TRIBUNJOGJA.COM - Kerokan menjadi salah satu pengobatan tradisional paling populer di Indonesia untuk mengatatasi masuk angin.
Usai dikerok memakai koin atau alat gua sha, kulit mumnya langsung berubah warna menjadi merah, bahkan terkadang sampai keunguan.
Sebagian besar masyarakat meyakini warna merah ini sebagai pertanda "anginnya keluar" dari tubuh, padahal penjelasan sesungguhnya jauh lebih ilmiah dari anggapan tersebut.
Bukan Soal "Angin Keluar", Begini Penjelasan Sesungguhnya
Menurut penjelasan medis, warna merah yang muncul pasca kerokan merupakan tanda pembuluh darah kapiler di bawah permukaan kulit yang melebar akibat gesekan.
Kerokan sendiri tergolong terapi yang bersifat dermabrasive, yakni merusak lapisan kulit secara ringan melalui gesekan berulang.
Gesakan koin atau alat kerok yang dilakukan berkali-kali pada satu area menyebabkan kulit yang digosok terbuka, sehingga pembuluh darah kecil di bawahnya turut melebar bahkan ada yang sampai pecah.
Pecahnya pembuluh darah kapiler inilah yang memunculkan garis-garis berwarna merah, merah pekat, hingga ungu kehitaman pada permukaan kulit.
Jadi istilah "masuk angin keluar" yang selama ini diyakini secara turun-temurun sejatinya hanya kepercayaan rakyat atau folk belief, bukan penjelasan yang sesuai dengan kaidah medis.
Kenapa Tubuh Terasa Lebih Enak Usai Dikerok?
Meski kulitnya memerah dan kadang terasa perih, banyak orang justru mengaku lebih nyaman setelah kerokan.
Dokter menjelaskan bahwa rasa nyaman ini punya penjelasan ilmiah, sebab proses kerokan dipercaya mampu memicu pelepasan morfin alami dalam tubuh.
Selain itu, kerokan atau gua sha juga disebut mampu mengurangi peradangan dalam tubuh, tang turut berkontribusi terhadap rasa lega yang dirasakan setelah dikerok.
Apakah Warna Merah Ini Berbahaya?
Kabar baiknya, kemerahan pada kulit usai kerokan umumnya bukan pertanda adanya kerusakan serius.
Kondisi ini termasuk salah satu bentuk reaksi peradangan atau inflamasi akut pada kulit dan lazimnya bisa menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Meski demikian kerokan tetap menyimpan sejumlah risiko efek samping yang perlu diwaspadai, terutama apabila dilakukan terlalu sering atau dengan tekanan yang berlebihan.
Beberapa efek samping yang mungkin timbul di antaranya nyeri, iritasi kulit, bahkan pendarahan ringan akibat pecahnya pembuluh darah kapiler yang terlalu dalam.
Siapa yang Sebaiknya Menghindari Kerokan?
Dokter umumnya menyarankan agar beberapa kelompok tertentu lebih berhati-hati atau menghindari kerokan sama sekali.
Orang dengan riwayat gangguan pembekuan darah, sedang mengomsumsi obat pengencer darah, atau memiliki kondisi medis terkait kulit dan pembuluh darah sebaiknya menjauhi metode ini.
Penderita diabetes dan pemilik kulit yang sensitif juga perlu lebih waspada, lantaran risiko luka dan infeksi bisa lebih tinggi.
Khusus bayi, kerokan dengan koin tidak dianjurkan sebab jaringan kulitnya masih lemah dan rentan terhadap tekanan kuat, sehingga opsu yang lebih aman biasanya memakai bawang merah yang digerakkan perlahan pada permukaan kulit.
Cara Kerokan yang Lebih Aman
Pemilihan alat kerok turut berpengaruh terhadap tingkat iritasi yang muncul pada kulit.
Sebaiknya pilih alat dengan ujung yang halus, bulat, dan tidak tajam, seperti sendok kecil, batu gua sha khusus, atau koin yang permukaannya tidak terlalu kasar.
Mengoleskan minyak hangat sebelum kerokan juga membantu mengurangi gedekan langsung antara alat dan permukaan kulit.
Usai kerokan, sebaiknya tidak langsung mandi, dan berikan waktu bagi kulit untuk pulih dari reaksi peradangan yang terjadi.
Warna merah setelah kerokan ternyata bukan tanda keluarnya angin dari tubuh, melainkan reaksi alami dari pembuluh darah kapiler yang melebar.
Meski umumnya tidak berbahaya dan bisa hilang sendiri dalam beberapa hari, penting unruk memperhatikan cara dan frekuensi kerokan agar tidak menimbulkan iritasi yang lebih seirus.
Bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum melakukan kerokan tetap jadi langkah paling aman. (MG Maslikhatul Masitah)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.