Sensasi Menyusuri Jejak Kereta Tua di Tengah Hutan Jati Blora

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Wisata Loco Tour Cepu, Kabupaten Blora, menjadi salah satu wisata kereta bersejarah.

Lokomotif tua berwarna putih hijau yang ada digunakan mengantarkan wisatawan berkeliling menyusuri hutan jati.

Di sepanjang perjalanan, wisatawan bakal disuguhi pemandangan pepohonan jati, kawasan permukiman warga. Perjalanan pulang-pergi hanya sekitar lima kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit.

Namun, bagi wisatawan, perjalanan singkat tersebut bukan sekadar perjalanan menggunakan kereta. Ada sensasi berbeda ketika menaiki lokomotif yang telah berusia puluhan tahun.

Lokomotif Ruston buatan Inggris tahun 1950 itu masih menjadi daya tarik utama wisata Loco Tour Cepu hingga sekarang.

WISATA LOCO TOUR - Suasana wisata Loco Tour Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
WISATA LOCO TOUR - Suasana wisata Loco Tour Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri)

KSS Agroforestry dan Ekowisata KPH Cepu, Moh Rofic Arif Anhar, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap wisata tersebut cukup tinggi. Sebagian besar wisatawan yang datang merupakan wisatawan domestik.

Menariknya, pengunjung tidak hanya berasal dari Kabupaten Blora dan daerah sekitarnya. Cukup banyak wisatawan datang dari wilayah Jawa Timur.

"Selain dari sekitaran Blora sendiri, ada juga yang dari Jawa Timur," ujarnya, Jumat (14/8/2026).

Kereta Pengangkut Kayu Jati

Bagi sebagian wisatawan, menaiki lokomotif Ruston mungkin hanya menjadi pengalaman wisata. Tetapi di balik perjalanan tersebut, tersimpan sejarah panjang tentang aktivitas pengelolaan hutan jati di Cepu.

Lokomotif yang kini membawa wisatawan tersebut dahulu memiliki fungsi yang jauh berbeda. Rofic mengatakan dahulu kereta itu digunakan untuk mengangkut hasil produksi kayu jati dari kawasan hutan menuju Tempat Penimbunan Kayu (TPK).

"Kalau zaman dahulu, kereta ini dibuat untuk memuat hasil produksi kayu jati dari hutan dikirim ke TPK," terang Rofic.

Kini, fungsi lokomotif tersebut telah berubah. Alih-alih membawa kayu, lokomotif Ruston membawa wisatawan yang ingin merasakan perjalanan menggunakan kereta tua sekaligus menikmati suasana kawasan hutan.

Rofic menyampaikan mempertahankan lokomotif yang dibuat pada 1950 tentu bukan perkara mudah. Usianya sudah lebih dari tujuh dekade. Agar tetap bisa beroperasi membawa wisatawan, perawatan harus dilakukan secara rutin.

Rofic mengatakan perawatan dilakukan mulai dari penggantian oli, servis rutin hingga pelumasan. Bagian gerbong juga mendapat perhatian, termasuk perbaikan interior.

"Untuk perawatan kami rutin penggantian oli, servis rutin, terus pelumasan juga kami rutin. Untuk gerbong kita perbaikan di interior," katanya.

Perawatan tersebut menjadi penting bukan hanya untuk menjaga lokomotif tetap beroperasi, tetapi juga memastikan perjalanan wisatawan tetap aman dan nyaman.

WISATA LOCO TOUR - Suasana wisata Loco Tour Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (TRIBUN JATENG/M Iqbal Shukri)

Jadwal Keberangkatan Terbatas

Wisatawan yang ingin mencoba perjalanan menggunakan Loco Tour Cepu juga perlu menyesuaikan jadwal keberangkatan. Pada Rabu dan Kamis, perjalanan tersedia dua kali, yakni pukul 10.00 WIB dan 15.00 WIB.

Sementara pada Sabtu, Minggu dan hari libur, tersedia tiga jadwal keberangkatan, yakni pukul 10.00 WIB, 14.00 WIB dan 15.30 WIB. Di luar jadwal tersebut, tidak ada pemberangkatan.

Menurut Rofic, pembatasan jadwal tersebut salah satunya dilakukan untuk menekan biaya operasional.

"Karena kita meminimalisir biaya yang dikeluarkan," ujarnya.

Untuk menikmati wisata tersebut, pengunjung juga tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Tiket masuk kawasan wisata dibanderol Rp10.000 per orang, sedangkan tiket perjalanan kereta sebesar Rp20.000 per orang.

Khusus anak-anak berusia di bawah tiga tahun, tiket perjalanan diberikan secara gratis. Harga tiket tersebut berlaku sama, baik pada hari biasa maupun akhir pekan dan hari libur.

Pengembangan Terkendala Keterbatasan Anggaran

Di balik antusiasme pengunjung, pengelola masih menghadapi tantangan untuk mengembangkan wisata Loco Tour Cepu. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan anggaran.

Rofic mengatakan pengembangan wisata membutuhkan biaya cukup besar, terutama jika ingin menambah jalur perjalanan, memperbaiki interior, membenahi lokomotif hingga melakukan penataan kawasan wisata.

"Untuk kendala kami yang pertama memang di anggaran. Kami belum tersedia untuk melakukan pengembangan, terutama untuk penambahan trek jalur, pembenahan interior maupun loko yang beroperasi, terus penataan area. Kita terkendala di anggaran," ungkapnya.

Pada 2026, anggaran dari Perhutani untuk operasional Loco Tour Cepu hanya sekitar Rp27 juta. Anggaran tersebut hanya cukup digunakan untuk sejumlah kebutuhan operasional, di antaranya tenaga luar, listrik, konsumsi penjaga malam dan kebutuhan operasional lainnya.

Dengan anggaran terbatas, pengelola harus mengatur kebutuhan agar lokomotif tua tersebut tetap bisa beroperasi. Salah satu pengeluaran terbesar justru berasal dari bahan bakar minyak.

"Satu kali jalan itu Rp200.000. Jadi kalau sehari tiga kali jalan Rp600.000," jelas Rofic.

Keterbatasan anggaran tidak membuat peluang pengembangan Loco Tour Cepu tertutup. Ada calon mitra yang mulai menunjukkan ketertarikan untuk ikut mengembangkan wisata tersebut.

Rofic menyebut pada Maret 2026 lalu terdapat permohonan kerja sama dari seorang calon mitra. Calon mitra tersebut berencana bekerja sama dalam pengelolaan wisata Loco Tour Cepu. Saat ini, prosesnya masih dalam tahap penyusunan konsep pengembangan.

"Beliau baru membuat konsep atau site plan pengembangan dua tahun ke depan," katanya.

Kerja sama dengan Perhutani memiliki ketentuan tersendiri. Masa kerja sama pengelolaan maksimal dua tahun dan dapat dilanjutkan sesuai evaluasi serta ketentuan yang berlaku. Menurut Rofic, calon mitra yang saat ini mengajukan kerja sama tidak mempermasalahkan ketentuan tersebut.

Sebab, Perhutani memiliki komitmen untuk melanjutkan kerja sama apabila mitra menunjukkan prestasi dan mampu menjalankan pengelolaan dengan baik.

"Untuk mitra ini dia tidak mengeluhkan itu karena dia tahu komitmen kami. Kami berkomitmen kalau mitra tidak ubah prestasi, kita akan melanjutkan kerja sama," jelasnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, Wisata Loco Tour Cepu tetap memiliki potensi ekonomi. Ketika akhir pekan, hari libur maupun musim liburan sekolah, omzet dari aktivitas wisata kereta bisa mencapai jutaan rupiah dalam sehari. Adapun kapasitas sekali pemberangkatan yakni 50 orang.

"Kalau di hari libur, hari Sabtu, Minggu atau hari libur seperti libur sekolah kemarin, sekitar Rp3 juta sampai Rp5 juta per hari," kata Rofic.(Iqs) 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.