TRIBUNNEWS.COM - Gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben Onsu ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memasuki agenda mediasi, Rabu (22/7/2026).
Kali ini, Ruben dan Sarwendah kompak hadir didampingi kuasa hukum masing-masing.
Pantauan Tribunnews, ruang mediasi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sempat ditutup rapat dan dijaga dua security.
Sementara itu, kedua kuasa hukum Sarwendah dan Ruben kompak keluar dari ruangan.
Namun, tak terlihat Ruben maupun Sarwendah di sana.
Menanggapi itu, Minola Sebayang, pengacara Ruben buka suara.
Ia menegaskan, mantan pasangan suami istri itu diberikan kesempatan untuk menjalani mediasi berdua saja hanya didampingi mediator.
"Ada setengah kamar dulu yang didampingi bapak mediatornya," ungkap Minola, di hadapan awak media, Rabu.
Minola yang hadir mengenakan baju putih itu mengungkap tujuan mediasi setengah kamar bagi kedua belah pihak.
"Iyalah, lebih murni kan," lanjutnya.
Tak lama setelah kedua tim pengacara keluar, ruang mediasi itu kembali ditutup rapat dan dijaga dua security yang bertugas sebelumnya.
Baca juga: Kesiapan Sarwendah Bertemu Ruben Onsu di Sidang Mediasi, Tegaskan Tak Ada Dendam: Demi Anak
Adapun sebelumnya, sidang perdana gugatan hak asuh anak dari presenter Ruben Onsu terhadap mantan istrinya, Sarwendah, digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).
Dalam sidang perdana itu, telah ditunjuk hakim mediator untuk nantinya dilakukan mediasi di persidangan selanjutnya.
Pihak Sarwendah mengungkap kesiapannya untuk menjalani mediasi bersama Ruben Onsu.
"Jadi nanti persidangan selanjutnya adalah mediasi, mohon doanya dari rekan-rekan semua," ujar kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu.
Chris menyampaikan, pihaknya berharap mediasi nantinya bisa menghasilkan kesepakatan terbaik dari kedua belah pihak.
Pihak Sarwendah mengharapkan adanya perdamaian demi anak.
"Semoga ada perdamaian, karena gimanapun yang kami jaga adalah kepentingan anak-anak," ungkap Chris.
Menurut Chris, kedua belah pihak harus bisa menurunkan ego untuk kebaikan mental anak-anak.
Sebab bagaimana pun, lanjut Chris, setiap manusia memiliki kekurangan masing-masing.
Melalui pengadilan, ia berharap masalah yang sebelumnya memanas antara Sarwendah dan Ruben bisa terselesaikan.
"Semua tidak ada yang sempurna, dan ranah pengadilan adalah ranah yang paling tepat untuk kita masing-masing menyampaikan semua hal yang menurut kami baik ya."
Baca juga: Ruben Onsu Tak Hadiri Sidang Perdana Hak Asuh, Tapi Tetap Komitmen Perjuangkan Hak Ayah Kandung
"Sehingga tidak perlu lagi kami berbalas pantun di media untuk menyampaikan siapa yang paling benar."
"Kita hormati, kita menahan diri untuk melakukan penghakiman di media sosial. Kita hindari penggiringan opini publik ya," tutur Chris.
Perseteruan mencuat berawal dari Ruben yang merasa tak mendapatkan haknya untuk bisa bertemu kedua putrinya sejak cerai 2024 lalu.
Padahal sesuai kesepakatan cerai, pemilik nama lengkap Ruben Samuel Onsu itu diperbolehkan bertemu anak tiga hari dalam seminggu.
Ruben akhirnya memutuskan berhenti memberikan nafkah bulanan Rp225 juta sejak enam bulan terakhir.
Masalah justru semakin melebar usai pihak Sarwendah mengungkit persoalan nafkah dan menuding Ruben lepas dari tanggung jawabnya.
Sementara Ruben juga merasa kini anak-anaknya berada di lingkungan tak aman hingga mengajukan gugatan hak asuh ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
(Tribunnews.com/Salma/Ifan)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.