TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Kebakaran mesin blower gabah serta gabah sisa hasil produksi di tempat produksi padi wilayah Banjar Pangkung Tanah Kangin, Desa/Kecamatan Melaya, Jembrana sebabkan kerugian hingga Rp150 juta. 

Mengamuknya si jago merah itu terjadi, Selasa 1 September 2026 malam kemarin. Diduga, pemicu kebakaran tersebut karena kebocoran pada mesin blower.

Menurut informasi yang diperoleh, bermula dari UD Abdi Tunggal yang melakukan produksi padi atau penggilingan gabah mulai pukul 17.30 WITA, Selasa 1 September 2026 kemarin.

Beberapa waktu kemudian atau sekitar pukul 18 30 WITA seorang karyawan hendak mengecek hasil produksi dan tak disangka melihat kepulan asap dan api yang menyala pada mesin produksi tersebut. 

Baca juga: Pasca Kebakaran di Negari, Bupati Satria dan Ketua PMI Made Kasta Gotong Royong Bersihkan Puing

Saat itu, mesin blower tersebut masih dalam hidup. Sehingga karyawan tersebut melapor ke pemilik perusahaan dan berusaha melakukan pemadaman dengan alat seadaanya.

Namun karena tak kunjung padam, karyawan meminta bantuan tim Damkar Jembrana ke TKP. 

Regu 2 Damkar Jembrana yang sedang bertugas langsung menuju ke TKP untuk melakukan penanganan.

Butuh waktu 12 menit menuju TKP kebakaran di perusahan milik Wayan Swastika (55) tersebut.

Baca juga: Kesaksian Korban Kebakaran Gudang Rongsokan di Pamecutan, Listrik Sempat Padam

"Ada dua unit armada yang dikerahkan ke TKP. Kurang lebih petugas melakukan penanganan selama 60 menit," jelas Kasat Pol PP Jembrana, I Ketut Eko Susila Artha Permana saat dikonfirmasi, Rabu 2 September 2026.

Dia menyebutkan, dugaan penyebab kebakaran tersebut karena adanya kebocoran pada mesin blower.

Hal itu menyebabkan satu unit mesin blower gabah serta gabah sisa hasil produksi hangus terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp150 Juta.

"Kami imbau kembali seluruh masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati saat melakukan kegiatan. Hindari kegiatan yang bisa memicu kebakaran seperti membakar sampah sembarangan dan membuang puntung rokok sembarangan."

"Dua hal tersebut kerap menjadi penyebab kebakaran terutama pada lahan. Belakangan ini sudah beberapa kali terjadi," imbaunya. (*)

 

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.