Persija Jakarta menutup laga Super League pekan 14 dengan cara yang nyaris sempurna kemenangan.
Bermain di hadapan puluhan ribu The Jakmania, Persija Jakarta sukses mengalahkan PSIM Yogyakarta 2-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (28/11/2025) malam.
Selain kemenangan, kemenangan Persija Jakarta terasa spesial karena The Jakmania memenuhi stadion dengan koreografi megah yang membuat merinding.
Macan Kemayoran tampil begitu percaya diri dan mendominasi jalannya pertandingan atas PSIM.
Sorakan, pendukung yang membanjiri tribune penonton, hingga momen koreo spektakuler itu menjadi energi tambahan bagi skuad Persija untuk berpesta di kandang sendiri.
Hasil ini pun menyempurnakan malam penuh euforia bagi para pendukung setia mereka.
Persija Jakarta baru bisa mencetak gol di babak kedua, Macan Kemayoran pun akhirnya memperoleh gol pembuka pada menit 78'.
Berawal dari skema sepak pojok, Witan Sulaeman mengirimkan umpan pantul kepada Maxwell di dalam kotak penalti.
Pemain asal Brasil itu kemudian mengambil ancang-ancang sebelum melepaskan tembakan mendatar yang sukses menjebol gawang PSIM.
Persija dapat menambah kembali keunggulan pada menit perpanjangan waktu 90+3'.
Allano Lima yang memperoleh umpan tarik dari sisi kiri bisa melepaskan tendangan akurat ke gawang PSIM.
Hingga pada akhirnya skor 2-0 memastikan kemenangan untuk Persija Jakarta.
Perolehan tiga poin bagi Macan Kemayoran menegaskan posisi mereka di runner-up klasemen Super League.
Tim besutan Mauricio Souza mengoleksi 29 poin dari 13 pertandingan.
Pertandingan Persija Jakarta vs PSIM Yogyakarta terasa sangat menakjubkan.
Puluhan ribu suporter setia Persija, The Jakmania tampak memenuhi area SUGBK di semua Tribun.
Tak hanya itu, suasana damai juga sangat terasa pada laga ini lantaran sebanyak empat ribu lebih suporter PSIM diterima dengan tangan terbuka oleh Jakmania.
Mereka pun terdengar saling sapa dan berbalas chants sebelum pertandingan dimulai.
Aura pertandingan tampak mulai menarik saat Jakmania membentangkan tifo bergambar macan di Tribun Utara SUGBK dengan menggenggam piala juara 11 kali beserta tahunnya.
Sebagai catatan, tifo merupakan karya seni besar (banner, gambar, mosaik) yang dibentangkan atau dipajang oleh suporter, biasanya dari tribun.
Tujuannya buat untuk membuat visual impact yang ciamik.
Pada tifo itu, tampak gambar piala yang justru disematkan tanda tanya – seakan ada harapan juara di tahun ini.
Pada bagian lain, di sisi Tribun Selatan, Tifo raksasa bergambarkan salah satu pendiri Persija, M.H Thamrin, kemudian satu sosok lagi seperti tokoh pahlawan legenda Betawi, Jampang dan satu lagi bergambar macan.
Di bawah tifo tersebut bertuliskan “until our last breath’.
Tak hanya itu, di sepanjang Tribun Timur, para suporter Jakmania memperlihatkan koreografi yang sangat indah.
Sajian tifo dan koreografi pun membuat suporter lainnya tampak merekam dan berdecak kagum.
“Wah merinding melihatnya. Bagus banget,” ujar salah satu Jakmania wanita yang berada di Tribun dengan media.
Seperti diketahui, pertandingan Persija vs PSIM Yogyakarta sendiri bergulir tepat pada Hari Ulang Tahun Persija yang ke-97.
Momen tersebut lah yang membuat Jakmania rela memenuhi SUGBK, terlebih ini juga jadi pertandingan pertama Persija kembali ke SUGBK di musim ini.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.