Tribunlampung.co.id, LAMPUNG TENGAH - Penemuan bayi laki-laki di teras panti mengejutkan warga Dusun Sri Rahayu I, Kampung Kotagajah Timur, Kecamatan Kotagajah, Lampung Tengah.
Peristiwa penemuan terjadi pada pada Selasa (26/5/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Sesosok bayi laki-laki mungil ditemukan telantar di sebuah bangku kayu di teras Panti Asuhan Yayasan Syarif Hidayatullah Almubarok.
Bayi yang berselimut kain itu ditinggalkan sendirian di tengah dinginnya malam, ditemani sebuah tas plastik putih berisi pakaian dan perlengkapan mandi.
Namun, yang paling memilukan adalah secarik surat yang terselip di antaranya. Surat tulis tangan itu membeberkan jeritan hati, air mata, dan keputusasaan sepasang orang tua yang terhimpit beban ekonomi yang teramat berat.
Kapolres Lampung Tengah, Charles Pandapotan Tampubolon, mengonfirmasi bahwa bayi tersebut langsung dievakuasi oleh pamong desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas ke Puskesmas Kotagajah untuk mendapatkan perawatan medis.
Dia mengatakan, berdasarkan pemeriksaan medis, bayi tersebut diketahui bernama Muhammad Denish Arkana (dalam surat tertulis Denish Arwana). Ia lahir secara prematur di usia kandungan 34 minggu pada 20 Maret 2026 silam.
"Saat diperiksa, kondisi bayi dinyatakan sehat dengan berat badan 1,7 kilogram, panjang badan 44 sentimeter, lingkar kepala 33 sentimeter, dan lingkar dada 29,5 sentimeter," ujar Charles saat dikonfirmasi, Kamis (28/5).
Kondisi fisiknya yang kecil dan prematur itu tampaknya disadari betul oleh sang ibu. Dalam surat yang datang bersama bayi, sang ibu menuliskan pesan yang meminta agar bayinya jangan dimandikan dulu hingga bulan Juli atau Agustus mendatang.
Tubuh mungil Denish cukup dibersihkan dengan tisu atau kain basah agar tidak kedinginan.
Lewat lembaran surat tersebut, alasan penelantaran ini perlahan terkuak. Di atas kertas itu, sang orang tua berkisah tentang badai musibah yang menghantam keluarga mereka.
Tertulis dalam surat, dua minggu sebelum bayi itu ditinggalkan, nenek dari bayi tersebut meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit stroke.
Demi membiayai pengobatan medis dan terapi yang menguras banyak tempat, orang tua Denish terpaksa meminjam uang ke bank hingga kehabisan modal usaha.
Terjerat utang yang menumpuk, mereka mengaku terpaksa mengambil keputusan getir menitipkan Denish ke panti asuhan agar mereka bisa mengadu nasib bekerja ke luar kota demi melunasi kewajiban finansial.
Meski demikian, terselip sebuah janji manis sekaligus pilu di dalam surat tersebut. Mereka menegaskan tidak berniat membuang darah daging mereka selamanya.
"Kami tidak ingin dianggap orang tua yang tidak bertanggung jawab," tulis orangtua Denish dalam surat tersebut.
Sang orang tua berjanji, jika urusan utang-piutang mereka dapat selesai dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, mereka pasti akan kembali untuk menjemput dan merawat Denish kembali.
Di sisi lain, kapolres mengatakan bahwa hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa kantong plastik berisi perlengkapan bayi dan surat wasiat tersebut.
"Sementara kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai keberadaan orang tuanya. Prioritas utama saat ini adalah memastikan kesehatan dan perlindungan bagi bayi Denish," tutupnya. (faj)
Diduga Dibuang
Warga Kelurahan Trimurjo, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah mendadak geger, Kamis (28/5).
Sesosok jasad bayi laki-laki ditemukan mengapung dan hanyut di aliran irigasi Punggur Utara, wilayah BD 4 Trimurjo.
Bayi malang yang diperkirakan baru berusia sekitar 3 hari tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan. Saat pertama kali dievakuasi oleh warga, tubuh bayi sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma tak sedap.
Sontak, penemuan ini langsung memancing kerumunan warga sekitar yang merasa prihatin sekaligus geram atas tindakan keji tersebut.
Diduga kuat, bayi malang itu sengaja dibuang oleh orangtuanya hingga hanyut terbawa arus irigasi. Mendapat laporan dari warga melalui layanan darurat 110, pihak kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Hal itu disampaikan Kapolsek Trimurjo AKP Admar, mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon yang membenarkan peristiwa memilukan tersebut.
Setelah olah TKP awal, jasad bayi laki-laki tersebut langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Demang Sepulau Raya, Lampung Tengah untuk mendapat penanganan serta visum lebih lanjut.
Saat ini, kata dia, kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap siapa orangtua berhati tega yang membuang darah dagingnya sendiri.
Kapolsek menegaskan Unit Reskrim Polsek Trimurjo tengah mengumpulkan bukti-bukti dan mendalami motif di balik kasus ini.
"Untuk laporan lengkap masih menyusul karena saat ini Unit Reskrim Polsek Trimurjo masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kronologi serta motif kejadian," pungkasnya.
( Tribunlampung.co.id / Fajar Ihwanio Sidiq )
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.