BANJARMASINPOST.CO.ID - Warga Kelayan A Banjarmasin, Kalimantan Selatan digegerkan dengan kemunculan seekor ular piton raksasa saat banjir rob melanda.
Diduga terbawa aliran air, ular yang diperkirakan memiliki bobot tubuh mencapai puluhan kilogram tersebut masuk ke dalam rumah warga.
Dilansir melalui unggahan akun TikTok @ummielmy0 ular piton tersebut ditemukan di sela-sela rumah pada Jumat (22/5/2026).
Dipaparkan pemilik rumah ular tersebut terlihat saat ia hendak pergi memasak ke dapur.
Baca juga: Satu Rumah di Komplek Herlina Banjarmasin Nyaris Ludes, Api Terlihat dari Kamar Depan
Baca juga: 29 Tahun Jumat Kelabu, Mahasiswa Kalsel Gelar Aksi Simbolik dan Long March Menolak Lupa
Sementara saat itu rumah yang ia tempati sedang dalam kondisi terendam banjir sekitar di atas mata kaki orang dewasa.
Ia pun terkejut saat melihat ular piton dengan panjang diperkirakan mencapai 6 meter dan berat puluhan kilogram.
Ular piton raksasa itu berada di dalam genangan air dan sebagian tubuh lainnya melilit perabotan rumah.
Di dekat ular raksasa itu tampak tumpukan baju dan jemuran yang menjadi tempat persembunyiannya.
“Ganal banar kayapa ini mengeluarkannya,” ucap pemilik rumah kebingungan.
Selain terendam banjir, pemilik rumah menuturkan tempat tinggal mereka tersebut memang tepat berada di samping sungai.
Kemunculan ular itu pun langsung membuat geger warga mengingat ukurannya yang tak biasa.
Namun pemilik rumah menuturkan ular tersebut akhirnya berhasil kabur sebelum dievakuasi warga.
Baca juga: Tiga Tewas saat Motor Tabrak Greder di Desa Lawahan Kabupaten Banjar, Terjadi Saat Peningkatan Jalan
Warga Penangkalaan, Amuntai Utara, Kalimantan Selatan digegerkan dengan kemunculan seekor ular piton yang menyelinap masuk ke dalam rumah.
Ular piton tersebut tampak bersembunyi dibalik tiang-tiang rumah dekat bagian atap.
Dilansir melalui unggahan akun Instagram @wargabanua.official, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (22/5/2026).
Terlihat dalam unggahan video seekor ular piton sepanjang kurang lebih 2 meter yang sedang melilit tiang rumah warga bermaterial kayu.
Belum diketahui secara pasti asal mula ular tersebut bisa masuk dan menyelinap ke dalam rumah milik salah satu warga.
Namun akibat peristiwa tersebut pemilik rumah pun terkejut dan bergegas meminta pertolongan.
“Asli Ngeri Mun Kaya ini masuk rumah.
"tolong siapa yang bisa manangkap akan sawa dalam rumah di panangkalaan rt 01 parak bakso mas dwi.",” terang unggahan tersebut.
Saat disorot menggunakan senter, ular tersebut lantas menarik diri dan bersembunyi di sela-sela atap rumah.
Baca juga: Ditemukan Meninggal, Bocah Perempuan di HST Ini Diduga Tenggelam Saat Ditinggal Sendirian di Rumah
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tapin mengevakuasi seekor ular pucuk yang ditemukan di gedung eks Kantor Perpustakaan Percontohan Tapin, Jalan Brigjen Hasan Basri, Kelurahan Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (22/5/2026).
Kemunculan ular berwarna hijau tersebut sempat membuat penghuni sekretariat waspada karena berada di area semak dan pepohonan yang cukup rimbun di sekitar bangunan.
Petugas Damkar yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi dengan hati-hati agar tidak membahayakan warga maupun petugas.
“Ini ular pucuk, masih ukuran kecil. Tapi tetap harus hati-hati saat penanganan,” ujar salah seorang petugas Damkar di lokasi, Rahmat Hidayat.
Dalam proses evakuasi, petugas tampak menggunakan alat penjepit khusus untuk mengamankan bagian kepala ular sebelum dimasukkan ke wadah pengaman.
Situasi sempat menegangkan karena ular beberapa kali bergerak aktif saat hendak ditangkap.
Namun berkat respons cepat petugas, evakuasi berlangsung aman dan lancar.
Salah seorang petugas Damkar Tapin mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga sekitar sekretariat wartawan.
“Alhamdulillah respon cepat, tidak lama setelah dihubungi anggota langsung sampai ke lokasi,” katanya.
Usai diamankan, ular pucuk tersebut rencananya akan dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga.
Petugas juga mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan memangkas semak-semak rimbun untuk mencegah kemunculan ular di sekitar rumah maupun perkantoran.
Selain itu, masyarakat yang menemukan ular maupun satwa liar lain yang diduga membahayakan di lingkungan tempat tinggal dapat menghubungi layanan Satpol PP dan Damkar Tapin di nomor 0811-516113 untuk penanganan lebih lanjut.
“Kalau menemukan ular atau satwa liar lainnya, masyarakat bisa langsung melapor agar ditangani petugas,” tambah Lutfi, petugas Damkar Tapin.
Keberadaan semak yang cukup lebat di sekitar lokasi diduga menjadi tempat persembunyian ular tersebut sebelum akhirnya terlihat warga.
Evakuasi ular itu pun menjadi perhatian warga dan sejumlah wartawan yang berada di gedung yang kini menjadi sekretariat.
Ular pucuk adalah sebutan umum untuk Ahaetulla prasina, ular arboreal (hidup di pepohonan) yang bentuk tubuhnya sangat ramping dan panjang. Ciri-cirinya antara lain, Warna dominan hijau terang, kadang kecokelatan atau kekuningan.
Kepala runcing memanjang seperti daun atau pucuk tanaman. Mata besar dengan pupil horizontal. Tubuh kurus seperti tali sehingga mudah berkamuflase di ranting dan semak. Panjangnya bisa sekitar 1–1,5 meter. Ular ini sering ditemukan di kebun, semak, pepohonan, atau hutan di Indonesia termasuk Kalimantan.
Meski berbisa ringan untuk melumpuhkan mangsa kecil seperti cicak dan katak, umumnya tidak berbahaya bagi manusia bila tidak diganggu. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid/ Danti Ayu)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.