BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Angka kejadian kebakaran dan penanganan darurat di Kabupaten Bangka Tengah mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2026. ‎‎

Hingga akhir Agustus 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangka Tengah mencatat total sebanyak 136 kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga awal September.

‎Peningkatan jumlah kejadian ini disampaikan langsung oleh Kepala Satpol PP dan Damkar Bangka Tengah, Julhasnan, Rabu (2/9/2026).

‎Menurutnya, jumlah kejadian itu mengalami peningkatan signifikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

‎"Damkar ini tugasnya kan dua, kebakaran dan non-kebakaran. Kebakaran itu sendiri terbagi dua, karhutla dan non-karhutla. Untuk jumlah Karhutla dari catatan kami sudah ada 136 kejadian,," sebutnya.

‎Dikatakan Julhasnan, kondisi cuaca dan area lahan yang kering ditengarai menjadi pemicu utama maraknya titik api di kawasan hutan dan perkebunan warga.

‎"Jadi, saat ini total kejadian kebakaran aitu 301 sampai dengan bulan ini hari ini. Dari 301 peristiwa kebakaran, karhutla itu terjadi sebanyak 136 kali," imbuhnya.

‎Selain karhutla, tugas layanan darurat non-kebakaran atau aksi penyelamatan (rescue) juga menyedot perhatian cukup besar dengan total 151 kejadian.

‎Sementara itu, insiden kebakaran gedung dan perumahan tercatat sebanyak 12 kasus, ditambah dengan insiden kebakaran kendaraan seperti unit truk yang baru saja terjadi.

‎"Ini ada peningkatan dibandingkan dua tahun sebelumnya," pungkasnya.
‎‎
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.