TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pasien gagal jantung stadium lanjut di Indonesia kini memiliki harapan baru setelah Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk pertama kalinya berhasil mengimplantasikan Left Ventricular Assist Device (LVAD), alat bantu pompa jantung mekanis terkecil yang membantu kerja jantung ketika organ tersebut sudah tidak lagi mampu memompa darah secara optimal.

Keberhasilan tindakan yang dilakukan pada 1 Agustus 2026 itu menjadi tonggak penting bagi layanan jantung di Indonesia.

Selama ini, pilihan terapi bagi pasien gagal jantung stadium akhir sangat terbatas karena transplantasi jantung sulit dilakukan akibat minimnya donor. 

Kehadiran LVAD membuka alternatif terapi yang sebelumnya hanya tersedia di sejumlah pusat layanan kesehatan di luar negeri.

Pasien pertama yang menjalani terapi LVAD terkecil di dunia  ini adalah perempuan berusia 45 tahun dengan gagal jantung stadium lanjut yang merupakan seorang penjual nasi uduk.

Fungsi pompa jantungnya telah menurun drastis, dengan fraksi ejeksi ventrikel kiri hanya 14 persen. 

Kondisi tersebut membuat pasien mengalami sesak napas meski hanya beraktivitas ringan dan berulang kali harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Tim dokter menyebut kondisi pasien menunjukkan perkembangan yang baik setelah operasi.

Pada hari pertama pascaoperasi, pasien sudah dapat dilepas dari alat bantu sirkulasi mekanik lain karena LVAD berfungsi sesuai harapan. 

Saat ini pasien tengah menjalani rehabilitasi dan diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.

Hasil Kolaborasi

Keberhasilan implantasi tersebut merupakan hasil kolaborasi RSCM dengan HeartSpan.ai, divisi heart longevity dari Borderless Healthcare Group (BHG).

Sebelum tindakan dilakukan, tim dokter RSCM menjalani pelatihan intensif di Fuwai Hospital, Beijing, dengan pendampingan langsung para spesialis saat operasi berlangsung.

Founder sekaligus Chairman Borderless Healthcare Group (BHG) dan Founder HeartSpan.ai, Dr. Wei Siang Yu, mengatakan pencapaian tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas Indonesia dalam menangani gagal jantung stadium lanjut.

Baca juga: Kabar Gembira untuk Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ada Terapi Baru untuk Tingkatkan Kesembuhan

"Implantasi pertama di Asia Tenggara menggunakan LVAD terkecil dan teringan di dunia ini menjadi awal era baru layanan kardiovaskular di Indonesia," ujarnya di RSCM Jakarta, Rabu  (5/8/2026).

Dikatakannya, pencapaian ini jauh melampaui sekadar tonggak klinis yang menandai dimulainya era baru dalam layanan kardiovaskular di Indonesia.

Pencapaian ini, kata dia juga menjadi fondasi bagi Indonesia untuk berkembang sebagai destinasi regional bagi penanganan gagal jantung stadium lanjut yang berkualitas tinggi dan terjangkau, menarik pasien dari seluruh Asia Tenggara sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat unggulan inovasi kardiovaskular.

Berdasarkan Global Burden of Disease (GBD) 2019, prevalensi gagal jantung diperkirakan mencapai sekitar 900–1.000 kasus per 100.000 penduduk, sementara angka kematiannya mencapai sekitar 34,1 persen, termasuk yang tertinggi di Asia.

Direktur Utama RSCM Dr dr Supriyanto, SpB FINACS MKes, mengatakan keberhasilan implantasi LVAD menunjukkan Indonesia mulai mampu menyediakan terapi kardiovaskular berteknologi tinggi sesuai standar internasional.

Menurutnya, layanan tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasien terhadap terapi gagal jantung stadium lanjut sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat untuk mencari pengobatan ke luar negeri.

Baca juga: Ini Kebiasaan yang Diam-Diam Memperparah Gagal Jantung, dari Mie Instan hingga Stop Obat Sendiri

Buka Harapan Baru

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI dr. Azhar Jaya, S.H., S.K.M., M.A.R.S. mengatakan, keberhasilan RSCM ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan jantung di Indonesia sekaligus membuka harapan baru bagi pasien gagal jantung yang selama ini memiliki pilihan terapi yang terbatas.

"Bagi pasien gagal jantung kronis, terapi terbaik memang transplantasi jantung. Namun, donor jantung sangat sulit diperoleh sehingga banyak pasien tidak dapat menjalani tindakan tersebut," kata Budi dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi medis kini memungkinkan penggunaan LVAD sebagai alat bantu kerja jantung dalam jangka panjang. Dengan teknologi tersebut, pasien dapat memiliki kualitas hidup yang lebih baik tanpa harus menunggu donor transplantasi.

Azhar berharap keberhasilan pemasangan alat tersebut menjadi awal berkembangnya layanan serupa di Indonesia sehingga semakin banyak pasien yang dapat memperoleh akses pengobatan.

Ia juga meminta agar kemampuan dan pengalaman yang dimiliki tim dokter tidak berhenti di satu rumah sakit, tetapi dibagikan kepada rumah sakit lain melalui pelatihan dan transfer pengetahuan.

Kepala Departemen Kardiovaskular RSCM Dr. dr. Birry Karim, Sp.PD., Subsp.KV(K), mengatakan keberhasilan program LVAD tidak hanya ditentukan oleh tindakan operasi, tetapi juga kesiapan sistem pelayanan, mulai dari seleksi pasien, kolaborasi tim multidisiplin, hingga pemantauan jangka panjang setelah operasi.

"Melalui kolaborasi dengan HeartSpan.ai dan Fuwai Hospital, RSCM telah membangun model layanan multidisiplin, protokol klinis, serta kompetensi tenaga kesehatan yang dibutuhkan untuk mengembangkan program penanganan gagal jantung stadium lanjut secara berkelanjutan," ujarnya.

Bagaimana Cara Kerja LVAD?

LVAD merupakan pompa mekanis yang dipasang melalui operasi jantung terbuka untuk membantu bilik kiri jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Dalam prosedur tersebut, fungsi jantung dan paru sementara diambil alih oleh mesin jantung-paru. Setelah dilakukan perbaikan katup bila diperlukan, pompa LVAD dipasang pada bilik kiri jantung (left ventricle) dan dihubungkan ke aorta sebagai pembuluh darah utama.

Dengan bantuan alat tersebut, sebagian besar kerja bilik kiri yang sudah melemah diambil alih oleh pompa mekanis sehingga aliran darah ke organ-organ tubuh tetap terjaga.

Birry mengatakan, sebelum menjalani operasi pasien hanya mampu berjalan beberapa meter sebelum mengalami sesak napas. Aktivitas sehari-hari sangat terbatas dan pasien kerap keluar masuk rumah sakit akibat gagal jantung.

Dengan fungsi pompa yang dibantu LVAD, kualitas hidup pasien diharapkan meningkat sehingga dapat kembali beraktivitas secara lebih normal.

Baca juga: Tak Hanya Lansia, Ibu Hamil dan Anak Muda Bisa Kena Gagal Jantung Mendadak

Alternatif Saat Donor Jantung Terbatas

Birry menjelaskan gagal jantung merupakan tahap akhir dari berbagai penyakit jantung, seperti penyakit jantung koroner, hipertensi, gangguan katup, maupun gangguan irama jantung.

Pada fase ini, kemampuan jantung memompa darah menurun drastis sehingga kebutuhan oksigen dan nutrisi organ-organ tubuh tidak lagi terpenuhi secara optimal.

Selama ini transplantasi jantung menjadi terapi terbaik bagi pasien gagal jantung stadium akhir. Namun, keterbatasan donor membuat prosedur tersebut sulit diakses.

Karena itu, LVAD kini berkembang bukan hanya sebagai bridge to transplant, atau jembatan menuju transplantasi jantung, tetapi juga sebagai destination therapy, yaitu terapi jangka panjang bagi pasien yang tidak memungkinkan menjalani transplantasi.

Ahli Bedah Kardiovaskular dan Toraks Utama RSCM, Dr. dr. M. Arza Putra, mengatakan kondisi pasien pascaoperasi menunjukkan hasil yang menggembirakan.

"Pasien berhasil lepas dari ventilasi mekanis pada hari pertama pascaoperasi, kondisinya stabil dan proses rehabilitasi telah dimulai. Hasil awal ini menunjukkan terapi LVAD dapat menjadi pilihan yang menjanjikan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut," ujarnya.

Keberhasilan implantasi perdana tersebut tidak hanya menjadi pencapaian klinis, tetapi juga menandai bertambahnya kemampuan layanan kesehatan Indonesia dalam menangani kasus gagal jantung kompleks.

"Jika program ini dapat dikembangkan secara berkelanjutan, semakin banyak pasien yang berpotensi memperoleh terapi di dalam negeri tanpa harus mencari pengobatan ke luar negeri, sekaligus memperkuat kapasitas tenaga medis nasional dalam penanganan penyakit jantung berteknologi tinggi," katanya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.