TRIBUNNEWS.COM, PATI – Pagi itu seharusnya menjadi hari paling membahagiakan bagi keluarga di Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Tenda pernikahan telah berdiri, persiapan akad rampung, dan para kerabat mulai bersiap menyambut prosesi sakral dua insan yang akan menikah.

Namun hanya beberapa jam sebelum ijab kabul digelar, suasana berubah menjadi kepanikan.

Nayla Anik Setiyawati (19), calon pengantin perempuan yang sudah bertunangan dan siap menikah, tiba-tiba menghilang dari rumah.

Belakangan diketahui, Nayla pergi bersama seorang pria lain bernama Davin Febriansyah (18), yang disebut sebagai kekasihnya.

Peristiwa yang terjadi Kamis (21/5/2026) dini hari atau sekitar enam jam sebelum akad nikah itu langsung mengguncang keluarga kedua belah pihak dan menjadi perbincangan luas di media sosial.

Di balik ramainya sorotan publik, kisah tersebut menyimpan pergulatan yang lebih dalam tentang pilihan hati, tekanan sosial, dan keberanian mengambil keputusan besar di tengah situasi yang sudah telanjur berjalan jauh.

Baca juga: Wanita 19 Tahun di Pati Kabur Jelang Akad Nikah, Calon Suami Peternak Sapi Usia 33 Tahun

Sedianya, Nayla akan menikah dengan Muhammad Mussalim (32), pria yang juga berasal dari desa yang sama.

Hubungan mereka bukanlah hasil perjodohan.

Keduanya disebut telah menjalin hubungan cukup lama hingga akhirnya bertunangan beberapa bulan sebelumnya.

Seluruh persiapan pernikahan bahkan disebut telah matang, mulai dari dekorasi, konsumsi, hingga berbagai kebutuhan acara sudah dipersiapkan keluarga.

Namun menjelang hari pernikahan, situasi perlahan berubah.

Menurut penuturan warga sekitar, di tengah persiapan menuju hari bahagia tersebut, Nayla diduga mulai menjalin hubungan dengan Davin, pemuda asal Dukuh Sambikerep, Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu.

Kedekatan keduanya disebut mulai diketahui sebagian orang di sekitar mereka meski demikian keluarga tetap melanjutkan persiapan akad nikah.

Pihak keluarga calon pengantin pria bahkan sempat memastikan kembali kesiapan hati Nayla untuk melanjutkan pernikahan dengan Salim.

Saat itu, Nayla disebut masih menyatakan kesediaannya untuk menikah.

Namun beberapa jam sebelum akad berlangsung, Nayla justru memilih pergi bersama Davin.

Keputusan itu langsung memunculkan berbagai reaksi di masyarakat.

Sebagian menyayangkan langkah Nayla yang dinilai telah mempermalukan keluarga dan merugikan banyak pihak setelah seluruh persiapan pernikahan dilakukan.

Namun di sisi lain, tidak sedikit pula yang melihat tindakan tersebut sebagai bentuk keberanian mengikuti suara hati, meski dilakukan di waktu yang paling tidak tepat.

Perdebatan semakin meluas setelah kisah Nayla viral di media sosial.

Baca juga: Viral Mempelai Wanita di Pati Hilang Jelang Akad Nikah, Polisi Turun Tangan Cari Nayla

Nama dan kisah pribadinya menjadi konsumsi publik, lengkap dengan beragam komentar, cibiran, hingga dukungan dari warganet.

Di tengah tekanan tersebut, polisi akhirnya menemukan Nayla dan Davin di sebuah hotel di Jepara, Sabtu (23/5/2026).

Keduanya kemudian dijemput dan dibawa ke Mapolsek Tlogowungu untuk menjalani pemeriksaan sekaligus mediasi bersama keluarga masing-masing.

Diselesaikan Melalui Mediasi

Kapolsek Tlogowungu, Mujahid, mengatakan mediasi dilakukan secara kekeluargaan guna menyelesaikan persoalan yang muncul akibat batalnya pernikahan tersebut.

Dalam mediasi pertama, pihak keluarga Muhammad Mussalim meminta ganti rugi Rp30 juta kepada keluarga Nayla atas kerugian akibat pembatalan pernikahan.

Kesepakatan pembayaran disebut akan dilakukan pada pertengahan Juni mendatang.

Sementara dalam mediasi kedua, keluarga Nayla meminta ganti rugi Rp70 juta kepada Davin untuk mengganti biaya persiapan pernikahan yang telah dikeluarkan keluarga.

Pembayaran tersebut disepakati dilakukan secara mencicil.

Baca juga: Sosok Hendra, Viral Pencuri Motor yang Ditangkap Polisi usai Akad Nikah di Garut

Meski dipenuhi persoalan dan tekanan sosial, mediasi itu juga menghasilkan keputusan penting terkait hubungan Nayla dan Davin ke depan.

“Davin menyatakan sanggup menikahi Nayla dalam waktu secepatnya,” ujar Mujahid, Minggu (24/5/2026).

Kisah Nayla kini menjadi cerminan bagaimana persoalan pribadi dapat berubah menjadi perhatian publik di era media sosial.

Pilihan yang mungkin awalnya hanya melibatkan perasaan dua orang akhirnya berkembang menjadi perdebatan besar tentang cinta, tanggung jawab, keluarga, hingga norma sosial.

Bagi sebagian orang, keputusan Nayla dianggap sebagai bentuk pelarian dari komitmen yang sudah disepakati.

Namun bagi sebagian lainnya, kisah itu dipandang sebagai pergulatan seorang perempuan muda antara memenuhi ekspektasi sosial atau mengikuti hati nuraninya sendiri.

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.