TRIBUN-MEDAN.com - Seorang pria mengaku terkejut setelah mengetahui mantan istrinya menikah lagi hanya tiga bulan setelah keduanya resmi bercerai.

Lebih mengejutkan lagi, pria yang menjadi suami baru Nga ternyata merupakan pria yang sebelumnya terlibat dalam perselingkuhan hingga menyebabkan rumah tangga mereka berakhir.

Dikutip dari Eva, Rabu (2/09/2026), kisah tersebut bermula dari pernikahan pria itu dengan Nga yang telah berlangsung selama 13 tahun.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak. Ia menyebut, 10 tahun pertama pernikahan mereka berlangsung bahagia. Keduanya membangun kehidupan bersama dari kondisi sederhana dan melalui berbagai kesulitan.

Saat itu, keduanya percaya bahwa keluarga kecil mereka akan tetap bertahan meski harus menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Namun, kondisi rumah tangga mulai berubah dalam tiga tahun terakhir pernikahan mereka. Nga disebut mulai menunjukkan perubahan sikap. Ia lebih sering pulang larut malam, selalu membalikkan layar ponselnya ketika berada di dekat suaminya, dan semakin bersikap dingin.

Sang suami awalnya mengira perubahan tersebut terjadi karena Nga mengalami kelelahan akibat pekerjaan. Kecurigaan itu kemudian terjawab setelah ia mengetahui bahwa istrinya berselingkuh dengan seorang pria yang usianya 10 tahun lebih tua.

Setelah perselingkuhan tersebut diketahui, Nga disebut menangis dan berkali-kali meminta maaf. Ia mengaku bahwa apa yang dilakukannya merupakan kesalahan sesaat karena merasa suaminya kurang memberikan perhatian.

Nga juga berjanji akan memutuskan hubungan dengan pria tersebut. Ia meminta suaminya mempertimbangkan keberadaan kedua anak mereka dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki keadaan.

Pria tersebut mengaku masih mencintai Nga. Ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk memaafkan perselingkuhan tersebut demi mempertahankan keluarga. Namun, pengkhianatan yang terjadi membuatnya sulit kembali percaya kepada istrinya.

Setiap kali melihat Nga, ia mengaku kembali teringat dengan perselingkuhan yang dilakukan di belakangnya. Pada akhirnya, dengan mempertimbangkan harga diri dan kehormatannya, ia memutuskan untuk mengakhiri pernikahan.

Dalam perceraian tersebut, ia mendapatkan hak asuh atas kedua anak mereka.

Keputusan itu membuat kehidupan pria tersebut dan kedua anaknya berubah. Sebelumnya, sebagian besar urusan rumah tangga ditangani oleh Nga. Setelah perceraian, ia harus menjalankan berbagai tanggung jawab sekaligus.

Selain bekerja untuk mencari nafkah, ia harus mengantar dan menjemput anak, menyiapkan makanan, mencuci pakaian, serta menemani kedua anaknya belajar.

Dalam beberapa kesempatan, ia harus pulang kerja dalam kondisi terlambat dan langsung bergegas menjemput anak dari sekolah sebelum kembali ke rumah untuk mengurus berbagai kebutuhan keluarga.

Kedua anaknya juga disebut merindukan sang ibu. Bahkan, anak bungsunya beberapa kali bertanya kapan ibunya akan pulang.

Pertanyaan tersebut membuatnya kesulitan memberikan jawaban. Ia memilih diam dan hanya mengusap kepala anaknya.

Di sisi lain, ketika kedua anaknya sudah tidur, pria itu sering duduk seorang diri di ruang tamu. Rumah yang sebelumnya menjadi tempat mereka menjalani kehidupan bersama terasa berbeda setelah Nga pergi.

Ia mengaku mulai merindukan mantan istrinya. Ia merindukan berbagai hal sederhana yang sebelumnya menjadi bagian dari kehidupan mereka, mulai dari makan bersama, suara omelan Nga yang sudah terbiasa didengarnya, hingga melihat mantan istrinya sibuk mengantar anak-anak ke sekolah setiap pagi.

Pria tersebut beberapa kali mengambil ponselnya dan berniat menelepon Nga untuk mengatakan bahwa dirinya masih mencintai sang mantan istri. Namun, ia selalu mengurungkan niat tersebut.

Dalam pikirannya, Nga merupakan pihak yang telah melakukan kesalahan. Karena itu, ia merasa jika Nga memang ingin kembali, seharusnya mantan istrinya tersebut yang mengambil langkah pertama dan datang meminta maaf kembali.

Ia kemudian memilih menunggu dalam diam.

Pria itu sempat mengira dirinya salah mendengar. Namun, kabar yang diterimanya ternyata benar. Hal yang paling membuatnya terkejut adalah pria yang akan dinikahi Nga merupakan pria yang sebelumnya menjadi selingkuhannya.

Ia pun terdiam cukup lama setelah mengetahui kabar tersebut.

Di saat dirinya masih menyimpan harapan kecil bahwa Nga suatu hari akan kembali, mantan istrinya justru telah mempersiapkan kehidupan baru bersama pria yang sebelumnya menjadi salah satu penyebab berakhirnya rumah tangga mereka.

Meski tidak menerima undangan pernikahan, pria itu akhirnya memutuskan untuk datang ke acara tersebut.

Ia membeli pakaian baru dan mempersiapkan diri dengan rapi. Kedatangannya bukan untuk bersaing dengan mempelai pria ataupun mengacaukan acara pernikahan.

Ia mengaku hanya ingin melihat langsung pria yang dulu pernah dijanjikan Nga akan ditinggalkan, tetapi kini justru menjadi suaminya.

Ia ingin mengetahui apa yang membuat Nga bersedia meninggalkan pernikahan mereka yang telah berlangsung selama 13 tahun dan memulai kehidupan baru bersama pria tersebut.

Ketika tiba di restoran tempat pesta pernikahan berlangsung, kedatangan pria itu membuat sejumlah orang yang dikenalnya terkejut. Orang tua Nga juga tampak terdiam melihatnya.

Ibu Nga kemudian menghampirinya dan menyampaikan kekhawatiran. Ia mengatakan bahwa dirinya memahami jika pria tersebut masih marah, tetapi meminta agar hari bahagia Nga tidak diwarnai tindakan yang berlebihan.

Pria itu kemudian memastikan bahwa kedatangannya hanya untuk memberikan ucapan selamat.

Setelah itu, ia masuk ke dalam restoran.

Di sana, Nga terlihat berdiri di atas panggung dengan mengenakan gaun pengantin putih. Di sampingnya berdiri pria yang sebelumnya menjadi orang ketiga dalam rumah tangga mereka.

Ketika melihat mantan suaminya datang, Nga sempat terdiam. Ia kemudian turun dari panggung dan menghampirinya.

Pria tersebut lalu menanyakan janji Nga yang sebelumnya mengatakan akan memutuskan hubungan dengan pria tersebut.

Ia mempertanyakan mengapa hanya tiga bulan setelah perceraian, Nga justru menikah dengan pria yang sama.

Nga kemudian menjelaskan bahwa setelah perceraian, ia memang sempat memutuskan hubungan dengan pria tersebut. Ia mengaku pernah menunggu telepon dari mantan suaminya dan berharap pria tersebut memberikan kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka.

Namun, telepon yang ditunggunya tidak pernah datang.

Mendengar penjelasan itu, pria tersebut terdiam. Ia menyadari bahwa selama tiga bulan setelah perceraian, dirinya juga berkali-kali ingin menghubungi Nga karena masih merindukannya.

Namun, ia memilih tidak melakukannya karena merasa Nga merupakan pihak yang bersalah. Ia tetap menunggu mantan istrinya datang dan meminta maaf kepadanya.

Nga kemudian mengatakan bahwa dirinya menyadari kesalahan yang telah dilakukan dan mengakui telah menyakiti mantan suaminya.

Namun, menurut Nga, ia juga telah memikirkan kemungkinan untuk kembali menjalani kehidupan bersama mantan suaminya.

Ia khawatir jika mereka kembali bersama tetapi sang suami masih tidak mampu melupakan perselingkuhan yang pernah terjadi, hubungan tersebut justru akan kembali dipenuhi luka dan rasa tidak percaya.

Menurut Nga, jika hal itu terjadi, keduanya mungkin hanya akan menjalani kehidupan rumah tangga dalam keterpaksaan.

Ia kemudian mengatakan bahwa pria yang kini menjadi suaminya benar-benar menyayanginya, menghargainya, dan memperlakukannya dengan baik. Hal itu membuat Nga ingin memberikan kesempatan kepada dirinya sendiri untuk memulai kehidupan baru.

Mendengar perkataan tersebut, pria itu kembali terdiam.

Ia mulai menyadari bahwa selama ini dirinya menganggap seluruh kesalahan berada di pihak Nga. Ia merasa Nga yang seharusnya kembali untuk meminta maaf, sementara dirinya cukup menunggu dan menentukan apakah akan memberikan pengampunan.

Namun, ia kemudian menyadari bahwa dalam pernikahan mereka, dirinya juga tidak sepenuhnya bebas dari kesalahan.

Ia merasa terlalu yakin bahwa Nga akan selalu berada di sisinya. Ia juga menyadari bahwa setiap penantian memiliki batas.

Ketika melihat Nga kembali berjalan menuju mempelai pria, ia akhirnya memahami bahwa dirinya benar-benar telah kehilangan mantan istrinya.

Kali ini, ia memilih tidak berusaha menahan Nga ataupun meminta mantan istrinya kembali.

Ia hanya membalikkan badan dan meninggalkan pesta pernikahan tersebut dengan tenang.

(cr31/tribun-medan.com)

 

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.