TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut Kunci Jawaban dalam soal PAI Kelas 11 Halaman 54 55 Aktivitas 2.5 Kurikulum Merdeka, pahami dengan baik:

Aktivitas 2.5

Aktivitas Peserta Didik:

Kelas dibagi menjadi 5 kelompok, lalu carilah data tentang penyalahgunaan medsos yang merusak dunia pendidikan di Indonesia, khususnya akibat bocornya kunci jawaban saat UN (Ujian Nasional).

Agar fokus, peristiwanya dimulai tahun 2014. Jadi kelompok 1 mengambil data tahun 2014, kelompok 2 tahun 2015, dan begitu seterusnya.

Persiapkan juga buku catatan, atau laptop yang kalian miliki untuk presentasi. Lalu setelah mengetahui data yang ada, apa yang harus kalian lakukan, agar tidak terjadi penyalahgunaan medsos bagi diri sendiri, keluarga dan sekolah kalian!

Pembahasan:

1. Data Kasus (contoh singkat tiap tahun)

  • 2014: Muncul kasus bocornya kunci jawaban UN yang beredar di media sosial (Twitter, Facebook). Banyak akun anonim membagikan jawaban palsu maupun asli.
  • 2015: Kasus serupa terjadi lagi, kunci jawaban UN tersebar melalui WhatsApp & BBM. Beberapa siswa lebih memilih menyalin daripada belajar.
  • 2016–2018: Penyalahgunaan medsos makin marak, bukan hanya UN, tapi juga ujian sekolah lain. Ada grup Facebook/WA khusus jual-beli kunci jawaban.
  • 2019–2020: Bocornya soal ujian online di beberapa daerah. Screenshot soal ujian cepat beredar di Telegram.
  • 2021–2023: Meski UN ditiadakan, masih ada kebocoran soal try out dan asesmen melalui media sosial.

2. Dampak Negatif bagi Pendidikan

  • Menurunkan kejujuran siswa dan menciptakan budaya instan.
  • Mengurangi kualitas lulusan, karena nilai tidak mencerminkan kemampuan asli.
  • Merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.
  • Menghambat mental berusaha, siswa lebih memilih jalan pintas.

3. Langkah Pencegahan

Untuk diri sendiri:

  • Gunakan media sosial secara bijak.
  • Bangun kepercayaan diri belajar tanpa jalan pintas.
  • Menahan diri untuk tidak ikut menyebarkan kunci jawaban.

Untuk keluarga:

  • Orang tua memberi pengawasan dan edukasi penggunaan gadget.
  • Menanamkan nilai kejujuran sejak dini.
  • Mendukung anak belajar, bukan menuntut nilai tinggi dengan cara instan.

Untuk sekolah:

  • Memberikan pendidikan karakter (jujur, tanggung jawab).
  • Menyediakan pengawasan lebih ketat saat ujian.
  • Menggunakan sistem ujian berbasis teknologi yang lebih aman.
  • Mengedukasi siswa tentang bahaya dan dosa menyontek/menyebarkan kebocoran soal.

(Tribunpekanbaru.com)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.