TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (5/8), didorong kombinasi sentimen domestik dan global yang cenderung positif. 

IHSG tercatat naik 0,50 persen ke level 6.351,14. Penguatan itu ditopang sejumlah indikator ekonomi domestik yang membaik, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta meningkatnya optimisme investor terhadap kinerja emiten. 

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai, pelaku pasar merespons positif rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2026. 

“Para pelaku pasar mengapresiasi hasil resmi PDB Indonesia kuartal II/2026 yang tumbuh 5,29 persen secara tahunan," katanya, kepada Kontan, Rabu (5/8).

"Angka ini memang lebih rendah dibanding kuartal sebelumnya yang sebesar 5,61 persen, tetapi lebih tinggi dari konsensus pasar sekitar 5,1 persen, sehingga dapat dikategorikan lebih baik dari ekspektasi,” sambungnya. 

Selain faktor domestik, menurut dia, sentimen eksternal juga turut menopang pergerakan IHSG.

“Sentimen eksternal dipicu oleh mulai meredanya ketegangan geopolitik global, serta ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih akomodatif di semester kedua tahun ini,” jelasnya. 

Untuk perdagangan Kamis (6/8), Nafan memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan.

“IHSG diperkirakan bergerak dengan level support di 6.292 dan 6.242, serta resistance di 6.406 dan 6.454,” ucapnya. 

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang melihat ada potensi penguatan lanjutan IHSG dalam jangka pendek yang didukung kombinasi faktor fundamental dan teknikal. 

“IHSG ditutup menguat 0,50 persen pada hari Rabu. Beberapa indikator ekonomi domestik yang membaik, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta optimisme terhadap kinerja emiten menjadi pendorong utama penguatan indeks,” tuturnya. 

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,29 persen secara tahunan pada kuartal II/2026 dari 5,61 persen pada kuartal/I-2026, capaian itu dinilai masih lebih baik dari ekspektasi pasar yang berada di kisaran 5,1 persen. 

Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga mencatatkan penguatan. “Rupiah ditutup menguat 0,5 persen di level Rp 17.925 per dolar AS,” ujarnya.

Secara teknikal, sejumlah indikator menunjukkan peluang berlanjutnya tren positif IHSG. “Beberapa indikator teknikal mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370 hingga 6.400,” tandasnya. (Kontan/Muhammad Alief Andri)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.