TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Mimpi Malut United untuk menutup musim dengan manis hancur lebur di rumput Stadion Segiri, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Bertandang ke markas Borneo FC, skuad berjuluk Laskar Kie Raha ini harus pulang dengan kepala tertunduk usai digilas habis dengan skor mencolok 7-1, Sabtu (23/5/2026).
Kekalahan telak ini menjadi antiklimaks bagi perjalanan Frets Butuan dkk di BRI Super League 2025-2026.
Pelatih Kepala Malut United, Hendri Susilo tak menampik bahwa absennya sejumlah pemain pilar menjadi lubang besar yang gagal ditambal.
Baca juga: Raih Kiper Terbaik, Nadeo Argawinata Tetap Terluka Borneo FC Gagal Angkat Trofi
"Kami kehilangan banyak pemain pilar. Situasi ini menjadi masalah fundamental di pertandingan terakhir melawan Borneo FC," ungkap Hendri dalam sesi konferensi pers usai laga.
Hasil pahit di Samarinda ini memaksa Malut United tertahan di peringkat keenam klasemen akhir dengan koleksi 53 poin.
Meski memiliki poin yang sama dengan Bhayangkara FC, Laskar Kie Raha harus merelakan posisi kelima karena kalah catatan head-to-head.
Kekalahan ini membuat Malut United terlempar ke posisi keenam klasemen akhir dengan 53 poin, sekaligus mengubur ambisi mereka masuk ke zona empat besar.
Walaupun musim diakhiri dengan skor memilukan, ada catatan mentereng yang tetap dibawa pulang ke Maluku Utara.
Bomber andalan mereka David Da Silva, resmi dinobatkan sebagai Top Scorer dan mendapat sepatu emas dengan torehan 23 gol, sekaligus mengamankan tempat dalam daftar Best XI musim ini.
"Pasti klub akan berbenah dan menjadi lebih baik dalam segala aspek," tegas Hendri optimis menatap musim depan.
Senada dengan pelatih, perwakilan pemain, Taufik Rustam, turut memberikan apresiasi kepada sang tuan rumah.
"Selamat atas pencapaian Borneo FC. Semoga Malut United juga bisa menjadi lebih baik pada musim depan," singkatnya.
Jalannya pertandingan sendiri, meski sempat mengancam pertahanan Pesut Etam di menit-menit awal.
Skuad yang banyak didera cedera dan akumulasi kartu benar-benar dimanfaatkan secara baik oleh Pesut Etam.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Borneo FC yang tampil di depan pendukung sendiri tampil sangat dominan.
Anak asuh Fabio Lefundes tampil menggila,.
Mariano Peralta langsung memborong dua gol cepat (brace) di menit ke-7 dan 11 yang membuat tribun Segiri bergemuruh.
Pesta gol terus berlanjut melalui kaki Juan Villa (12’), sepasang gol Koldo Obieta (26’, 57’), Muhammad Sihran (78’), dan ditutup oleh aksi Kaio di masa injury time (90+3’).
Sementara Malut United hanya mampu membalas satu gol lewat eks pemain Persib, Frets Butuan pada menit ke-77.
Satu-satunya gol hiburan ini sedikit memperkecil keadaan menjadi 7-1 hingga laga usai. (*)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.