TRIBUNJATIM.COM - Seorang warga bernama Ida marah-marah karena mendapat bantuan beras Bulog hanya 10 kilogram pada Rabu (24/12/2025).
Peristiwa terjadi di Kepenghuluan (Desa) Bagan Batu Barat, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.
Video yang merekam kejadian ini pun viral di media sosial.
Baca juga: Orang Tua Tak Mau Ambil MBG saat Libur, Sarankan Anggaran untuk Bantuan Sumatera: Daripada Dipaksain
Ida marah karena tidak terima bantuan beras untuknya dipotong oleh pihak kepenghuluan.
Ia yang seharusnya dapat beras Bulog 20 kilogram, menjadi hanya menerima 10 kg.
Ida lantas mendatangi Kantor Penghulu untuk mempertanyakan pemotongan tersebut.
Dia bahkan terlibat adu mulut dengan aparat kepenghuluan.
Dalam video tersebut, warga menyebut penghulu menyembunyikan beras bantuan.
Saat dikonfirmasi, Markis selaku Penjabat (Pj) Penghulu atau Kepala Desa (Kades) Bagan Batu Barat, membenarkan kejadian viral tersebut.
Markis membantah tudingan bantuan beras Bulog disembunyikan.
"Kalau menyembunyikan itu tidak ada. Tapi kalau dipotong memang iya," kata Markis saat diwawancarai Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu.
"Tujuan saya supaya warga yang layak menerima juga kebagian beras Bulog ini," imbuhnya
Markis menyampaikan, warganya mendapat bantuan beras Bulog sebanyak 24 kepala keluarga, di satu dusun, yakni Dusun Simpang Martabak.
Lantaran warga tiga dusun lainnya tidak dapat bantuan, Markis berinisiatif untuk membagi beras tersebut, agar bantuan tersebar merata.
"Yang dapat bantuan cuma satu dusun 24 KK. Masing-masing dapat 20 kilogram. Di sini kan ada empat dusun, jadi saya bagi dua 10 kilogram jadi warga yang dapat 48 orang," katanya.
Semua warga penerima bantuan mengambil beras dan membawanya pulang, termasuk Ida.
Namun keesokannya, Ida kembali ke kantor penghulu untuk protes dan menyebut beras disembunyikan.
"Dia sendiri yang protes. Padahal dia sudah bawa pulang beras 10 kilogram itu. Kalau 23 KK ini mereka menerima dibagi, supaya yang lain merasakan juga beras bantuannya."
"Terus dia viralkan dengan narasi saya menyembunyikan beras. Padahal niat saya supaya yang lain dapat," ucap dia.
Markis mengakui ada kesalahan dalam hal ini, karena tidak mengoknfirmasi kepada warga tersebut.
"Kesalahan saya karena tidak konfirmasi sama yang ada undangan. Jadi bukan disembunyikan, tapi dibagikan kepada yang layak menerima."
"Yang 23 orang itu mereka menerima setelah saya kasih tahu, dia (Ida) sendiri yang tidak menerima," kata Markis.
Baca juga: Ahmadi Tagih Uang Rp67 Juta setelah Gagal Berangkat Umrah, Kantor Ternyata Sudah Tutup: Istri Syok
Di video lain, Ida terlihat bersitegang dengan staf Kepenghuluan Bagan Batu Barat.
Staf tersebut sempat berkata kasar kepada Ida.
Namun, Markis menyebut bahwa yang memulai adalah keluarga dari Ida.
"Dia datang lagi bawa keluarganya ke kantor soal beras itu juga," kata Markis.
"Terus ada satu keluarganya bilang lont* ke staf saya, dari situlah mulai ributnya. Dan video yang diviralkan itu dipotong," bebernya.
Markis telah menyampaikan permohonan maaf kepada Ida melalui stafnya, tetapi tidak diterima.
Markis juga meminta stafnya untuk memberikan beras yang dipotong 10 kilogram, tetapi Ida malah meminta sang penghulu yang mengantarkan.
"Saya sudah mau ganti yang dipotong itu, tetapi dia minta saya sendiri yang antarkan ke rumahnya. Di situlah saya bilang hebat kali lah wargaku yang satu ini," ujar Markis.
Sosok Wa Muna, warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi sorotan karena bantuan sosial (bansos) pangan diambil kembali oleh kelurahan.
Bantuan yang tadinya diterima Wa Muna yang merupakan warga Kelurahan Baadia sebelum ditarik yakni beras dan minyak empat liter.
Kini setelah kejadian yang menimpanya viral, Wa Muna menerima bantuan dari Menteri Pertanian (Mentan) RI, Sabtu (13/12/2025).
Wa Muna kini menerima bantuan langsung dari Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.
Bantuan tersebut berupa minyak dan beras yang diserahkan Kepala Bulog Kota Baubau sekitar pukul 08.00 WITA pada Sabtu, di kediaman Wa Muna.
Suami Wa Muna, Jafar, mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap bantuan yang diberikan Mentan, Andi Amran Sulaiman.
Kata dia, ia dan keluarga terharu serta tidak bisa menahan perasaan bahagia sebab dalam keadaan sulit masih terdapat bantuan yang datang.
"Jadi kami tidak henti-hentinya mengucapkan terima kasih, untuk membalasnya, kami berdoa kepada Yang Maha Kuasa," ujar Jafar.
"Semoga yang bantu kami, khususnya Bapak Menteri Pertanian selalu diberikan kelimpahan kesehatan, umur yang panjang, dan sukses selalu dalam segala hal," imbuh dia.
Baca juga: Sopir Sudah Antre Lama Emosi Tak Kebagian Solar, Pergoki SPBU Jual Puluhan Jeriken Ditutupi Terpal
Kepala Bulog Cabang Kota Baubau, Hendra Dionsius mengatakan, bantuan yang disalurkan dari Mentan dan Bulog Cabang Kota Baubau.
"Yang disalurkan bantuan berupa beras 250 kilogram, minyak goreng 12 liter, dan gula 10 kilogram," ujarnya saat di konfirmasi via Whatsapp, Sabtu(13/2/2025) malam.
"Tidak ada kebijakan seperti itu Bu, seharusnya jika ada kejadian seperti itu langsung dilaporkan ke Bulog untuk diganti atau ditambah barangnya agar tidak merugikan para pihak," tambahnya.
Ia juga berharap, ke depannya peristiwa serupa tidak lagi terjadi pada penerima manfaat atau masyarakat Kota Baubau.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.