BANJARMASINPOST.CO.ID - Nama organisasi Wahana Musik Indonesia (WAMI) sebagai salah satu lembaga manajemen kolektif (LMK) yang memfasilitasi penerimaan dan pendistribusian royalti musik belakangan jadi sorotan.
WAMI sempat kena sentil oleh penyanyi kondang tanah air, Ari Lasso.
Ini berawal dari postingan Ari Lasso di media sosial soal nominal royalti yang diterimanya.
Mantan vokalis Dewa 19 itu nampak dibuat penasaran dengan rumus perhitungan royalti yang di internal WAMI.
Disentil oleh seorang musisi papan atas, musisi Adi Adrian mewakili WAMI buka suara.
Ia menjelaskan, nilai royalti dihitung berdasarkan data penggunaan karya yang diterima dari pengguna, misalnya radio, TV, platform digital, hotel hingga kafe.
Data itu kemudian dibagi sesuai proporsi hak cipta masing-masing anggota WAMI.
Periode pembayaran bukan tahunan saja, melainkan per distribusi sesuai alur data yang diterima berbagai platform dan pengguna, yang kemudian didistribusikan setiap 4 bulan sekali (tiga kali setiap tahun).
WAMI memiliki dasar rumus hitung-hitungan, yang juga digunakan oleh Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) lain, termasuk CMO di luar negeri.
"Ini adalah rumus yang berlaku umum secara global," kata Adi Adrian, President Director WAMI, di Jakarta dikutip dari Wartakotalive.com, Selasa (19/8/2025).
"Semua member WAMI, termasuk AL (Ari Lasso) bisa meminta penjelasan, terkait besaran royalti, termasuk besaran distribusinya," ucapnya.
"Untuk itu kami akan merespons secepatnya sesuai dengan data yang kami miliki dan kelola dengan perangkat manajemen yang profesional," tegas Adi Adrian.
Sebagai LMK, lanjut Adi Adrian, WAMI jadi anggota CISAC (The International Confederation of Societies of Authors and Composers), organisasi induk Lembaga Manajemen Kolektif di tingkat global, sejak 2012.
Saat ini WAMI merupakan satu-satunya LMK di Indonesia yang menjadi anggota CISAC.
Sebagai bagian dari kewajiban transparansi dan akuntabilitas, WAMI secara berkala memberikan laporan kepada CISAC, termasuk laporan audit tahun fiskal berjalan, daftar LMK luar negeri yang bekerja sama dengan WAMI, laporan pendapatan dan pengeluaran, peraturan distribusi, perubahan AD/ART (jika ada), serta dokumen-dokumen lain yang dipersyaratkan.
Untuk memastikan layanan lintas-negara, WAMI menandatangani perjanjian resiprokal dan unilateral dengan 64 CMO di berbagai negara guna penarikan dan penghimpunan royalti anggota WAMI di luar negeri.
Daftar sister societies disampaikan ke CISAC agar informasi mandat antar-CMO selalu mutakhir.
Terkait tuntutan audit keuangan, Adi Adrian menjelaskan, setiap tahun WAMI diaudit oleh Kantor Akuntan Publik independen berizin.
Sejak tahun buku 2022 sampai tahun buku 2024, WAMI menunjuk Forvis Mazars, salah satu firma audit bereputasi di Indonesia, dengan hasil audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
"WAMI tidak keberatan diaudit oleh pihak lain, sepanjang mengikuti regulasi dan prosedur yang ada dan transparansi hingga akuntabilitas adalah komitmen utama kami," tegasnya.
WAMI akan terus memperkuat sistem distribusi informasi, meningkatkan akurasi laporan, serta mempercepat respons kepada anggota.
"Prinsip kami jelas: transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme," kata Adi Adrian.
Sebelumnya, Wahana Musik Indonesia (WAMI) memastikan nilai royalti yang diterima musisi Ari Lasso bukan sebesar Rp 765.594, seperti yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Faktanya, dalam periode tujuh bulan terakhir sejak Januari hingga Juli 2025 saja, Ari Lasso menerima royalti jauh lebih besar, bahkan puluhan juta rupiah.
Adi Adrian mengatakan, data royalti yang disampaikan Ari Lasso itu tidak benar.
"Nilai royalti yang diterima AL tidak kecil, bukan Rp 765.594 seperti beredar luas di media dan social media," kata Adi Adrian.
"Angka yang AL sebut 'menetes ke saya hanya Rp 700-an ribu', saya pastikan tidak benar, ada misinformasi di sini," lanjutnya.
Adi Adrian, yang juga keyboardis KLa Project ini, menanggapi ramainya kesimpangsiuran informasi yang diawali dari postingan Instagram musisi Ari Lasso, terutama terkait keluhan nilai royalti.
Menurut Adi Adrian, nilai royalti sebenarnya yang diterima Ari Lasso berpuluh-kali lipat dari yang dikeluhkan.
"Sekali lagi, berpuluhkali lipat, bisa kami pastikan bahwa hanya di periode tujuh bulan terakhir (periode Januari - Juli 2025), nilai royalti yang diterima AL puluhan juta rupiah," tegas Adi Adrian.
"Angka Rp 765.594 bukan tertuju ke rekening AL, melainkan ke pihak lain, yakni MR," lanjutnya.
Adi Adrian mengakui bahwa sebelumnya terdapat kesalahan teknis dalam pengiriman laporan lewat email.
"Sejak awal kami sudah mengakui kekeliruan ini, dan telah menyampaikan permohonan maaf, baik secara langsung ke AL maupun secara terbuka ke publik, sesuai keinginan yang bersangkutan," ucap Adi Adrian.
"Kami juga meminta maaf kepada MR atas tersebarnya informasi yang sebenarnya bersifat pribadi dan konfidensial ini," ujarnya.
Sebagai Lembaga Manajemen Kolektif (LMK), lanjutnya, WAMI tidak memiliki otoritas membuka angka detail royalti yang diterima musisi kepada publik.
Ada klausul konfidensial yang mengikat.
Meski demikian, WAMI berkepentingan memberikan sedikit gambaran ihwal nilai royalti AL, supaya kesimpangsiuran tidak berkepanjangan.
"Saya berharap yang bersangkutan (Ari Lasso) mau mengakui dan menjelaskan nilai royalti sebenarnya yang dia terima, setidaknya dalam tujuh bulan reakhir ini, supaya tidak ada lagi kesalahan persepsi," kata Adi.
Sebelumnya, penyanyi Ari Lasso menyuarakan agar dilakukan audit terhadap Wahana Musik Indonesia (WAMI).
WAMI adalah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yang menaungi lebih dari 5.000 pencipta dan penerbit musik.
Ari Lasso membagikan unggahan soal royalti yang didapat dari WAMI sebesar Rp 497.300 melalui akun media sosialnya.
Ari Lasso mengatakan, keinginan untuk audit itu bukan karena sentimen pribadi.
"Saya dengan kesadaran penuh tanpa amarah, (nothing personal) dan teman-teman ingin dapat sosialisasi TEKNIK RUMUS HITUNG ANDA," tulis Ari Lasso dikutip dari @ari_lasso, Selasa (19/8/2025).
"Tentunya setelah kami sebagai warga negara yang tertib membayar kewajiban melakukan #AUDITWAMI SECARA TERBUKA OLEH LEMBAGA YANG KAMI TUNJUK," lanjutnya.
Ari Lasso ingin supaya WAMI secara transparan membuka cara penghitungan royalti mereka sampai akhirnya diterima musisi.
"ESENSI MASALAH INI TETAP BELUM TERJAWAB, RUMUS APA YANG MEMBUAT ROYALTY SAYA MAKIN KECIL DARI PAK MUTHOLAH," tulis Ari Lasso.
"Musisi menanti undangan Anda untuk bertemu terbuka setelah @wami.id dengan ikhlas diaudit," tulis Ari Lasso.
"Bila semua beres untuk apa ngeles, bila benar mengapa gentar," lanjutnya.
Ari Lasso juga mengutip lirik lagu Pearl Jam berjudul 'Corduroy' dan mengganti terjemahan salah satu liriknya.
'Nothing change absolutely nothing change/I dont wanna take what u cant give/I would rather starve than eat your breath'.
"Lebih baik saya lapar daripada memakan napas hidupmu," tulis Ari Lasso.
Sebelum mengunggah pendapatan royalti Rp 400.000-an, Ari Lasso sempat mengutarakan agar ada audit untuk WAMI.
Ari Lasso juga yang menggaungkan petisi dan tagar #AuditWAMI.
(Banjarmasinpost.co.id/Wartakotalive.com)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.