Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi SpaceX milik pebisnis Elon Musk telah resmi mengakuisisi perusahaan rintisan Cursor, yang dikenal luas berkat alat pengkodean berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) miliknya.


Menurut warta Engadget pada Sabtu (15/8), kedua perusahaan mengumumkan akuisisi itu pada Juni 2026, tetapi prosesnya telah dimulai sejak April 2026, ketika SpaceX bekerja sama dengan Cursor dalam pelatihan model AI.


Dalam pengumumannya, Cursor menyatakan bahwa kini mereka memiliki akses ke "armada GPU terbesar di dunia" yang memberikan kapasitas komputasi untuk membangun dan melatih model yang lebih baik.


Akses ke armada GPU terbesar menurut Cursor memungkinkan perusahaan untuk menawarkan model AI yang lebih baik dengan biaya yang lebih rendah.







SpaceX, yang awal tahun ini digabungkan dengan xAI menjadi SpaceXAI, telah mengeluarkan dana 60 miliar dolar AS (Rp1,06 kuadrliun) untuk akuisisi Cursor.


Perusahaan secara resmi diumumkan berganti nama menjadi SpaceXAI pada Juli 2026 dan tak lama setelah itu merilis Grok 4.5, model pertama yang dikerjakan SpaceXAI bersama Cursor.


Model itu dirancang agar "unggul dalam pengkodean, tugas-tugas agentik, dan pekerjaan berbasis pengetahuan" serta memberikan hasil "dengan biaya yang jauh lebih rendah."


Sejak itu, mereka telah merilis Grok 4.6, yang merupakan pengembangan dari 4.5.


Model yang lebih baru dilatih untuk melakukan tugas-tugas dalam kehidupan nyata seperti pengkodean umum, pengembangan web, dan desain berbantuan komputer.






Cursor menyatakan bahwa Grok 4.6 memberikan gambaran awal tentang apa yang dapat mereka bangun bersama dengan SpaceXAI.