Jakarta (ANTARA) - Perusahaan gim Electronic Arts (EA) yang dikenal sebagai pencipta gim EA FC dan The Sims resmi menjadi perusahaan tertutup (private company) setelah diakuisisi investor Arab Saudi senilai 55 miliar dolar AS atau setara Rp982 triliun.
Dilaporkan Engadget pada Selasa (4/8) waktu setempat, proses akuisisi selesai setelah EA pada pekan lalu mengumumkan pihaknya telah mengantongi seluruh perizinan yang dibutuhkan. Proses akuisisi ini rampung beberapa bulan lebih lambat dari jadwal awal.
Rencana akuisisi tersebut pertama kali diumumkan pada September tahun lalu dan kemudian mendapat persetujuan dari para pemegang saham EA beberapa bulan setelahnya.
Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) Arab Saudi kini menguasai lebih dari 93 persen saham EA. Selain PIF, perusahaan ekuitas swasta Silver Lake dan Affinity Partners juga menjadi bagian dari pemilik baru EA.
Meski telah diakuisisi, Andrew Wilson tetap menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) EA, sementara kantor pusat perusahaan tetap berada di Redwood City, California, Amerika Serikat.
Akuisisi ini disebut menggunakan pendanaan dari utang (leveraged buyout) terbesar dalam sejarah. Para investor menggunakan pembiayaan utang sebesar 20 miliar dolar AS atau Rp357 triliun untuk melakukan akuisisi tersebut, yang akan dilunasi secara bertahap.
Pada kuartal fiskal terbaru yang berakhir 30 Juni, EA membukukan laba sebesar 387 juta dolar AS atau Rp6,9 triliun setelah memperhitungkan biaya operasional dan pajak.
Dalam surat kepada para karyawan setelah proses akuisisi selesai, Andrew menegaskan komitmen EA untuk terus mengembangkan gim, komunitas pemain, dan budaya kreatif.
"Kami tetap berkomitmen membangun gim, komunitas, dan budaya kreatif terbaik di dunia," ujar Andrew.