TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA — Fenomena kerontokan rambut sering kali memicu kekhawatiran, namun penanganannya kerap berfokus pada sasaran yang keliru.  Banyak orang tergesa-gesa mengganti sampo atau mengubah teknik menyisir karena menganggap batang rambut mereka rapuh, tanpa menyadari bahwa kunci utamanya terletak pada area yang tak kasatmata. 

Baca juga: Rambut Rontok Tak Hanya karena Sampo, Gizi, Stres hingga Lingkungan Bisa Jadi Penyebab

Berangkat dari keresahan mendasar inilah, Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) yang diselenggarakan di Yogyakarta hadir menjadi momentum krusial untuk meluruskan persepsi publik sekaligus mentransformasi edukasi kesehatan rambut nasional secara menyeluruh dan komprehensif.

Dalam forum ilmiah bertajuk Advancing Hair Loss and Scalp Health Screening, dr. Sofiah Lontoh, Sp.DVE, MSc.CSO, FINSDV, FAADV menegaskan fakta medis yang sering terabaikan: sekitar 80 persen penyebab utama kerontokan sebenarnya bermula dari kondisi kulit kepala yang tidak sehat. 

Sebagai satu-satunya bagian "hidup" dari organ rambut, kulit kepala yang kurang ternutrisi atau mengalami gangguan penyerapan secara langsung akan merusak kualitas jaringan akar, memicu kerontokan yang kian parah jika tak ditangani secara tepat.

"Banyak masyarakat masih menganggap rambut rontok disebabkan oleh batang rambut yang rapuh sehingga fokus perawatannya hanya pada teknik keramas atau menyisir yang belum tentu terbukti secara ilmiah. Padahal, sekitar 80 persen penyebabnya berasal dari kulit kepala. Selain itu, kondisi kulit kepala setiap orang berbeda sehingga solusinya tidak bisa disamaratakan," papar dr. Sofiah Lontoh dalam pernyataannya, Senin(17/8/2026).

Mengingat kondisi kulit kepala setiap individu memiliki karakter dan kebutuhan yang unik, tindakan medis yang dipersonalisasi menjadi sebuah keharusan. Menjawab tantangan tersebut, PERDOSKI Cabang Jakarta menggandeng Dove Hairfall Control untuk memperkenalkan inovasi digital bertajuk Dove Scalp + Hair AI Analysis.

Platform cerdas ini dirancang serta divalidasi langsung oleh para spesialis kulit, memungkinkan masyarakat melakukan skrining awal secara mandiri hanya dengan mengunggah foto close-up kulit kepala dan menjawab beberapa pertanyaan seputar gaya hidup.

Baca juga: Berapa Batas Aman Rambut Rontok? Ini Penjelasan Dokter Spesialis Dermatologi

Tak berhenti pada kecanggihan perangkat lunak, sinergi ini juga merambah sektor ritel dengan menggandeng Watsons untuk menghadirkan pengalaman analisis digital secara langsung di berbagai gerainya di Indonesia.

Dukungan inovasi ini diperkuat oleh formulasi berbasis riset melalui teknologi Dynazinc Complex+ dan Ceramide yang berfokus memperkuat skin barrier kulit kepala. Sebagaimana disampaikan oleh Matthew Seal, M.Sc., Head of R&D Beauty & Wellbeing Unilever Indonesia, pemahaman yang tepat atas kondisi kulit kepala sejak dini merupakan langkah awal yang paling esensial untuk mendapatkan rambut yang benar-benar kuat, sehat, dan indah langsung dari akarnya.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.