TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL – Pertandingan pekan ke-6 kompetisi Liga 4 Provinsi DIY bertajuk Piala Gubernur DIY musim 2025/2026 antara UAD FC Yogyakarta melawan Kafi Jogja FC menuai sorotan.
Laga yang digelar di Lapangan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Selasa (6/1/2026) itu diwarnai insiden benturan keras antarpemain.
Insiden terjadi pada menit ke-72 saat pemain Kafi Jogja FC, Dwi Aan, terlihat mengangkat kaki terlalu tinggi hingga menyerupai tendangan kungfu.
Aksi tersebut mengenai kepala pemain UAD FC Yogyakarta, Amirul, yang langsung terjatuh dan memegangi kepalanya. Pada laga itu Kafi Jogja FC menang dengan skor 1-0.
Potongan video kejadian itu kemudian viral di media sosial dan dibagikan oleh sejumlah akun Instagram, salah satunya @wasitmafia, sehingga memancing berbagai reaksi dari warganet.
Pelatih Kafi Jogja FC, Nopendi, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi dalam situasi pertandingan yang berlangsung cepat. Menurutnya, kondisi bola yang memantul tidak stabil turut memengaruhi kejadian di lapangan.
“Kalau pastinya situasinya pertandingan. Saya lihat bolanya memang mantulnya tidak stabil, tapi di luar itu saya juga tidak tahu persis,” ujar Nopendi saat dihubungi Tribun Jogja via sambungan telepon, Selasa (6/1/2026).
Ia menegaskan bahwa sejak awal dirinya sudah mengingatkan agar para pemain bermain fair play. Namun, dinamika di lapangan terkadang sulit dikendalikan sepenuhnya.
“Dari awal saya sudah tekankan untuk bermain fair play. Tapi di lapangan kita tidak tahu kondisi seperti apa. Yang jelas, sebagai pelatih saya juga merasa bersalah atas kejadian ini,” katanya.
Nopendi juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut, baik secara pribadi maupun atas nama tim dan pemain yang bersangkutan.
“Saya sebagai pelatih meminta maaf terkait insiden tadi karena kita tidak menginginkan hal seperti ini terjadi,” ucapnya.
Menurut Nopendi, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan keluarga pemain UAD FC yang menjadi korban.
Ia mengaku sudah menyampaikan permintaan maaf secara langsung melalui pesan pribadi dan berencana melakukan silaturahmi.
“Ada saudara dari pemainnya yang sudah WA-an. Saya juga minta maaf secara pribadi mewakili tim dan pemain. Rencananya kami juga akan silaturahmi, nanti dari manajemen yang melanjutkan komunikasi dengan keluarga pemain,” jelasnya.
Dalam insiden tersebut, wasit memberikan kartu kuning kepada Dwi Aan. Sementara itu, Amirul sempat mendapat perawatan dan dibawa keluar lapangan.
Menutup keterangannya, Nopendi berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi dirinya dan pemainnya serta semua pihak di dunia sepak bola.
“Ini pembelajaran bagi kita semua. Situasi di lapangan tidak bisa dikontrol 100 persen. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pemain UAD, pelatih, manajemen, dan seluruh insan sepak bola Indonesia. Yang jelek tidak usah dicontoh, kita perbaiki ke depan agar lebih baik,” pungkasnya.
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.