Dalam podcast tersebut, dr. Gia menceritakan pengalamannya menolong pasien yang mengalami kejadian langka, di mana rahimpasien tersebut ikut lepas saat proses persalinan.

Menurut cerita dr. Gia, kondisi tersebut terjadi karena pasien melahirkan di dukun beranak, dan sang dukun menarik plasenta yang belum lepas sempurna hingga rahim pasien ikut tertarik keluar.

Cerita ini sontak membuat warganet heboh sekaligus penasaran, apa itu rahim copot secara medis dan bisakah rahim lepas saat melahirkan?

Apa Itu Rahim Copot dan Kapan Kondisi Ini Bisa Terjadi?

Secara medis, istilah “rahim copot” merujuk pada kondisi langka di manarahim terlepas dari tubuh wanita akibat penanganan persalinan yang salah.

Bidan Ony Christy menjelaskan, kejadian "rahim copot"kemungkinan terjadi pada fase Kala III persalinan, yaitu tahap setelah bayi lahir, saat plasenta (ari-ari) seharusnya keluar dari rahim.

Normalnya, plasenta akan lepas sendiri dalam waktu 15–30 menit setelah bayi lahir. Di tahap ini, sang ibu biasanya akan diberi suntikan oksitosin untuk membantu rahim berkontraksi dan mempercepat pelepasan plasenta.

Namun, ada kalanya plasenta tersebut tidakbisalepas secara alami setelah 30 menit. Kondisi ini disebut retensio plasenta danberisiko tinggi bila tidak ditangani dengan benar.

Jikaretensio plasenta terjadi, di mana setelah30 menit plasenta belum juga keluar, tenaga medis akan melakukan tindakan yang disebut manual plasenta, yaitu mengeluarkanplasentapada dinding uterus dengan cara memasukkan tangan ke dalam rahim.

Tindakanini tentunya harus dilakukan oleh dokter atau bidan profesional dengan teknik yang steril dan aman.

Namun, masalah akan munculjika orang yang tidak terlatih, seperti dukun beranak, menarik tali pusat atau memaksa plasenta keluar dengan cara yang salah.

Jika dilakukan secara kasar dan tidak sesuai prosedur, risikonya bisa sangat fatal, seperti:

  • Tali pusat putus akibat tarikan berlebihan

  • Rahim terbalik (inversio uteri)

  • Rahim terlepas sebagian atau seluruhnya

  • Perdarahan hebat yang mengancam nyawa ibu

Kejadian "rahim copot" ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat bahwa proses melahirkan bukanlah hal sepele dan harus dilakukan oleh tenaga medis profesional, seperti dokter atau bidan.

Selain untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi, tenaga medis juga memiliki kemampuan serta fasilitas untuk menangani komplikasi secara cepat dan tepat.

Contact to : xlf550402@gmail.com


Privacy Agreement

Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.