TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Di tengah ketakutan dunia terhadap wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti kemanusiaan warga Tenerife, Spanyol.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menulis pesan khusus yang menyentuh untuk masyarakat Tenerife setelah proses evakuasi dan penanganan penumpang kapal selesai dilakukan.
Dalam surat terbuka yang dirilis WHO pada Kamis (14/5/2026), Tedros menyebut dunia menyaksikan bagaimana sebuah pulau kecil memilih membantu orang asing di tengah situasi penuh ketakutan dan ketidakpastian.
“Tetapi 150 orang itu dan keluarga mereka tahu bahwa di suatu tempat di Atlantik, ada sebuah komunitas pulau yang mengatakan ‘ya’. Komunitas itu adalah Anda,” tulis Tedros dilansir dari website resmi WHO, Jumat (15/4/2026).
Baca juga: Virus Hanta Bisa Berbahaya pada Pengidap Penyakit Jantung
Pesan itu muncul setelah lebih dari 120 penumpang dari 23 negara berhasil diturunkan dengan aman dari MV Hondius dan dipantau petugas kesehatan sebelum kembali ke negara masing-masing.
Tedros mengaku menyaksikan langsung proses evakuasi di Pelabuhan Granadilla de Abona.
“Saya menyaksikan para petugas kesehatan dengan alat pelindung diri bergerak dengan tenang dan profesional. Saya menyaksikan para pejabat Spanyol berkoordinasi dengan ketelitian yang tenang. Dan saya menyaksikan dan merasakan dukungan serta solidaritas Anda,” ujarnya.
Menurut WHO, operasi tersebut bukan hanya soal keberhasilan teknis menangani wabah, tetapi juga keberanian moral sebuah masyarakat dalam menghadapi krisis kesehatan global.
“Namun saya tidak ingin momen ini hanya dikenang sebagai keberhasilan logistik. Apa yang terjadi di Tenerife ini lebih langka daripada sekadar kompetensi. Itu adalah keberanian moral,” tulis Tedros.
Ia menyebut Tenerife memilih jalan berbeda saat banyak tempat di dunia justru cenderung menutup diri karena takut tertular penyakit.
“Kita hidup di zaman di mana mudah untuk menutup pintu, untuk menutup diri, untuk membiarkan rasa takut mengeras menjadi permusuhan. Tenerife memilih cara yang berbeda,” katanya.
Di balik keberhasilan operasi tersebut, WHO memastikan ada tiga orang meninggal dunia terkait wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar itu.
Dalam catatan editornya, WHO menjelaskan dua korban meninggal di atas kapal, sementara satu korban lainnya meninggal setelah tiba di Afrika Selatan.
“Tiga orang meninggal dunia terkait wabah di kapal Hondius. Keluarga mereka berduka,” tulis Tedros.
Ia menegaskan keberhasilan operasi kesehatan masyarakat tidak menghapus duka keluarga korban.
“Di balik setiap respons kesehatan masyarakat terdapat nyawa nyata, kehilangan nyata, dan keluarga nyata yang akan menanggung ini selamanya,” lanjutnya.
WHO juga menyampaikan duka atas meninggalnya seorang anggota Guardia Civil Tenerife yang mengalami serangan jantung saat bertugas membantu operasi penanganan wabah.
“Ia berada di sini karena tugas dan komitmennya kepada komunitasnya,” kata Tedros.
Saat ini, MV Hondius masih melanjutkan perjalanan menuju Belanda bersama kapten dan 26 awak kapal yang masih berada di atas kapal.
Tedros turut memberikan penghormatan kepada awak kapal yang disebut menjaga ketenangan penumpang selama masa isolasi dan ketakutan.
“Kalian telah menjaga keharmonisan para penumpang selama berminggu-minggu dalam masa berkabung dan isolasi. Sejarah tidak akan melupakan hal itu,” tulisnya.
WHO menegaskan pekerjaan belum benar-benar selesai hingga seluruh penumpang dan awak kapal keluar dari masa karantina dan berkumpul kembali dengan keluarga mereka.
“Namun bagi kami, pekerjaan belum selesai, sampai setiap penumpang dan awak kapal keluar dari karantina dan berkumpul kembali dengan orang-orang terkasih mereka,” ujar Tedros.
Dalam suratnya, Tedros juga menyebut solidaritas menjadi hal paling penting dalam menghadapi wabah penyakit.
“Kekebalan terbaik yang kita miliki adalah solidaritas,” katanya.
Ia bahkan mengaku memiliki kesan mendalam terhadap Tenerife dan berharap suatu hari bisa kembali sebagai wisatawan bersama keluarganya, bukan sebagai penangan krisis kesehatan.
“Saya berharap dapat kembali ke Tenerife sebagai pengunjung, bukan sebagai penanggulang krisis,” pungkas Tedros.
(Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.