TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pertamina melakukan pengecekan SPBU 43.593.18 Bacin Kabupaten Kudus, Selasa (13/1).
Pengecekan tersebut dilakukan setelah ada indikasi kandungan air pada pertalite yang dijual di SPBU tersebut.
Hasil dari pengecekan tersebut, memang terdapat kandungan air dalam pertalite yang dijual di SPBU Bacin.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, kandungan air tersebut karena tingginya curah hujan yang terjadi di Kudus beberapa hari terakhir.
"Curah hujan tinggi pada Minggu sampai Senin 11-12 Januari 2026 yang melanda Kabupaten Kudus, Jepara dan Pati Pertamina segera melakukan pengecekan menyeluruh ke seluruh SPBU di wilayah tersebut terkait kandungan air yang ada di SPBU," kata Taufiq.
Setelah diketahui adanya kandungan air, kata dia, pihaknya memerintahkan untuk penutupan atau penghentian penjualan SPBU pada pukul 6 pagi untuk dilakukan pengecekan menyeluruh.
"Prosedur yang dilakukan antara lain history pengiriman, pengecekan water content, dan cek fisik dengan menggunakan pasta air serta cleaning tangki secara menyeluruh," kata dia.
Dia memastikan produk yang diterima masyarakat sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Apabila ditemukan adanya indikasi ketidaksesuaian, katanya, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
"Konsumen yang merasa kendaraannya mengalami gangguan atau menemukan indikasi adanya air pada kendaraan setelah pengisian BBM di SPBU tersebut, dapat segera mendatangi SPBU tempat pengisian untuk dilakukan validasi, dan diberikan ganti rugi apabila terbukti mengisi di SPBU tersebut sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Taufiq mengatakan, sampai dengan statement ini dikeluarkan terdapat keluhan yang diterima SPBU, yakni satu unit motor yang melakukan pengisian pada jam 5 pagi.
"Terhadap konsumen tersebut sudah dilakukan perbaikan mesin kendaraan dan pemberian evoucher untuk pembelian BBM produk Pertamax," kata dia.
Laporan konsumen
Sebelumnya, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus mengecek SPBU 43 593 18 Bacin usai mendapatkan laporan adanya konsumen yang membeli pertalite bercampur air.
Dinas Perdagangan tetap mengecek dengan mengambil sampel satu liter pertalite untu dituangkan pada sebuah tabung.
Dari sampel yang diambil, memang terdapat campuran air pada pertalite.
Pengawas Perdagangan dari Dinas Perdagangan Atok Darmo Broto mengatakan, kedatangannya ke SPBU tersebut setelah ada laporan dari konsumen yang komplain.
Setelah dicek memang pengelola SPBU mengakuinya.
“Ini menunggu pembersihan dan dari petugas pertamina,” kata Atok.
Atok melanjutkan, dengan adanya kasus tersebut pihaknya tidak bisa menjatuhkan sanksi. Apalagi pengelola, sudah bersedia bertanggung jawab atas konsumen yang dirugikan. Baginya ini bagian dari iktikad baik dari SPBU.
“Hanya pertalite yang tercampur air, selain itu tidak,” kata Atok.
Pengawas SPBU Bacin, Agus Purnomo mengatakan, tercampurnya air dalam pertalite tersebut lantaran tutup tangki pertalite yang ada di SPBU tidak tertutup rapat. Saat hujan deras mengguyur Kudus, air pun masuk ke tangki.
Saat SPBU mulai beroperasi pada Selasa (13/01/2026) pukul 05.00, konsumen mulai berdatangan.
Sampai pada pukul 05.30, baru ketahuan kalau Pertalite tercampur air setelah ada konsumen yang komplain. Saat itulah pengelola menghentikan penjualan Pertalite.
Dan mengecek kondisi tangki peralite SPBU. Ternyata memang bercampur air.
“Saat itu sudah ada 10 pembeli, kami tanggung jawab atas pembeli tersebut termasuk ganti rugi,” kata Agus saat ditemui di SPBU. (Mazka Hauzan)
Contact to : xlf550402@gmail.com
Copyright © boyuanhulian 2020 - 2023. All Right Reserved.