal bersama ibunya di Perumahan Pesona Bukit Laguna 2.
Sementara sang ayah diketahui telah lebih dulu berpulang beberapa tahun lalu.
Seorang tetangga korban, Joel, mengaku sangat terpukul mendengar kabar meninggalnya Dewa dan sang ibu.
"Kalau ibu ini sama anaknya memang baik. Sama warga pun baik juga," ujar Ibu Joel.
Menurutnya, aktivitas mengantar ibunya bekerja memang sudah menjadi rutinitas harian Dewa sebelum mencari penumpang ojek online.
"Dia antar ibunya kerja dulu. Habis itu biasanya balik lagi ke rumah, baru pergi narik ojol itu," katanya.
Kabar kecelakaan tersebut pertama kali diketahui warga dari informasi Ketua RT setempat.
Sejak pagi, rumah duka dipenuhi keluarga, tetangga, dan rekan sesama driver online yang datang silih berganti.
Ibu Joel berharap pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dapat bertanggung jawab atas kejadian itu.
"Kasihanlah. Meninggal dua orang. Harus ada tanggung jawablah," ungkapnya lirih.
Rencananya, jenazah Dewa dan ibunya akan dimakamkan usai salat Jumat di TPU Bagan Piayu.
Sementara itu, petugas Satlantas Polresta Barelang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan sebagai barang bukti.
Sopir truk juga telah dibawa ke Unit Gakkum Satlantas untuk dimintai keterangan lebih lanjut. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.