Selama ini biji kopi cacat fisik di Desa Pujer Baru, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso hanya memiliki satu jalur keluar yaitu dijual mentah dengan harga jauh di bawah standar kopi premium. Kini biji-biji yang tersisihitu mendapatkan peluang ekonomi baru melalui proses ekstraksi minyak yang dikemas sebagai pengharum ruangan beraroma kopi.
Program bertajuk "Kopi Aroma Argopuro" ini digarap oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Jember (UNEJ) sepanjang Mei hingga Desember 2026 dengan dukungan skema Hibah Pengabdian Pemula.
Lebih dari sekadar menciptakan produk baru, inisiatif ini bertujuan mengembalikan sebagian nilai tambah ekonomi kopi langsung ke tangan para petani.
Kolaborasi Lintas Disiplin
Program ini dipimpin oleh Rekfa Wika Amini, Dosen Program Studi Pendidikan IPA FKIP UNEJ yang berlatar belakang keilmuan kimia bahan alam. Ia didukung oleh Jadnika Dwi Rakhmawan Amrullah dan Arvidhea Safira Gunawan.
Proyek tersebut merupakan kolaborasi antara tim Pendidikan IPA dan Fakultas Teknik Universitas Jember serta melibatkan lima mahasiswa melalui skema service learning. Mereka berperan aktif dalam mendampingi pelatihan, mendokumentasikan kegiatan, hingga mengumpulkan data evaluasi.
Memutus Keterbatasan di Rantai Produksi

Kopi merupakan tulang punggung perekonomian Desa Pujer Baru,mengingatsebanyak 60 persen penduduknya menggantungkan hidup dari hasil kebun di lereng pegunungan Argopuro.
Kendati demikian, tidak seluruh hasil panen berhasil lolos standar pasar, dan biji yang tersisih selama ini selalu dilepas dengan harga murah.
Bagi kelompok ibu-ibu petani, persoalan ini berlapis. Peran mereka dalam rantai produksi biasanya berhenti pada tahap penjemuran dan penyortiran. Dua pekerjaan yang menyita banyak waktutetapi nyaris tidak memberikan tambahan nilai jual.
"Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga pada pemberdayaan perempuan petani agar lebih mandiri secara ekonomi," ujar Rekfa.
Teknologi Sederhana di Dapur Rumah
Proses pembuatan aromaterapi ini dirancang agar mudah diterapkan. Kopi reject disortir terlebih dahulu, disangrai pada suhu 150–180 derajat Celsius, kemudian digiling hingga halus.
Selanjutnya, bubuk tersebut direndam dalam campuran alkohol, air, dan virgin coconut oil (VCO) dengan takaran tertentu.
Alkohol dan air berfungsi menarik senyawa aromatik dari bubuk kopi, sementara VCO berperan sebagai zat pembawa (carrier) untuk menjaga kestabilan dan ketahanan aroma. Hasil akhirnya berupa coffee infused oil.
Minyak tersebut kemudian disaring hingga jernih, dikemas ke dalam botol kaca berkapasitas 100 mililiter, dan dilengkapi lima hingga sepuluh batang rotan sebagai penyebar aroma. Menurut tim pengembang, wangi produk ini mampu bertahan tiga hingga empat minggu tergantung kondisi ruangan.
Seluruh rangkaian proses ini sengaja dirancang tanpa membutuhkan peralatan mahal atau keahlian teknis tingkat tinggi, sehingga dapat ditiru langsung di dapur rumah oleh kelompok masyarakat dengan keterbatasan modal dan alat.
Pelatihan Berbasis Praktik Langsung

Metode pelatihan dirancang secara aplikatif. Sebanyak 80 persen durasi kegiatan dihabiskan untuk praktik langsung, di mana peserta terlibat secara aktif di setiap tahapan mulai dari menyortir bahan baku, menyangrai, meracik minyak, hingga mengemas produk jadi.
Target keberhasilan pun ditetapkan secara terukur. Tim menargetkan minimal 90 persen peserta mampu memproduksi reed diffuser secara mandiri selepas pelatihan, disertai sepuluh unit prototipe bermerek "Kopi Aroma Argopuro" sebagai bukti pendampingan lengkap dengan dokumen standar operasional prosedur (SOP) produksi.
"Melalui pelatihan terstruktur, mitra diharapkan mampu mengolah kopi reject menjadi produk nonpangan bernilai ekonomi lebih tinggi," ujar Rekfa.
Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan
Program yang berjalan tahun ini baru meletakkan fondasi awal. Tim menargetkan terbentuknya kelompok usaha embrio pada 2028, yang diproyeksikan berkembang menjadi UMKM mandiri di bidang aromaterapi kopi pada periode 2029–2030.
"Program ini diharapkan menjadi langkah awal kemandirian ekonomi ibu-ibu petani kopi melalui pemanfaatan potensi lokal," pungkas Rekfa.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.